Puluhan Garda Nasional AS di Gedung Capitol Jatuh Sakit Gara-gara Daging Mentah yang Disajikan

Kompas.com - 04/03/2021, 21:28 WIB
Pasukan Garda Nasional bersiap mengamankan pelantikan Joe Biden sebagai presiden ke-46 Amerika Serikat, pada 20 Desember 2021. Pengamanan diperketat akibat tingginya risiko keamanan usai penyerbuan Capitol Hill oleh massa pro-Trump pada 6 Januari. AP PHOTO/J SCOTT APPLEWHITEPasukan Garda Nasional bersiap mengamankan pelantikan Joe Biden sebagai presiden ke-46 Amerika Serikat, pada 20 Desember 2021. Pengamanan diperketat akibat tingginya risiko keamanan usai penyerbuan Capitol Hill oleh massa pro-Trump pada 6 Januari.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Para tentara Garda Nasional yang menjaga keamanan di Gedung Capitol AS dikabarkan jatuh sakit, setelah diberi makan daging yang hampir seluruhnya mentah.

Melansir New York Post pada Rabu (3/3/2021), disebutkan juga bahwa ada makanan tentara itu yang berisi potongan logam.

Seorang sersan dari Garda Nasional Michigan, yang tidak menyebutkan nama, mengatakan kepada media WXYZ bahwa pasukan telah berulang kali protes tentang makanan.

Baca juga: 7.000 Garda Nasional Akan Bertahan di Washington DC hingga Maret

Sebab, puluhan pasukan Garda Nasional telah jatuh sakit karena hidangan daging yang kurang matang.

"Kemarian, misalnya, ada 74 porsi makanan berbeda yang ditemukan daging sapi mentah di dalamnya," ujar sersan tersebut kepada stasiun televisi, WXYZ, pada Senin (1/3/2021) dengan membagikan gambar daginig yang terlihat benar-benar mentah di bagian tengah.

"Baru kemarin...tentara menemukan potongan logam di makanan mereka," ucapnya.

Para tentara Garda Nasional mendapatkan makanan setengah matang yang "baik pada awalnya", kemudian dibuat "lebih berbahaya" disertai ada keterlambatan pengiriman makanan.

Baca juga: Jill Biden Sebut Dirinya Ibu Garda Nasional Sambil Ucapkan Terima Kasih dan Bagikan Kue

Meski, pasukan Garda Nasional memiliki peran kunci dalam menjaga keamanan Gedung Capitol dari ancaman teroris domestik, mereka mengalami kekurangan makanan, keluh sersan itu.

Tentara lain mengeluh pada Februari lalu bahwa "beberapa tentara jatuh sakit dan muntah setelah makan," kata Detroit News.

“Moral sangat buruk; banyak yang telah melayani di luar wilayahnya dan tidak dapat dipercaya dengan kualitas makanan yang mereka dapatkan di sini," keluh tentara itu.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER GLOBAL] Klarifikasi Pejabat Kesehatan China Soal Efektivitas Vaksin | Anjing Terjatuh Jadi Santapan Kawanan Serigala

[POPULER GLOBAL] Klarifikasi Pejabat Kesehatan China Soal Efektivitas Vaksin | Anjing Terjatuh Jadi Santapan Kawanan Serigala

Global
Kisah Suku di Vanuatu Memuja Pangeran Philip sebagai Dewa, Ritualnya Spesial

Kisah Suku di Vanuatu Memuja Pangeran Philip sebagai Dewa, Ritualnya Spesial

Global
Vaksin Pfizer Kini Bisa Disimpan dalam Suhu Kulkas Biasa Saat Pengiriman

Vaksin Pfizer Kini Bisa Disimpan dalam Suhu Kulkas Biasa Saat Pengiriman

Global
Membedah Gurita Bisnis Anak Istri Petinggi Militer di Myanmar yang Menggiurkan

Membedah Gurita Bisnis Anak Istri Petinggi Militer di Myanmar yang Menggiurkan

Global
Kisah Durga Timsina Dipenjara 41 Tahun Tanpa Sidang, Dijebak Orang dan Namanya Salah Catat

Kisah Durga Timsina Dipenjara 41 Tahun Tanpa Sidang, Dijebak Orang dan Namanya Salah Catat

Global
Rilis Deklarasi Bersama soal Myanmar, FPCI Desak ASEAN dan DK PBB Bertindak

Rilis Deklarasi Bersama soal Myanmar, FPCI Desak ASEAN dan DK PBB Bertindak

Global
Militer Myanmar Minta Keluarga Bayar Rp 1,2 Juta jika Ingin Ambil Jenazah Kerabat yang Tewas

Militer Myanmar Minta Keluarga Bayar Rp 1,2 Juta jika Ingin Ambil Jenazah Kerabat yang Tewas

Global
Penembakan di Luar RS Paris, 1 Tewas 1 Luka Berat, Pelaku Kabur Naik Motor

Penembakan di Luar RS Paris, 1 Tewas 1 Luka Berat, Pelaku Kabur Naik Motor

Global
Takut Menyetir, Maling Ini Bayar Sopir untuk Bawa Mobil Curiannya

Takut Menyetir, Maling Ini Bayar Sopir untuk Bawa Mobil Curiannya

Global
Ratusan Ribu Ikut Festival Mandi di Sungai Gangga Meski Infeksi Covid-19 India Lampaui Brasil

Ratusan Ribu Ikut Festival Mandi di Sungai Gangga Meski Infeksi Covid-19 India Lampaui Brasil

Global
Masih Cinta, Gadis 29 Tahun Masukkan Nama Mantan ke Daftar Ahli Waris

Masih Cinta, Gadis 29 Tahun Masukkan Nama Mantan ke Daftar Ahli Waris

Global
Pekerja Asing di Singapura Masih Tertular Covid-19 Setelah Divaksin

Pekerja Asing di Singapura Masih Tertular Covid-19 Setelah Divaksin

Global
Ilmuwan Pentagon Klaim Punya Mikrochip dan Filter Darah untuk Atasi Covid-19

Ilmuwan Pentagon Klaim Punya Mikrochip dan Filter Darah untuk Atasi Covid-19

Global
Pasien ICU Covid-19 di Brasil Kini Didominasi Usia 40 ke Bawah

Pasien ICU Covid-19 di Brasil Kini Didominasi Usia 40 ke Bawah

Global
Jual Air Es di Atas Rp 3.500, 84 Warung dan Restoran Disidak Polisi

Jual Air Es di Atas Rp 3.500, 84 Warung dan Restoran Disidak Polisi

Global
komentar
Close Ads X