Geng Kriminal Bentrok di Penjara, Sedikitnya 75 Narapidana Tewas

Kompas.com - 24/02/2021, 19:38 WIB
Gas air mata terlihat dari beberapa bagian penjara Turi tempat kerusuhan narapidana pecah di Cuenca, Ekuador, Selasa (23/2/2021). AP PHOTO/MARCELO SUQUILANDAGas air mata terlihat dari beberapa bagian penjara Turi tempat kerusuhan narapidana pecah di Cuenca, Ekuador, Selasa (23/2/2021).

QUITO, KOMPAS.com - Sedikitnya 75 narapidana tewas dan beberapa lainnya luka-luka akibat kerusuhan dalam sistem penjara yang penuh sesak di Ekuador.

Pihak berwenang menyatakan bentrokan terjadi karena persaingan geng di tiga penjara, melansir AFP pada Rabu (24/2/2021).

Ketika pasukan keamanan berjuang untuk mendapatkan kembali kendali, anggota keluarga yang putus asa menunggu berita di luar penjara yang terletak di kota pelabuhan barat Ekuador, Guayaquil.

Direktur Badan Pengelola Penjara (SNAI), Edmundo Moncayo mengatakan setidaknya 21 narapidana tewas di Guayaquil. Ada 33 narapidana lainnya tewas di penjara di Cuenca. Sementara delapan narapidana meninggal di Latacunga yang terletak pusat negara Amerika Selatan.

"Kami ingin daftar kematian diberikan kepada kami," kata Daniela Soria, 29 tahun. Dia adalah salah satu dari sekitar 40 wanita di luar penjara Guayaquil, banyak dari mereka menangis menanti kabar kerabatnya dalam penjara.

"Kami tahu bahwa masalah belum selesai di sana. Semua orang di sana memiliki telepon dan suami saya tidak menelepon saya," katanya kepada AFP.

Sebelumnya, Soria menerima pesan suara WhatsApp dari suaminya, Ricardo. "Mereka akan membunuhku, keluarkan aku dari sini!" dia bisa terdengar berseru dalam pesan yang diputar ulang untuk AFP. Itu adalah terakhir kali sang istri mendengar kabar dari suaminya.

Baca juga: Jejak Kriminal El Chapo, Bandar Narkoba Terbesar Dunia yang Lihai Kabur dari Penjara

Presiden Ekuador Lenin Moreno, di Twitter, mengaitkan kerusuhan itu dengan "organisasi kriminal" yang terlibat dalam "tindakan kekerasan simultan di beberapa penjara."

Pihak berwenang, katanya, "bertindak untuk merebut kembali kendali." Militer dikerahkan untuk membantu polisi memadamkan pemberontakan.

Kantor pembela umum, sebuah entitas yang mirip dengan ombudsman, yang dibentuk untuk membela hak asasi manusia, menyebut kekerasan itu sebagai "pembantaian yang belum pernah terjadi sebelumnya."

Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pangeran Philip Dimakamkan pada 17 April, Ini Rencana Prosesinya

Pangeran Philip Dimakamkan pada 17 April, Ini Rencana Prosesinya

Global
Letak Geografis Amerika Serikat dan Fakta Menariknya

Letak Geografis Amerika Serikat dan Fakta Menariknya

Internasional
Meghan Markle Tak Akan Hadiri Pemakaman Pangeran Philip, Ini Alasannya

Meghan Markle Tak Akan Hadiri Pemakaman Pangeran Philip, Ini Alasannya

Global
Pangeran Philip Dipuja Sebagai Dewa oleh Suku Pedalaman di Vanuatu

Pangeran Philip Dipuja Sebagai Dewa oleh Suku Pedalaman di Vanuatu

Global
31 Fakta Menarik Pangeran Philip dalam Perjalanan Hidupnya

31 Fakta Menarik Pangeran Philip dalam Perjalanan Hidupnya

Internasional
[UNIK GLOBAL] Lowongan Petani Stroberi di Australia Berhadiah Rp 1 Miliar | Mahkota Mrs Sri Lanka Dicopot Paksa Caroline Jurie

[UNIK GLOBAL] Lowongan Petani Stroberi di Australia Berhadiah Rp 1 Miliar | Mahkota Mrs Sri Lanka Dicopot Paksa Caroline Jurie

Global
Pemakaman Pangeran Philip Hanya Akan Dihadiri 30 Orang, Ini Daftarnya...

Pemakaman Pangeran Philip Hanya Akan Dihadiri 30 Orang, Ini Daftarnya...

Global
Setelah Lukisannya Laku Rp 10 Miliar, Robot Humanoid Sophia Kini Merambah Dunia Musik

Setelah Lukisannya Laku Rp 10 Miliar, Robot Humanoid Sophia Kini Merambah Dunia Musik

Global
Arab Saudi Eksekusi 3 Tentara dalam Kasus 'Pengkhianatan Tinggi'

Arab Saudi Eksekusi 3 Tentara dalam Kasus "Pengkhianatan Tinggi"

Global
Viral Foto Misterius Kawanan Domba Membentuk Pola Kapal Alien

Viral Foto Misterius Kawanan Domba Membentuk Pola Kapal Alien

Global
Paus Fransiskus Puji Pangeran Philip sebagai Pengabdi Setia dalam Pernikahan dan Keluarga

Paus Fransiskus Puji Pangeran Philip sebagai Pengabdi Setia dalam Pernikahan dan Keluarga

Global
Menstruasi Sebulan Dua Kali, Wanita Ini Syok Punya Alat Kelamin Ganda

Menstruasi Sebulan Dua Kali, Wanita Ini Syok Punya Alat Kelamin Ganda

Global
Gempa di Malang Indonesia Disorot Media Asing

Gempa di Malang Indonesia Disorot Media Asing

Global
Berduka Atas Pangeran Philip, Warga Inggris Kirim Karangan Bunga dari Seluruh Negeri

Berduka Atas Pangeran Philip, Warga Inggris Kirim Karangan Bunga dari Seluruh Negeri

Global
Biksu Paling Kesepian di Dunia Tinggal Sendiri di Kuil Tengah Danau 100 mil dari Peradaban

Biksu Paling Kesepian di Dunia Tinggal Sendiri di Kuil Tengah Danau 100 mil dari Peradaban

Global
komentar
Close Ads X