20 Migran Tewas Dilempar ke Laut oleh Kelompok Penyelundup Manusia

Kompas.com - 04/03/2021, 23:33 WIB
Puluhan migran dari Mesir, Maroko, Somalia dan Sierra Leone, menunggu bantuan tim dari NGO Open Arms, Spanyol, di Laut Mediterania, 8 September 2020. [AP Photo/Santi Palacios] AP Photo/Santi PalaciosPuluhan migran dari Mesir, Maroko, Somalia dan Sierra Leone, menunggu bantuan tim dari NGO Open Arms, Spanyol, di Laut Mediterania, 8 September 2020. [AP Photo/Santi Palacios]

DJIBOUTI, KOMPAS.com - Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) mengatakan pada Kamis (4/3/2021), setidaknya 20 migran tewas.

Melansir VOA Indonesia pada Kamis (4/3/2021), kematian mereka terjadi disebabkan sebuah kelompok penyelundup manusia melemparkan 80 penumpangnya ke laut dalam perjalanan dari Djibouti di Afrika Timur ke Yaman.

Sebuah pernyataan IOM mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Rabu (3/3/2021), tidak lama setelah kapal itu memulai perjalanannya.

Baca juga: Putus Asa Cari Suaka, Puluhan Migran Ditemukan Sembunyi dalam Pecahan Kaca dan Abu Beracun

 

Beberapa penyelundup dilaporkan berteriak mengatakan bahwa kapal mereka kelebihan penumpang.

Kapal itu mengangkut 200 migran, termasuk anak-anak di bawah usia 18 tahun. IOM mengatakan 5 mayat telah ditemukan, dan sejumlah korban yang selamat sedang dirawat di Djibouti.

Peristiwa seperti ini pernah terjadi sebelumnya.

Baca juga: Sejumlah Migran Terluka karena Panjat Tembok Trump, Patroli Perbatasan AS Dituding Lalai

 

IOM mengungkapkan, ribuan migran terus berusaha untuk pergi dari Tanduk Afrika ke Yaman dan kemudian ke negara-negara Teluk yang kaya.

 

Pandemi virus corona dan penutupan perbatasan yang menjadi buntutnya telah memperlambat arus kedatangan migran ilegal ini, tetapi tidak menghentikannnya.

Baca juga: UNHRC Nyatakan Italia Gagal Lindungi Nyawa 200 Migran pada 2013

Belum jelas dari negara mana asal para migran yang mengalami nasib nahas Rabu itu, tetapi banyak di antara mereka melakukan perjalanan dari Ethiopia dan Somalia.

Oktober lalu, sedikitnya 8 migran tenggelam setelah kelompok penyelundup membuang mereka ke laut dari kapal di dekat Djibouti.

Baca juga: Jalan Kaki ke AS Melalui Guatemala, Migran Honduras Bentrok dengan Aparat

Pada 2017, sekitar 50 migran dari Somalia dan Ethiopia dibiarkan tenggelam setelah kelompok penyelundup memaksa mereka terjun ke laut di lepas pantai Yaman.

Pada 2018, setidaknya 30 migran dan pengungsi tewas ketika kapal yang mereka tumpangi terbalik di Yaman. Sejumlah penyintas melaporkan, mereka mendengar bunyi tembakan ketika peristiwa itu terjadi.

Baca juga: Kapal Penyelundup Tenggelam, 4 dari 20 Migran yang Tewas adalah Wanita Hamil


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bulan Puasa Tiba, Malaysia Longgarkan Aturan Covid-19

Bulan Puasa Tiba, Malaysia Longgarkan Aturan Covid-19

Global
Penembak Paris: Pelaku Masih Melarikan Diri, Diduga Sudah Targetkan Korban

Penembak Paris: Pelaku Masih Melarikan Diri, Diduga Sudah Targetkan Korban

Global
Lakukan 'Serbuan' Terbesar, China Terbangkan 25 Jet Tempur dan Pengebom ke Taiwan

Lakukan "Serbuan" Terbesar, China Terbangkan 25 Jet Tempur dan Pengebom ke Taiwan

Global
[POPULER GLOBAL] Klarifikasi Pejabat Kesehatan China Soal Efektivitas Vaksin | Anjing Terjatuh Jadi Santapan Kawanan Serigala

[POPULER GLOBAL] Klarifikasi Pejabat Kesehatan China Soal Efektivitas Vaksin | Anjing Terjatuh Jadi Santapan Kawanan Serigala

Global
Kisah Suku di Vanuatu Memuja Pangeran Philip sebagai Dewa, Ritualnya Spesial

Kisah Suku di Vanuatu Memuja Pangeran Philip sebagai Dewa, Ritualnya Spesial

Global
Vaksin Pfizer Kini Bisa Disimpan dalam Suhu Kulkas Biasa Saat Pengiriman

Vaksin Pfizer Kini Bisa Disimpan dalam Suhu Kulkas Biasa Saat Pengiriman

Global
Membedah Gurita Bisnis Anak Istri Petinggi Militer di Myanmar yang Menggiurkan

Membedah Gurita Bisnis Anak Istri Petinggi Militer di Myanmar yang Menggiurkan

Global
Kisah Durga Timsina Dipenjara 41 Tahun Tanpa Sidang, Dijebak Orang dan Namanya Salah Catat

Kisah Durga Timsina Dipenjara 41 Tahun Tanpa Sidang, Dijebak Orang dan Namanya Salah Catat

Global
Rilis Deklarasi Bersama soal Myanmar, FPCI Desak ASEAN dan DK PBB Bertindak

Rilis Deklarasi Bersama soal Myanmar, FPCI Desak ASEAN dan DK PBB Bertindak

Global
Militer Myanmar Minta Keluarga Bayar Rp 1,2 Juta jika Ingin Ambil Jenazah Kerabat yang Tewas

Militer Myanmar Minta Keluarga Bayar Rp 1,2 Juta jika Ingin Ambil Jenazah Kerabat yang Tewas

Global
Penembakan di Luar RS Paris, 1 Tewas 1 Luka Berat, Pelaku Kabur Naik Motor

Penembakan di Luar RS Paris, 1 Tewas 1 Luka Berat, Pelaku Kabur Naik Motor

Global
Takut Menyetir, Maling Ini Bayar Sopir untuk Bawa Mobil Curiannya

Takut Menyetir, Maling Ini Bayar Sopir untuk Bawa Mobil Curiannya

Global
Ratusan Ribu Ikut Festival Mandi di Sungai Gangga Meski Infeksi Covid-19 India Lampaui Brasil

Ratusan Ribu Ikut Festival Mandi di Sungai Gangga Meski Infeksi Covid-19 India Lampaui Brasil

Global
Masih Cinta, Gadis 29 Tahun Masukkan Nama Mantan ke Daftar Ahli Waris

Masih Cinta, Gadis 29 Tahun Masukkan Nama Mantan ke Daftar Ahli Waris

Global
Pekerja Asing di Singapura Masih Tertular Covid-19 Setelah Divaksin

Pekerja Asing di Singapura Masih Tertular Covid-19 Setelah Divaksin

Global
komentar
Close Ads X