Putus Asa Cari Suaka, Puluhan Migran Ditemukan Sembunyi dalam Pecahan Kaca dan Abu Beracun

Kompas.com - 24/02/2021, 16:41 WIB
Dalam gambar yang diambil dari video yang disediakan oleh Guardia Civil, seorang petugas dari Guardia Civil membantu seorang pria keluar dari bawah botol kaca dalam sebuah wadah di Melilla, Spanyol, Jumat (19/2/2021). GUARDIA CIVIL via APDalam gambar yang diambil dari video yang disediakan oleh Guardia Civil, seorang petugas dari Guardia Civil membantu seorang pria keluar dari bawah botol kaca dalam sebuah wadah di Melilla, Spanyol, Jumat (19/2/2021).

MADRID, KOMPAS.com - Petugas langsung melakukan pemeriksaan setelah merasa ada yang tidak beres dari tumpukan benda berbahaya di pelabuhan Melilla, salah satu dari dua wilayah kecil Spanyol di Afrika Utara.

Petugas itu lalu menarik pisau, membuka sejumlah kantong berisi abu beracun tersebut. Kecurigaannya terbukti setelah menemukan kaki yang tidak bergerak, ada seseorang di dalam.

Dia mengangkat dan menjatuhkan kaki itu beberapa kali, tapi tak ada reaksi. Beberapa saat berlalu. Tiba-tiba kaki itu menarik ke belakang, dan seorang pemuda muncul dari abu - ketakutan dan disorientasi, tetapi hidup.

AP melaporkan, adegan mengganggu dari video itu dirilis Senin (22/2/2021) oleh Pengawal Sipil Spanyol. Insiden itu memperlihatkan betapa panjang dan besarnya risiko yang diambil para migran dan pencari suaka dalam upaya putus asa mereka untuk mencapai Eropa.

Korban selamat termasuk di antara 41 orang yang ditemukan bersembunyi di tengah kargo di area pelabuhan Melilla pada Jumat (19/2/2021). Mereka mencoba menyelinap ke atas kapal yang akan membawa para migran melintasi Laut Mediterania ke daratan Spanyol.

Empat di antaranya ditemukan terkubur dalam wadah daur ulang di bawah botol kaca, beberapa pecah dengan ujung yang tajam.

Baca juga: Sejumlah Migran Terluka karena Panjat Tembok Trump, Patroli Perbatasan AS Dituding Lalai


Daerah kantong kecil Melilla dan di dekat Ceuta, dikelilingi oleh Maroko. Wilayah ini telah menjadi target banyak migran Afrika selama bertahun-tahun.

Namun kedua wilayah tersebut berada di luar wilayah Schengen, yang punya mobilitas bebas di sebagian besar Eropa. Jadi banyak migran terjebak dalam upaya mereka untuk mencapai tanah Eropa.

Pelabuhan Melilla, tempat truk dan kontainer memulai perjalanan ke Spanyol yang bisa memakan waktu hingga tujuh jam. Jarak itu memberikan banyak cara untuk melarikan diri.

Beberapa mencoba memasuki area berpagar di pelabuhan dengan berenang. Ada juga yang bersembunyi di bawah kendaraan, lalu melompat ke atasnya saat kendaraan itu melambat atau berhenti di gerbang pelabuhan.

Halaman:

Sumber AP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Setelah Lukisannya Laku Rp 10 Miliar, Robot Humanoid Sophia Kini Merambah Dunia Musik

Setelah Lukisannya Laku Rp 10 Miliar, Robot Humanoid Sophia Kini Merambah Dunia Musik

Global
Arab Saudi Eksekusi 3 Tentara dalam Kasus 'Pengkhianatan Tinggi'

Arab Saudi Eksekusi 3 Tentara dalam Kasus "Pengkhianatan Tinggi"

Global
Viral Foto Misterius Kawanan Domba Membentuk Pola Kapal Alien

Viral Foto Misterius Kawanan Domba Membentuk Pola Kapal Alien

Global
Paus Fransiskus Puji Pangeran Philip sebagai Pengabdi Setia dalam Pernikahan dan Keluarga

Paus Fransiskus Puji Pangeran Philip sebagai Pengabdi Setia dalam Pernikahan dan Keluarga

Global
Menstruasi Sebulan Dua Kali, Wanita Ini Syok Punya Alat Kelamin Ganda

Menstruasi Sebulan Dua Kali, Wanita Ini Syok Punya Alat Kelamin Ganda

Global
Gempa di Malang Indonesia Disorot Media Asing

Gempa di Malang Indonesia Disorot Media Asing

Global
Berduka Atas Pangeran Philip, Warga Inggris Kirim Karangan Bunga dari Seluruh Negeri

Berduka Atas Pangeran Philip, Warga Inggris Kirim Karangan Bunga dari Seluruh Negeri

Global
Biksu Paling Kesepian di Dunia Tinggal Sendiri di Kuil Tengah Danau 100 mil dari Peradaban

Biksu Paling Kesepian di Dunia Tinggal Sendiri di Kuil Tengah Danau 100 mil dari Peradaban

Global
Sosok Pangeran Philip untuk Putri Diana Saat Hadapi Masa Sulit Pernikahan dengan Pangeran Charles

Sosok Pangeran Philip untuk Putri Diana Saat Hadapi Masa Sulit Pernikahan dengan Pangeran Charles

Global
Seekor Simpanse Mati Misterius, Kebun Binatang Sydney Tutup Sementara

Seekor Simpanse Mati Misterius, Kebun Binatang Sydney Tutup Sementara

Global
Ini Alasan Pangeran Philip Tidak Diberi Gelar Raja

Ini Alasan Pangeran Philip Tidak Diberi Gelar Raja

Global
Duta Besar Myanmar Desak Larangan Terbang, Embargo Senjata hingga Sanksi Dikeluarkkan PBB

Duta Besar Myanmar Desak Larangan Terbang, Embargo Senjata hingga Sanksi Dikeluarkkan PBB

Global
Menlu Retno: Inggris Dukung ASEAN Dorong Resolusi Krisis di Myanmar

Menlu Retno: Inggris Dukung ASEAN Dorong Resolusi Krisis di Myanmar

Global
Pria Ini Masturbasi di LRT, Korban Baru Dibantu Usai Viral

Pria Ini Masturbasi di LRT, Korban Baru Dibantu Usai Viral

Global
[Cerita Dunia] 8888, Demo Skala Besar di Myanmar Menentang Kekuasaan Miluter

[Cerita Dunia] 8888, Demo Skala Besar di Myanmar Menentang Kekuasaan Miluter

Internasional
komentar
Close Ads X