Kementerian Kesehatan Ekuador Digerebek Aparat, Mantan Menkes Terseret Skandal Vaksin Covid-19

Kompas.com - 18/03/2021, 05:56 WIB
Menteri Kesehatan Ekuador Juan Carlos Zevallos berpose dengan 8000 dosis pertama vaksin Pfizer / BioNTech Covid-19 saat tiba di Bandara Internasional Mariscal Sucre di Quito, pada 21 Januari 2021. AFP PHOTO/RODRIGO BUENDIAMenteri Kesehatan Ekuador Juan Carlos Zevallos berpose dengan 8000 dosis pertama vaksin Pfizer / BioNTech Covid-19 saat tiba di Bandara Internasional Mariscal Sucre di Quito, pada 21 Januari 2021.

QUITO, KOMPAS.com – Pihak berwenang menggerebek kantor Kementerian Kesehatan Ekuador pada Rabu (17/3/2021) terkait skandal vaksin Covid-19.

Melalui Twitter, Kantor Kejaksaan Ekuador mengatakan, pihak berwenang yang melakukan operasi di kantor Kementerian Kesehatan Ekuador tersebut tengah mengumpulkan rencana vaksinasi Covid-19.

Skandal vaksin Covid-19 tersebut menyeret nama mantan Menteri Kesehatan Ekuador Juan Carlos Zevallos sebagaimana dilansir AFP.

Zevallos mengundurkan diri pada bulan lalu setelah terungkap bahwa orang-orang terdekatnya, termasuk ibunya, melompati antrean vaksinasi Covid-19.

Baca juga: 79 Napi Tewas dalam Kerusuhan Penjara Ekuador, Korban Dipenggal dan Dimutilasi

Ketika mengundurkan diri, Zevallos mengakui bahwa ibunya yang berusia 87 tahun telah menerima suntikan vaksin Covid-19.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, dia juga mengaku bahwa beberapa orang yang dekat dengannya juga mendapat vaksin virus corona.

Ketika itu, Ekuador mendapat 42.000 dosis vaksin dari Pfizer-BioNTech. Vaksin tersebut seharusnya diberikan terlebih dahulu kepada para pekerja di bidang layanan kesehatan dan panti jompo.

Pekan lalu, Menteri Kesehatan Ekuador yang baru, Rodolfo Farfan, mengatakan bahwa kantornya mengirim daftar orang yang telah divaksinasi ke kejaksaan.

Baca juga: Pesawat Presiden Ekuador Mendarat Darurat di AS Usai Kunjungan Resmi

Namun, Kantor Kejaksaan Ekuador mengeklaim, daftar yang diberikan kementerian tersebut tidak lengkap.

Ekuador bukan satu-satunya negara yang terlibat dalam skandal vaksin Covid-19.

Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X