Kapal Penyelundup Tenggelam, 4 dari 20 Migran yang Tewas adalah Wanita Hamil

Kompas.com - 27/12/2020, 21:44 WIB
Mayat migran yang ditutupi difoto di pelabuhan Sfax, Tunisia tengah, Kamis, 24 Desember 2020. Sekitar 20 migran Afrika ditemukan tewas Kamis setelah kapal penyelundup mereka tenggelam di Laut Mediterania ketika mencoba mencapai Eropa, kata pihak berwenang Tunisia. Empat wanita yang tewas diketahui sedang mengandung (hamil). AP/Houssem ZouariMayat migran yang ditutupi difoto di pelabuhan Sfax, Tunisia tengah, Kamis, 24 Desember 2020. Sekitar 20 migran Afrika ditemukan tewas Kamis setelah kapal penyelundup mereka tenggelam di Laut Mediterania ketika mencoba mencapai Eropa, kata pihak berwenang Tunisia. Empat wanita yang tewas diketahui sedang mengandung (hamil).

TUNIS, KOMPAS.com - Empat dari 20 migran yang tewas saat mencoba mencapai Italia dengan kapal penuh sesak adalah wanita hamil.

Melansir Associated Press (AP), penjaga pantai Tunisia menemukan mayat 20 orang di lepas pantai kota Sfax pada Kamis (24/12/2020).

Mereka berhasil menyelamatkan 4 orang dan masih mencari 13 orang lainnya yang diyakini hilang.

Baca juga: Angkut 118 Migran dengan Truk Kargo, Dua Pria Ini Akhirnya Dipenjara

Kemarin pihak berwenang Tunisia, Mourad Torki mengatakan bahwa 19 dari 20 jenazah adalah wanita dengan empat di antaranya tengah hamil.

Petugas penjaga pantai dan nelayan lokal mengambil serta membawa mayat-mayat ke pantai, dan memindahkan mereka dalam kantong mayat putih untuk dibawa ke rumah sakit terdekat tempat otopsi dilakukan.

Satu orang berada di bawah pengawasan medis pada hari Jumat, kata Torki dan satu lagi melarikan diri dari rumah sakit.

Baca juga: Sekitar 140 Migran Afrika Tenggelam dalam Kecelakaan di Lepas Pantai Senegal

Kapal itu, kelebihan muatan dan dalam kondisi buruk, membawa 37 orang migran; 3 warga Tunisia dan lainnya dari sub-Sahara Afrika, kata Torki.

Kapal penjaga pantai dan penyelam Angkatan Laut sedang mencari 13 orang yang hilang, tetapi tidak menemukan mayat atau korban baru pada Jumat, di tengah angin kencang dan gelombang tinggi di daerah tersebut.

Pihak berwenang Tunisia mengatakan mereka telah mencegat beberapa kapal penyelundup migran baru-baru ini, tetapi jumlah mereka telah meningkat, terutama antara wilayah Sfax dan pulau Lampedusa di Italia.

Baca juga: Orangtua dari 545 Anak Migran yang Terpisah akibat Pemerintahan Trump Belum Ditemukan

Kapal penyelundup migran sering berangkat dari pantai Tunisia dan negara tetangga Libya membawa orang-orang dari seluruh Afrika, karena semakin banyak orang Tunisia yang melarikan diri dari kesulitan ekonomi berkepanjangan di negara mereka.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PM Israel Bela Polisinya dalam Bentrokan dengan Warga Palestina di Yerusalem

PM Israel Bela Polisinya dalam Bentrokan dengan Warga Palestina di Yerusalem

Global
BREAKING NEWS: Arab Saudi Gelar Ibadah Haji 2021

BREAKING NEWS: Arab Saudi Gelar Ibadah Haji 2021

Global
Pesta Ulang Tahun di AS Ditembaki, 6 Tewas, Pelaku Bunuh Diri

Pesta Ulang Tahun di AS Ditembaki, 6 Tewas, Pelaku Bunuh Diri

Global
Pertama di Dunia, SpaceX Kirim Satelit ke Bulan Didanai Dogecoin

Pertama di Dunia, SpaceX Kirim Satelit ke Bulan Didanai Dogecoin

Global
Pipa Bahan Bakar Terbesar Kena Serangan Siber, AS Umumkan Keadaan Darurat Nasional

Pipa Bahan Bakar Terbesar Kena Serangan Siber, AS Umumkan Keadaan Darurat Nasional

Global
Myanmar Masih Krisis, Junta Militer Dapat Investasi Rp 39 Triliun

Myanmar Masih Krisis, Junta Militer Dapat Investasi Rp 39 Triliun

Global
Uni Eropa Stop Pesan Vaksin AstraZeneca Setelah Juni

Uni Eropa Stop Pesan Vaksin AstraZeneca Setelah Juni

Global
Taliban Umumkan Gencatan Senjata Selama Idul Fitri

Taliban Umumkan Gencatan Senjata Selama Idul Fitri

Global
KABAR DUNIA SEPEKAN: Penyebab Sulitnya Perjuangan Lawan Covid-19 di India | Roket China Jatuh di Samudra Hindia

KABAR DUNIA SEPEKAN: Penyebab Sulitnya Perjuangan Lawan Covid-19 di India | Roket China Jatuh di Samudra Hindia

Global
Fasilitas Secret Service Anak-anak Trump Usai Akhir Jabatan Rp 2 Miliar per Bulan, Ditanggung Pajak Negara

Fasilitas Secret Service Anak-anak Trump Usai Akhir Jabatan Rp 2 Miliar per Bulan, Ditanggung Pajak Negara

Global
Cerita Pembelot Korut Lolos dari Perbudakan dan Kelaparan, Kini Ikut Pemilu di Inggris

Cerita Pembelot Korut Lolos dari Perbudakan dan Kelaparan, Kini Ikut Pemilu di Inggris

Global
Temuan Langka Lampu Minyak Lengkap dengan Sumbu Berusia 2.000 Tahun di Israel

Temuan Langka Lampu Minyak Lengkap dengan Sumbu Berusia 2.000 Tahun di Israel

Global
AL AS Sita Ribuan Senjata Ilegal Buatan Rusia dan China di Laut Arab

AL AS Sita Ribuan Senjata Ilegal Buatan Rusia dan China di Laut Arab

Global
Pemerintahan Trump Ketahuan Intip Telepon 3 Jurnalis Washington Post

Pemerintahan Trump Ketahuan Intip Telepon 3 Jurnalis Washington Post

Global
Kastil Drakula Jadi Tempat Vaksinasi Covid-19 untuk Turis

Kastil Drakula Jadi Tempat Vaksinasi Covid-19 untuk Turis

Global
komentar
Close Ads X