Pembekuan Energi akibat Cuaca Ekstrem di Texas Picu Kemarahan Meksiko

Kompas.com - 19/02/2021, 14:56 WIB
Warga setempat bernama Annie Dye bermain di salju pada 17 Februari 2021 di Fort Worth, Texas, Amerika Serikat (AS), dalam badai salju yang melanda negara bagian tersebut dan menyebabkan pemadaman listrik. AFP PHOTO/GETTY IMAGES NORTH AMERICA/RON JENKINSWarga setempat bernama Annie Dye bermain di salju pada 17 Februari 2021 di Fort Worth, Texas, Amerika Serikat (AS), dalam badai salju yang melanda negara bagian tersebut dan menyebabkan pemadaman listrik.

AUSTIN, KOMPAS.com - Badai musim dingin menewaskan sedikitnya 21 orang di Texas, Amerika Serikat (AS) membuat pemadaman listrik bergulir sampai hari keenam pada Kamis (18/2/2021).

Melansir AFP pada Rabu (17/2/2021), lebih dari 20 kematian terkait badai terdata sejauh ini, termasuk kecelakaan lalu lintas di Texas, Kentucky, dan Missouri, menurut media lokal.

Di Texas kondisinya paling parah, di mana kondisi pembekuan energi mendorong perusahaan utilitas menerapkan pemadaman listrik bergilir.

Baca juga: Ribuan Penyu Laut Kedinginan Diselamatkan di Texas

Diwartakan oleh CGTN, pemadaman energi di negara bagian yang menghasilkan energi terbesar di AS itu berdampak pada negara tetangga, Meksiko.

Pembekuan telah menutup sekitar seperlima dari kapasitas penyulingan nasional dan menutup produksi minyak dan gas alam di seluruh negara bagian.

Pemadaman listrik di negara bagian itu juga mempengaruhi pembangkit listrik di Meksiko, dengan ekspor gas alam melalui pipa turun sekitar 75 persen selama seminggu terakhir, menurut data awal Refinitiv Eikon.

Baca juga: Salahkan Warga yang Menderita Badai Musim Dingin, Wali Kota di AS Mundur

Gubernur Texas Greg Abbott mengarahkan penyedia gas alam negara bagian itu untuk tidak melakukan pengiriman ke luar Texas, tetapi regulator negara bagian mengatakan mereka tidak ada hak untuk mengganggu kontrak dengan pembeli.

"Saya tidak yakin kami memiliki wewenang untuk mengacaukannya, saya juga tidak benar-benar ingin," kata Jim Wright, salah satu dari tiga anggota Komisi Kereta Api Texas, regulator minyak dan gas negara bagian.

Larangan itu memicu tanggapan dari para pejabat di Meksiko, karena ekspor pipa gas AS ke Meksiko turun menjadi 4,3 miliar kaki kubik per hari pada Rabu, turun dari rata-rata selama 30 hari terakhir sebesar 5,7 miliar, menurut data dari Refinitiv.

Baca juga: Pemadaman Listrik Bergilir di Amerika Serikat Saat Badai Musim Dingin 20 Lebih Orang Tewas

Pemerintah Meksiko memanggil perwakilan utama AS di Meksiko pada Rabu untuk menekan pasokan gas alam karena pemadaman listrik di sana telah melanda jutaan penduduk.

Gedung Putih mengatakan pada Kamis bahwa pihak mereka tengah berdiskusi dengan otoritas Meksiko dan pejabat Texas mengenai arahan Abbott.


Sumber CGTN News
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[Biografi Tokoh Dunia] Jack the Ripper, Sosok Pembunuh Misterius Abad ke-19

[Biografi Tokoh Dunia] Jack the Ripper, Sosok Pembunuh Misterius Abad ke-19

Internasional
Warga Heboh Ada Makhluk Aneh di Pohon sampai Telepon Polisi, Ternyata...

Warga Heboh Ada Makhluk Aneh di Pohon sampai Telepon Polisi, Ternyata...

Global
Warga Korea Utara Rayakan Ulang Tahun Kakek Kim Jong Un

Warga Korea Utara Rayakan Ulang Tahun Kakek Kim Jong Un

Global
Tegang dengan Ukraina, Rusia Tank Catnya dengan 'Garis Invasi'

Tegang dengan Ukraina, Rusia Tank Catnya dengan "Garis Invasi"

Global
1.000 Orang Mandi Massal di Sungai Gangga Positif Covid-19, Panitia: Kami Percaya 'Ibu' Akan Menyelamatkan

1.000 Orang Mandi Massal di Sungai Gangga Positif Covid-19, Panitia: Kami Percaya "Ibu" Akan Menyelamatkan

Global
Entesar Al-Hammadi Ditahan Houthi, Pemerintah Yaman Serukan PBB Turun Tangan

Entesar Al-Hammadi Ditahan Houthi, Pemerintah Yaman Serukan PBB Turun Tangan

Global
Olimpiade Tokyo Tanpa Ragu-ragu Harus Dibatalkan jika Covid-19 Jepang Semakin Parah

Olimpiade Tokyo Tanpa Ragu-ragu Harus Dibatalkan jika Covid-19 Jepang Semakin Parah

Global
Digigit Ular Beludak Afrika Tanpa Penawar, Ini Gejala yang Bisa Dialami Petugas San Diego Zoo

Digigit Ular Beludak Afrika Tanpa Penawar, Ini Gejala yang Bisa Dialami Petugas San Diego Zoo

Global
Entesar Al-Hammadi Diculik dan Dituduh Melakukan Tindakan Kriminal oleh Houthi

Entesar Al-Hammadi Diculik dan Dituduh Melakukan Tindakan Kriminal oleh Houthi

Global
AS Tarik Pasukan dari Afghanistan, Taliban: Kami Menang Perang

AS Tarik Pasukan dari Afghanistan, Taliban: Kami Menang Perang

Global
Kirim Pesan Cabul ke Anak Buahnya, Bos Ini Dipukul Kain Pel

Kirim Pesan Cabul ke Anak Buahnya, Bos Ini Dipukul Kain Pel

Global
Perancis Imbau Semua Warganya Tinggalkan Pakistan, Ada Apa?

Perancis Imbau Semua Warganya Tinggalkan Pakistan, Ada Apa?

Global
Ratu Elizabeth Larang Seragam Militer di Pemakaman Pangeran Philip, Demi Harry...

Ratu Elizabeth Larang Seragam Militer di Pemakaman Pangeran Philip, Demi Harry...

Global
AS Bakal Sanksi Rusia atas Tuduhan Peretasan dan Intervensi Pilpres

AS Bakal Sanksi Rusia atas Tuduhan Peretasan dan Intervensi Pilpres

Global
6 Tokoh Sejarah di Balik Kisah Pembunuhan Sadis

6 Tokoh Sejarah di Balik Kisah Pembunuhan Sadis

Internasional
komentar
Close Ads X