China Akui Ada Tentaranya yang Tewas Saat Baku Pukul Lawan India di Perbatasan

Kompas.com - 19/02/2021, 12:27 WIB
Gambar tertanggal 22 Juni 2020 menunjukkan adanya aktivitas pembangunan oleh China di Lembah Galwan. Di hari itu juga, petinggi militer India dan China telah bersepakat untuk damai. MAXAR TECHNOLOGIES via REUTERSGambar tertanggal 22 Juni 2020 menunjukkan adanya aktivitas pembangunan oleh China di Lembah Galwan. Di hari itu juga, petinggi militer India dan China telah bersepakat untuk damai.

BEIJING, KOMPAS.com - Pemerintah China akhirnya mengakui, ada tentaranya yang tewas dalam insiden baku pukul melawan pasukan India di perbatasan tahun lalu.

Dalam keterangan kementerian pertahanan, sebanyak empat prajurit tewas saat bentrok memakai tangan kosong di Lembah Galwan.

"Mereka mengorbankan diri dalam konfrontasi Juni di perbatasan melawan militer asing," jelas kementerian pertahanan.

Baca juga: China Kirim Petarung ke Perbatasan, Sebelum Baku Hantam Lawan Militer India

India dan China memperebutkan perbatasan di Region Ladakh, dan pernah terlibat perang besar pada 1962 silam.

Sejak saat itu, kedua negara saling menuding satu sama lain sudah melanggar kedaulatan dengan melewati garis depan.

Pada pertengahan Juni 2020, militer dua negara terlibat insiden baku pukul, ketegangan terpanas dalam beberapa dekade.

Dilansir AFP Jumat (19/2/2021), New Delhi mengumumkan 20 tentara mereka tewas dalam pertarungan yang juga melibatkan tongkat pemukul berduri.

Saat itu, China juga mengakui ada korban di pihak mereka. Namun, mereka tidak mendetilkannya hingga Jumat ini.

Beijing menerangkan, komandan batalion Chen Hongjun dan tiga prajurit lain mendapatkan penghargaan anumerta.

"Negeri Panda" menuding New Delhi sudah melanggar kedaulatan dengan mendirikan tenda di tempat mereka, dan memaksa mereka membela diri.

China mengeklaim mereka berhasil mengusir India, dan membuat militer lawan lari ketakutan meninggalkan teman mereka yang terbunuh atau terluka.

Ketegangan kemudian meningkat karena dua negara pemilik senjata nuklir itu mendirikan puluhan ribu tenda di garis depan masing-masing.

Suasana mereda pada pekan lalu, saat kedua pihak mengumumkan mereka sepakat untuk menarik mundur pasukan di garis depan.

Menteri Pertahanan India Rajnath Singh mengatakan, perjanjian itu secara substansial akan memulihkan situasi setidaknya sebelum baku pukul terjadi.

Baca juga: Adu Jotos dengan China di Perbatasan, 3 Tentara India Tewas


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X