Buntut Kerusakan Mesin, Jepang Larang Penggunaan Pesawat Boeing 777 Bermesin Pratt & Whitney 4000

Kompas.com - 22/02/2021, 07:23 WIB
Mesin pesawat United Airlines UA328 terbakar di tengah penerbangan. Pesawat berhasil mendarat dengan satu mesin di bandara Denver, Sabtu (20/2/2021). Twitter/michaelagiulaMesin pesawat United Airlines UA328 terbakar di tengah penerbangan. Pesawat berhasil mendarat dengan satu mesin di bandara Denver, Sabtu (20/2/2021).

TOKYO, KOMPAS.com – Jepang meminta maskapai penerbangan menghindari penggunaan pesawat Boeing 777 dengan mesin Pratt & Whitney 4000 untuk lepas landas, pendaratan, dan penerbangan hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Pengumuman itu disampaikan oleh Pusat Informasi Layanan Aeronautika Jepang pada Minggu (21/2/2021) sebagaimana dilansir dari Reuters.

Baca juga: Pesawat Militer Nigeria Jatuh, Seluruh Penumpang Tewas

Pemberitahuan itu muncul setelah pesawat Boeing 777-200 milik maskapai penerbangan United Airlines di Amerika Serikat ( AS) mengalami kerusakan pada mesin kanannya.

Beruntungnya, pesawat tersebut mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Denver pada Sabtu (20/2/2021) dan seluruh penumpang selamat.

Pesawat tersebut berusia 26 tahun dan didukung oleh dua mesin Pratt & Whitney PW4000. Tidak ada korban luka dalam insiden tersebut.

Baca juga: Pesawat Milik Angkatan Udara Meksiko Kecelakaan, Seluruh Penumpang Tewas

Diberitakan Kompas.com sebelumnya, Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA) melaporkan mesin kanan Boeing 777-200 rusak tak lama setelah lepas landas.

Kepolisian Broomfield mengatakan, pesawat tersebut menjatuhkan puing-puing di beberapa lokasi di Broomfield, Colorado, AS, pada Sabtu.

Polisi AS menyatakan tidak ada korban luka yang dilaporkan atas insiden jatuhnya puing-puing pesawat tersebut.

Baca juga: Mesin Pesawat United Airlines Terbakar di Udara, Puing-puing Berjatuhan di Permukiman Penduduk

Petugas Informasi Publik Departemen Kepolisian Broomfield Rachel Welte mengatakan, setiap kerusakan pada permukiman penduduk masih dalam penilaian.

Melansir ABC News, seseorang yang mengetahui situasi tersebut bertutur, penyelidik akan fokus pada kemungkinan kerusakan mesin.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

20 Migran Tewas Dilempar ke Laut oleh Kelompok Penyelundup Manusia

20 Migran Tewas Dilempar ke Laut oleh Kelompok Penyelundup Manusia

Global
7 Orang Etnis Minoritas Hazara Diikat Lalu Ditembak Brutal di Afghanistan

7 Orang Etnis Minoritas Hazara Diikat Lalu Ditembak Brutal di Afghanistan

Global
Korban Tewas Demo Myanmar 54 Orang, Begini Respons PBB

Korban Tewas Demo Myanmar 54 Orang, Begini Respons PBB

Global
Pengadilan Turki Menolak Menambahkan Laporan AS dalam Persidangan Khashoggi

Pengadilan Turki Menolak Menambahkan Laporan AS dalam Persidangan Khashoggi

Global
Puluhan Garda Nasional AS di Gedung Capitol Jatuh Sakit Gara-gara Daging Mentah yang Disajikan

Puluhan Garda Nasional AS di Gedung Capitol Jatuh Sakit Gara-gara Daging Mentah yang Disajikan

Global
Ambergris Bisa Menguntungkan dan Legal? Ini Kumpulan Faktanya

Ambergris Bisa Menguntungkan dan Legal? Ini Kumpulan Faktanya

Internasional
Peringatan NATO: Uni Eropa Tak Bisa Bertahan jika Sendirian

Peringatan NATO: Uni Eropa Tak Bisa Bertahan jika Sendirian

Global
Bagaimana jika Tak Ada Perbedaan Waktu di Dunia? 2 Ilmuwan Ini Beberkan Penjelasannya

Bagaimana jika Tak Ada Perbedaan Waktu di Dunia? 2 Ilmuwan Ini Beberkan Penjelasannya

Internasional
China Wajibkan Pelancong Asing Tes Covid-19 dengan Swab Anal

China Wajibkan Pelancong Asing Tes Covid-19 dengan Swab Anal

Global
Sejarah Penetapan Zona Waktu di Dunia hingga Usulan Penghapusannya

Sejarah Penetapan Zona Waktu di Dunia hingga Usulan Penghapusannya

Internasional
Dinyatakan Mati, Seorang Pengendara Motor Hidup Sebelum Dibedah

Dinyatakan Mati, Seorang Pengendara Motor Hidup Sebelum Dibedah

Internasional
Sebelum Ditembak Mati dalam Demo Myanmar, Angel Ingin Sumbangkan Organ Tubuh

Sebelum Ditembak Mati dalam Demo Myanmar, Angel Ingin Sumbangkan Organ Tubuh

Global
Kematian Tentara Transgender Pertama Korea Selatan Picu Amarah Publik

Kematian Tentara Transgender Pertama Korea Selatan Picu Amarah Publik

Internasional
Selamatkan 4 Kucing dari Kapal Tenggelam, Pelaut Thailand Banjir Pujian

Selamatkan 4 Kucing dari Kapal Tenggelam, Pelaut Thailand Banjir Pujian

Internasional
3 Tentara Myanmar Mengungsi ke India daripada Turuti Perintah Junta Militer

3 Tentara Myanmar Mengungsi ke India daripada Turuti Perintah Junta Militer

Global
komentar
Close Ads X