Presiden Perancis: Dunia Butuh Vaksin China dan Rusia agar Menang Lawan Covid-19

Kompas.com - 19/02/2021, 06:19 WIB
Presiden Perancis Emmanuel Macron saat tiba di KTT Uni Eropa di Brussel, Belgia, pada 10 Desember 2020. XINHUA/UNI EROPAPresiden Perancis Emmanuel Macron saat tiba di KTT Uni Eropa di Brussel, Belgia, pada 10 Desember 2020.

PARIS, KOMPAS.com - Presiden Perancis Emmanuel Macron pada Minggu (14/2/2021) mengatakan bahwa vaksin buatan China dan Rusia dibutuhkan dunia untuk memenangi "perang" melawan Covid-19.

"Kita harus bekerja sama dengan China dan Rusia sehingga vaksin yang dikembangkan oleh para ilmuwan mereka terintegrasi dalam upaya multilateral yang luar biasa ini, segera setelah mereka memulai sertifikasi yang diperlukan oleh WHO (Organisasi Kesehatan Dunia)," ujarnya dalam sebuah wawancara dengan media mingguan Perancis, Le Journal du Dimanche.

Baca juga: Pemerintah Perancis Dituding Islamofobia karena Berniat Selidiki Kasus Ini

"Kita kini terlibat dalam perang melawan varian (virus corona), yang benar-benar harus berpacu dengan waktu," ujar sang presiden, menyerukan upaya global yang "cepat, efektif, dan terpadu" dalam memerangi pandemi.

Dikutip Xinhua, Presiden Perancis itu juga menyerukan upaya internasional untuk memastikan akses yang adil terhadap vaksin Covid-19, khususnya di Afrika.

Baca juga: Presiden Perancis Sebut Vaksin AstraZeneca Tampaknya Tidak Efektif untuk Lansia 65 Tahun ke Atas

"Negara-negara Afrika berhak menegur kita soal akses mereka terhadap vaksin," katanya, seraya mengungkapkan bahwa tanpa upaya lebih lanjut untuk mencapai tujuan itu, "kita tidak hanya akan menghadapi risiko kesehatan, tetapi juga etika."

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya pada bulan ini, Macron menyatakan keterbukaan negaranya untuk menerima vaksin apa pun yang disetujui oleh Badan Obat-Obatan Eropa (European Medicines Agency), yang sejauh ini baru memberikan izin untuk vaksin Pfizer-BioNTech, Moderna, dan AstraZeneca.

Minimnya vaksin yang disetujui di Eropa telah menuai kritik publik dan memicu tuntutan untuk mencari solusi alternatif. 

Baca juga: Gara-gara Covid-19, Jumlah Kunjungan Museum Louvre Perancis Anjlok


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2 WNI Selamat dari Kebakaran Rumah Australia yang Tewaskan 2 Orang

2 WNI Selamat dari Kebakaran Rumah Australia yang Tewaskan 2 Orang

Global
Telat Shalat Subuh, Arab Saudi Pecat Petugas Masjid Nabawi

Telat Shalat Subuh, Arab Saudi Pecat Petugas Masjid Nabawi

Global
Mata-mata China yang Ditahan Singapura Dulunya Mahasiswa AS

Mata-mata China yang Ditahan Singapura Dulunya Mahasiswa AS

Global
Duterte Tolak Penyelidikan Internasional soal Korban Tewas dalam Perang Anti-narkoba

Duterte Tolak Penyelidikan Internasional soal Korban Tewas dalam Perang Anti-narkoba

Global
Ketegangan Meningkat, AS Kirim Kapal Induk USS Ronald Reagan ke Laut China Selatan

Ketegangan Meningkat, AS Kirim Kapal Induk USS Ronald Reagan ke Laut China Selatan

Global
Jelang Pertemuan Biden-Putin, Rusia Luncurkan Rudal Hipersonik Kinzhal

Jelang Pertemuan Biden-Putin, Rusia Luncurkan Rudal Hipersonik Kinzhal

Global
Tragedi Konyol Pemimpin Klan Samurai Jepang Tewas Hanya karena Kentut

Tragedi Konyol Pemimpin Klan Samurai Jepang Tewas Hanya karena Kentut

Internasional
Mantan PM Israel Sebut Iran Bersukacita karena Pemerintah Sekarang Lemah

Mantan PM Israel Sebut Iran Bersukacita karena Pemerintah Sekarang Lemah

Global
Video Mobil Tenggelam dalam Lubang yang Muncul Saat Hujan Lebat di Mumbai

Video Mobil Tenggelam dalam Lubang yang Muncul Saat Hujan Lebat di Mumbai

Global
Viral Video 2016 Perlihatkan Perusahaan Jepang Minta Maaf karena Naikkan Harga Es Krim

Viral Video 2016 Perlihatkan Perusahaan Jepang Minta Maaf karena Naikkan Harga Es Krim

Global
Presiden Ukraina Ngotot Ingin Bertemu Biden, Bahas Keanggotaan NATO

Presiden Ukraina Ngotot Ingin Bertemu Biden, Bahas Keanggotaan NATO

Global
Tersangka Pembunuhan Keluarga Muslim Kanada Didakwa atas Aksi Terorisme

Tersangka Pembunuhan Keluarga Muslim Kanada Didakwa atas Aksi Terorisme

Global
Kuburan Massal Berisi 123 Korban ISIS Terungkap 2 Tahun setelah Kekalahan Kelompok Itu

Kuburan Massal Berisi 123 Korban ISIS Terungkap 2 Tahun setelah Kekalahan Kelompok Itu

Global
Hindari Lockdown, Pegawai Microsoft Sempat Harus Tidur di Pusat Data

Hindari Lockdown, Pegawai Microsoft Sempat Harus Tidur di Pusat Data

Global
Hamas Desak Warga Palestina “Lawan” Parade Bendera Israel di Yerusalem

Hamas Desak Warga Palestina “Lawan” Parade Bendera Israel di Yerusalem

Global
komentar
Close Ads X