Iran Tolak Pembicaraan Awal Kesepakatan Nuklir dengan AS dan UE

Kompas.com - 01/03/2021, 13:28 WIB
Juru bicara kementerian luar negeri Iran Saied Khatibzadeh memberi isyarat selama konferensi pers di Teheran pada 22 Februari 2021. AFP PHOTO/ATTA KENAREJuru bicara kementerian luar negeri Iran Saied Khatibzadeh memberi isyarat selama konferensi pers di Teheran pada 22 Februari 2021.

TEHERAN, KOMPAS.com - Iran telah menolak pertemuan awal dengan Amerika Serikat (AS) dan penandatangan lain untuk kesepakatan nuklir Iran.

Pejabat Iran dan Barat mengatakan keputusan itu dilakukan karena “posisi dan tindakan baru-baru ini dari AS dan tiga negara Eropa."

Melansir Washington Post pada Minggu (28/2/2021), Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh mengatakan Iran tidak yakin saat ini adalah waktu yang cocok untuk mengadakan pertemuan yang diusulkan.

Pejabat Barat melihat tanggapan Iran atas undangan tersebut, yang disampaikan melalui Uni Eropa akhir pekan lalu, punya makna khusus dan bukan sekadar penolakan langsung.

Menurutnya Iran tengah mencari jaminan bahwa pembicaraan akan dibatasi pada kesepakatan nuklir Joint Comprehensive Plan of Action, atau JCPOA, yang ditandatangani pada 2015 dengan Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman, Rusia, dan China.

"Subteks dari jawabannya mengatakan: Kami (Iran) akan berbicara jika ini benar-benar tentang JCPOA. Tetapi jika Anda ingin menjadikannya pebahasan masalah yang lebih besar, maka kami harus bernegosiasi,” kata seorang pejabat kepada Washington Post.

Pejabat ini dan lainnya juga menekankan tanggapan Iran datang dalam konteks pertemuan Senin (1/3/2021) dari Badan Energi Atom Internasional.

Dewan gubernur dari badan itu akan menerima dan membuat pernyataan publik tentang laporan triwulanan tentang kurangnya kepatuhan Iran terhadap kesepakatan nuklir.

Tanggapan Iran terhadap Undangan UE, menjadi pelengkap bagian dari drama acara khusus ini," kata pejabat itu.

Baca juga: Israel Dikabarkan Bangun Proyek Terbesar di Fasilitas Nuklir Rahasia

Perubahan di AS

Pemerintahan Biden sepuluh hari sebelumnya sudah menerima undangan UE untuk membahas jalan diplomatik ke depan tentang program nuklir Iran.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belasan Dokter Ditangkap dan Didakwa oleh Junta Militer Myanmar

Belasan Dokter Ditangkap dan Didakwa oleh Junta Militer Myanmar

Global
Biden Ajak Putin Bertemu, Rusia Menganggapnya Sebagai Kemenangan

Biden Ajak Putin Bertemu, Rusia Menganggapnya Sebagai Kemenangan

Global
Petugas Kebun Binatang San Diego Digigit Ular Beludak Afrika yang Tidak Ada Antivenom

Petugas Kebun Binatang San Diego Digigit Ular Beludak Afrika yang Tidak Ada Antivenom

Global
Video Ribuan Orang Ikut Ritual di Sungai Gangga, Ratusan Positif Covid-19 Setelahnya

Video Ribuan Orang Ikut Ritual di Sungai Gangga, Ratusan Positif Covid-19 Setelahnya

Global
Pengunduran Diri Belum Disetujui, Polisi Pelaku Penembakan Daunte Wright Dipertimbangkan Dipecat

Pengunduran Diri Belum Disetujui, Polisi Pelaku Penembakan Daunte Wright Dipertimbangkan Dipecat

Global
10 Tahun Berhenti, Jam Berusia 1 Abad Berdetak Lagi Setelah Diguncang Gempa

10 Tahun Berhenti, Jam Berusia 1 Abad Berdetak Lagi Setelah Diguncang Gempa

Global
Terungkap, Rusia Sebenarnya Enggan Berkonflik Langsung dengan AS

Terungkap, Rusia Sebenarnya Enggan Berkonflik Langsung dengan AS

Global
Joe Biden Bakal Tarik Pasukan AS dari Afghanistan: Perang Terlama akan Berakhir

Joe Biden Bakal Tarik Pasukan AS dari Afghanistan: Perang Terlama akan Berakhir

Global
[POPULER GLOBAL] 6 Bukti Netizen Indonesia Tidak Sopan se-Asia Tenggara | Pemilik Kargo Kapal Ever Given Patungan Bayar Ganti Rugi di Terusan Suez

[POPULER GLOBAL] 6 Bukti Netizen Indonesia Tidak Sopan se-Asia Tenggara | Pemilik Kargo Kapal Ever Given Patungan Bayar Ganti Rugi di Terusan Suez

Global
[Biografi Tokoh Dunia] Bapak Bahasa Italia, Dante Alighieri, yang Berpuisi Tentang Neraka, Api Penyucian, dan Surga

[Biografi Tokoh Dunia] Bapak Bahasa Italia, Dante Alighieri, yang Berpuisi Tentang Neraka, Api Penyucian, dan Surga

Internasional
Diduga Berebut Loker Kabin Pesawat, Pria Ini Jambak Rambut dan Seret Seorang Wanita

Diduga Berebut Loker Kabin Pesawat, Pria Ini Jambak Rambut dan Seret Seorang Wanita

Global
Jerman Campur Penggunaan Vaksin Covid-19 AstraZeneca, Ganti Dosis Kedua dengan Jenis Lain

Jerman Campur Penggunaan Vaksin Covid-19 AstraZeneca, Ganti Dosis Kedua dengan Jenis Lain

Global
Pembunuh 51 Jemaah saat Shalat Jumat di Masjid Selandia Baru Minta Status Terorisnya Dikaji

Pembunuh 51 Jemaah saat Shalat Jumat di Masjid Selandia Baru Minta Status Terorisnya Dikaji

Global
Redakan Ketegangan di Ukraina, Biden Tawarkan Putin untuk Bertemu

Redakan Ketegangan di Ukraina, Biden Tawarkan Putin untuk Bertemu

Global
Khawatir Kontaminasi Radioaktif, Korsel Siap Lawan Keputusan Pembuangan Air dari Fukushima di Pengadilan Internasional

Khawatir Kontaminasi Radioaktif, Korsel Siap Lawan Keputusan Pembuangan Air dari Fukushima di Pengadilan Internasional

Global
komentar
Close Ads X