Kompas.com - 02/03/2021, 19:55 WIB
Paus Fransiskus merayakan misa Rabu Abu memimpin umat Katolik memasuki Prapaskah, di Basilika Santo Petrus di Vatikan, Rabu, 17 Februari 2021. AP PHOTO/GUGLIELMO MANGIAPANEPaus Fransiskus merayakan misa Rabu Abu memimpin umat Katolik memasuki Prapaskah, di Basilika Santo Petrus di Vatikan, Rabu, 17 Februari 2021.

VATICAN CITY, KOMPAS.com - Paus Fransiskus menyatakan, dia berkeinginan untuk meninggal di Roma, dan tak berharap dimakamkan di Argentina.

Pernyataan itu dia sampaikan kepada dokter sekaigus jurnalis Argentina, Nelson Castro, dalam buku yang dipublikasikan Senin (1/3/2021).

Castro memublikasikan buku mengenai kesehatan para pemimpin Gereja Katolik Roma, dimulai dari Paus Leo XIII yang memerintah antara 1878-1903.

Baca juga: Jelang Kunjungan Paus Fransiskus ke Irak, Paus Benediktus XVI Sampaikan Kekhawatiran

Dalam wawancaranya, Castro menanyakan apakah Paus Fransiskus memikirkan kematian, yang dijawab dia memikirkannya.

"Tentu saja tidak," kata Paus dari Ordo Jesuit itu saat ditanya apakah dia takut, seperti diberitakan New York Post.

Paus berusia 84 tahun itu menuturkan, dia ingin meninggal di Roma, baik ketika masih menjabat maupun sudah emeritus.

"Saya tidak akan kembali ke Argentina," ujar dia, menyiratkan bahwa dia ingin dikebumikan di ibu kota Italia tersebut.

Baru-baru ini, dia mengalami pegal linu yang membuatnya kesulitan untuk berdiri, menyebabkan kekhawatiran di umat.

Dia dilaporkan melewatkan beberapa misa selama Tahun Baru, karena nyeri di bagian panggul yang disebabkan kondisi kronis.

Kepada Castro, Sri Paus menceritakan pengalamannya saat mengeluarkan kista dari lobus di paru-paru kanan pada 1957.

Dia mengaku tidak merasakan batasan apapun setelah operasi, di mana orang sering salah mengira seluruh paru-paru diangkat.

Paus Fransiskus juga mengisahkan kunjungan rutin ke psikolog setiap pekan pada 1970-an, saat dia membantu orang kabur dari kediktatoran militer Argentina.

Si psikolog kemudian membantunya mengatasi ketegangan dan ketakutan yang dialami karena membantu orang dari diktator.

Dia mengaku sejak saat itu, dia masih mempunyai apa yang dia sebut "kecemasan neurotik", dan mencoba menenangkan diri dengan mendengarkan Bach.

Baca juga: Ahli Peringatkan Bahaya Kunjungan Paus Fransiskus ke Irak


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Pangeran Philip Meninggal Dunia | Penganggur Dapat Rp 13 Juta Sebulan di Finlandia

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Pangeran Philip Meninggal Dunia | Penganggur Dapat Rp 13 Juta Sebulan di Finlandia

Global
21 Pekerja Terjebak di Tambang Banjir di Xinjiang China

21 Pekerja Terjebak di Tambang Banjir di Xinjiang China

Global
St Vincent Bersiap Hadapi Letusan Gunung La Soufriere Lagi

St Vincent Bersiap Hadapi Letusan Gunung La Soufriere Lagi

Global
Ada Efek Samping Vaksin AstraZeneca, Australia Atur Ulang Vaksinasi Covid-19

Ada Efek Samping Vaksin AstraZeneca, Australia Atur Ulang Vaksinasi Covid-19

Global
Kisah Peter Whitford, Musisi Australia yang Cinta Indonesia dan Mengidolai The Rollies

Kisah Peter Whitford, Musisi Australia yang Cinta Indonesia dan Mengidolai The Rollies

Global
Dua Tahun Tak Bertemu, Pangeran William dan Harry Akan Ambil Bagian dalam Prosesi Pemakaman Pangeran Philip

Dua Tahun Tak Bertemu, Pangeran William dan Harry Akan Ambil Bagian dalam Prosesi Pemakaman Pangeran Philip

Global
Video Viral Kucing BAB Saat Majikannya Lamaran lalu Kabur dan Hilang

Video Viral Kucing BAB Saat Majikannya Lamaran lalu Kabur dan Hilang

Global
Kecelakaan Kereta Mesir, KA Ternyata Melaju Tanpa Masinis dan Asisten

Kecelakaan Kereta Mesir, KA Ternyata Melaju Tanpa Masinis dan Asisten

Global
Pasukan Garuda di Bangui Afrika Obati Kerinduan pada Tanah Air dengan Siraman Rohani

Pasukan Garuda di Bangui Afrika Obati Kerinduan pada Tanah Air dengan Siraman Rohani

Global
Intip Kisah Cinta Pangeran Philip dan Ratu Elizabeth II yang Bersemi dari Remaja

Intip Kisah Cinta Pangeran Philip dan Ratu Elizabeth II yang Bersemi dari Remaja

Internasional
Rusia Tegaskan Tak Akan Perang dengan Ukraina, tapi...

Rusia Tegaskan Tak Akan Perang dengan Ukraina, tapi...

Global
[TRIVIA] Ramadhan 2021, Ini Negara-negara dengan Waktu Puasa Tercepat dan Terlama di Dunia

[TRIVIA] Ramadhan 2021, Ini Negara-negara dengan Waktu Puasa Tercepat dan Terlama di Dunia

Internasional
Diaspora Indonesia Luncurkan Program Mengajar dengan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Diaspora Indonesia Luncurkan Program Mengajar dengan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Global
Pemuda Myanmar Sebar “Molotov” Lawan Pemutusan Internet Junta

Pemuda Myanmar Sebar “Molotov” Lawan Pemutusan Internet Junta

Global
[Biografi Tokoh Dunia] Narciso Ramos, Sang Diplomat Pendiri ASEAN

[Biografi Tokoh Dunia] Narciso Ramos, Sang Diplomat Pendiri ASEAN

Internasional
komentar
Close Ads X