Taliban Tetap Jalin Hubungan Dekat dengan Al Qaeda Meski Terikat Janji kepada AS

Kompas.com - 19/02/2021, 05:00 WIB
Para anggota Taliban menyerahkan senjata mereka dan bergabung dengan upaya rekonsiliasi serta reintegrasi dari pemerintah Afghanistan di Jalalabad, 25 Juni 2020. REUTERS/PARWIZPara anggota Taliban menyerahkan senjata mereka dan bergabung dengan upaya rekonsiliasi serta reintegrasi dari pemerintah Afghanistan di Jalalabad, 25 Juni 2020.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Taliban Afghanistan menjaga hubungan dekat dengan Al Qaeda meskipun berjanji untuk berhenti bekerja sama dengan kelompok teroris.

“Para militan diizinkan untuk melakukan pelatihan di Afghanistan dan mengerahkan pejuang bersama pasukannya,” menurut kepala panel PBB yang memantau pemberontakan, melansir NBC News pada Rabu (17/2/2021).

Hubungan Taliban dengan Al Qaeda terus berlanjut meskipun pemberontak menandatangani perjanjian dengan AS setahun yang lalu. Perjanjian itu melarang Taliban bekerja sama dengan atau menampung kelompok-kelompok teroris.

Menteri Luar Negeri pemerintahan Trump Mike Pompeo dalam pernyataan publiknya bahkan dengan percaya diri bahwa Taliban telah " putus hubungan" dengan kelompok teroris.

"Masih jelas ada hubungan dekat antara Al Qaeda dan Taliban," kata Edmund Fitton-Brown, koordinator panel PBB yang bertanggung jawab melacak Taliban dan kelompok teroris di Afghanistan.

Laporan Tim Dukungan Analitik dan Pemantauan Sanksi PBB, sebagian didasarkan pada informasi yang dibagikan oleh badan intelijen pemerintah asing.

"Kami yakin bahwa pimpinan puncak Al Qaeda masih di bawah perlindungan Taliban," katanya.

Menurut laporan terakhir tim pemantau PBB pada Januari, ada 200 hingga 500 pejuang Al Qaeda di sekitar 11 provinsi Afghanistan.

Para ahli mengatakan, memisahkan dua kelompok yang telah hidup dan berjuang bersama selama beberapa dekade, dan bahkan melakukan pernikahan silang antar anggotanya, akan mempersulit proses “pemutusan hubungan”.

Baca juga: Pasca Perjanjian Damai, Serangan Taliban Masih Meningkat di Ibu Kota Afghanistan

Aliansi lama Taliban dengan Al Qaeda menjadi pembahasan ketika para menteri pertahanan NATO bertemu Rabu dan Kamis minggu ini. Mereka mempertimbangkan tenggat waktu Mei untuk penarikan pasukan seperti yang dipersyaratkan oleh kesepakatan AS-Taliban.

Halaman:

Sumber NBC News
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Unik, Alat Tes Covid-19 untuk Anak-anak Ini Berbentuk Lolipop

Unik, Alat Tes Covid-19 untuk Anak-anak Ini Berbentuk Lolipop

Global
Gadis Ini Jadi Korban Ledakan Bom Afghanistan: Mungkin Mereka Tak Ingin Kami Sekolah

Gadis Ini Jadi Korban Ledakan Bom Afghanistan: Mungkin Mereka Tak Ingin Kami Sekolah

Global
Penyair Myanmar Tewas Setelah Ditangkap Junta, Organ Dalam Tubuhnya Hilang

Penyair Myanmar Tewas Setelah Ditangkap Junta, Organ Dalam Tubuhnya Hilang

Global
Tak Sadar Jilati Ubur-ubur Beracun, Pria Ini Beruntung Lolos dari Maut

Tak Sadar Jilati Ubur-ubur Beracun, Pria Ini Beruntung Lolos dari Maut

Global
Sejarah yang Terlupakan dari Tenggelamnya Kapal Titanic, 6 Penumpang Tionghoa Selamat

Sejarah yang Terlupakan dari Tenggelamnya Kapal Titanic, 6 Penumpang Tionghoa Selamat

Global
Inspirasi Energi: Mengapa Minyak Bumi Tidak Dapat Diperbarui

Inspirasi Energi: Mengapa Minyak Bumi Tidak Dapat Diperbarui

Global
UPDATE: Penusukan di Supermarket Selandia Baru Lukai 4 Orang

UPDATE: Penusukan di Supermarket Selandia Baru Lukai 4 Orang

Global
Penusukan di Supermarket Selandia Baru, Korban Luka 5 Orang, 3 Kritis

Penusukan di Supermarket Selandia Baru, Korban Luka 5 Orang, 3 Kritis

Global
100 Hari Kudeta Myanmar: Rangkuman Peristiwa dan Perkembangan Terkini

100 Hari Kudeta Myanmar: Rangkuman Peristiwa dan Perkembangan Terkini

Global
Warga Palestina Digusur dari Yerusalem, Jalur Gaza Luncurkan 3 Roket ke Israel

Warga Palestina Digusur dari Yerusalem, Jalur Gaza Luncurkan 3 Roket ke Israel

Global
Bayar untuk Wisata, Sekelompok Lansia Ini Malah Dibawa ke Pemakaman

Bayar untuk Wisata, Sekelompok Lansia Ini Malah Dibawa ke Pemakaman

Global
Roket hingga Stasiun Luar Angkasa yang Pernah Jatuh ke Bumi dari Tahun ke Tahun

Roket hingga Stasiun Luar Angkasa yang Pernah Jatuh ke Bumi dari Tahun ke Tahun

Internasional
Israel dan Korea Selatan Bakal Jalin Perdagangan Bebas

Israel dan Korea Selatan Bakal Jalin Perdagangan Bebas

Global
Sepupu Ratu Elizabeth II Tawarkan Investor Akses ke Kremlin demi Keuntungan Pribadi

Sepupu Ratu Elizabeth II Tawarkan Investor Akses ke Kremlin demi Keuntungan Pribadi

Global
Wanita Ini Jatuh Saat Menari di Tepi Balkon Lantai 25, Penghuni Apartemen Buru-buru Pindah

Wanita Ini Jatuh Saat Menari di Tepi Balkon Lantai 25, Penghuni Apartemen Buru-buru Pindah

Global
komentar
Close Ads X