7 Orang Etnis Minoritas Hazara Diikat Lalu Ditembak Brutal di Afghanistan

Kompas.com - 04/03/2021, 23:05 WIB
Pasukan keamanan Afghanistan berjaga di sekitar lokasi bom bunuh diri di Jalalabad, 23 November 2017 lalu. NOORULLAH SHIRZADA / AFPPasukan keamanan Afghanistan berjaga di sekitar lokasi bom bunuh diri di Jalalabad, 23 November 2017 lalu.

JALALABAD, KOMPAS.com - Sedikitnya 7 anggota kelompok etnis Hazara dibunuh secara brutal di Afghanistan pada Kamis (4/3/2021), dalam serangan terbaru untuk menargetkan sebagian besar minoritas Syiah.

Tangan mereka diikat di belakang punggung dan kemudian ditembak mati, pada Rabu (3/3/2021), menurut laporan anggota dewan provinsi Nangarhar Ajmal Omar, seperti yang dilansir dari AFP pada Kamis (4/3/2021).

Juma Gul Hemat, kepala polisi provinsi Nangarhar mengkonfirmasi terjadinya pembunuhan tersebut dan saat ini ada 4 orang yang telah ditangkap sebagai bagian dari penyelidikan.

Baca juga: Konflik Pemerintah Afghanistan 3 Wartawan Wanita Jadi Sasaran Pembunuhan

Insiden itu terjadi kira-kira 20 kilometer dari timur kota Jalalabad, dekat perbatasan Pakistan, yang merupakan wilayah dengan sebagian besar milisi diyakini memiliki pengaruh di sana, di antaranya Taliban dan afiliasi lokal ISIS.

Sementara ini, tidak ada kelompok yang mengaku bertanggungjawab atas pembunuhan warga sipil tersebut.

Jalalabad belum lama ini padahal telah berduka atas aksi pembunuhan 3 pekerja media wanita yang ditembak di jalanan kota pada Selasa (2/3/2021) dalam serangan terpisah beberapa menit.

Baca juga: RS Afghanistan Bantah Bantu Jual Ginjal, Tuding Warga Berbohong agar Dapat Bantuan

Seorang dokter wanita juga dibunuh pada Kamis pagi (4/3/2021) dengan bom tempel yang dipasang di kendaraannya.

Dalam beberapa tahun, etnis Hazara telah mengalami kekerasan yang meningkat di Afghanistan, dengan serangan bom bunuh diri ISIS di masjid, sekolah, rumah sakit dan jalan-jalan.

Etnis Hazara berjumlah sekitar 10 hingga 20 persen dari total penduduk Afghanistan.

Baca juga: Warga Afghanistan Ramai-ramai Jual Ginjal demi Bayar Utang, Ini Kisahnya...

Kelompok minoritas Hazara telah lama menjadi target penganiayaan oleh kelompok garis keras Sunni yang dominan di Afghanistan. Lantaran, keyakinan etnis Hazara yang sebagian besar Syiah.

Taliban juga telah menargetkan penganiayaan terhadap kelompok itu selama bertahun-tahun, menculik dan membunuh penumpang Hazara yang bepergian di jalan-jalan berbahaya negara itu dengan nyaris tanpa keadilan hukum.

Baca juga: Korban Sipil Konflik Afghanistan-Taliban 2020 Capai 8.820, Meningkat Setelah Pembicaraan Damai

Selama Taliban secara singkat menjalankan roda pemerintahan di Afghanistan pada 1990-an, para milisi diduga telah membantai sejumlah besar kelompok Hazara.

Sementara, Hazara juga menjadi sasaran di luar Afghanistan.

Pada Januari, sekelompok penambang Hazara yang sebagian besar adalah warga negara Afghanistan, secara brutal dibunuh dalam pembantaian yang diklaim oleh ISIS di Pakistan.

Baca juga: Menhan Jerman Khawatir Serangan Taliban di Afghanistan Bakal Meningkat


Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Operasi Plastik Korea Selatan, Muncul 'Dokter Hantu' yang Memakan Korban

Kasus Operasi Plastik Korea Selatan, Muncul "Dokter Hantu" yang Memakan Korban

Internasional
Pasukan Rusia Mendekat, Ukraina Ancam Mereka Bisa 'Terprovokasi'

Pasukan Rusia Mendekat, Ukraina Ancam Mereka Bisa "Terprovokasi"

Global
Rencana Pembasmian Kuda Liar Australia Ditentang Berbagai Pihak

Rencana Pembasmian Kuda Liar Australia Ditentang Berbagai Pihak

Global
Aparat Myanmar Tembakkan Granat, 80 Demonstran Tewas

Aparat Myanmar Tembakkan Granat, 80 Demonstran Tewas

Global
Pasukan Koalisi Cegat Enam Drone yang Dikirim Pemberontak Houthi

Pasukan Koalisi Cegat Enam Drone yang Dikirim Pemberontak Houthi

Global
Pangeran Philip Berpulang, Ini Tanggapan Anak-anaknya

Pangeran Philip Berpulang, Ini Tanggapan Anak-anaknya

Global
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Pangeran Philip Meninggal Dunia | Penganggur Dapat Rp 13 Juta Sebulan di Finlandia

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Pangeran Philip Meninggal Dunia | Penganggur Dapat Rp 13 Juta Sebulan di Finlandia

Global
21 Pekerja Terjebak di Tambang Banjir di Xinjiang China

21 Pekerja Terjebak di Tambang Banjir di Xinjiang China

Global
St Vincent Bersiap Hadapi Letusan Gunung La Soufriere Lagi

St Vincent Bersiap Hadapi Letusan Gunung La Soufriere Lagi

Global
Ada Efek Samping Vaksin AstraZeneca, Australia Atur Ulang Vaksinasi Covid-19

Ada Efek Samping Vaksin AstraZeneca, Australia Atur Ulang Vaksinasi Covid-19

Global
Kisah Peter Whitford, Musisi Australia yang Cinta Indonesia dan Mengidolai The Rollies

Kisah Peter Whitford, Musisi Australia yang Cinta Indonesia dan Mengidolai The Rollies

Global
Dua Tahun Tak Bertemu, Pangeran William dan Harry Akan Ambil Bagian dalam Prosesi Pemakaman Pangeran Philip

Dua Tahun Tak Bertemu, Pangeran William dan Harry Akan Ambil Bagian dalam Prosesi Pemakaman Pangeran Philip

Global
Video Viral Kucing BAB Saat Majikannya Lamaran lalu Kabur dan Hilang

Video Viral Kucing BAB Saat Majikannya Lamaran lalu Kabur dan Hilang

Global
Kecelakaan Kereta Mesir, KA Ternyata Melaju Tanpa Masinis dan Asisten

Kecelakaan Kereta Mesir, KA Ternyata Melaju Tanpa Masinis dan Asisten

Global
Pasukan Garuda di Bangui Afrika Obati Kerinduan pada Tanah Air dengan Siraman Rohani

Pasukan Garuda di Bangui Afrika Obati Kerinduan pada Tanah Air dengan Siraman Rohani

Global
komentar
Close Ads X