Kompas.com - 11/01/2021, 18:20 WIB
Dalam foto file Kamis 18 Juni 2020 ini, Presiden Donald Trump melihat ponselnya selama pertemuan meja bundar dengan para gubernur tentang pembukaan kembali bisnis kecil Amerika, di Ruang Makan Negara Gedung Putih di Washington. AP/Alex BrandonDalam foto file Kamis 18 Juni 2020 ini, Presiden Donald Trump melihat ponselnya selama pertemuan meja bundar dengan para gubernur tentang pembukaan kembali bisnis kecil Amerika, di Ruang Makan Negara Gedung Putih di Washington.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Situs web Parler telah menghilang setelah Amazon menarik dukungan terhadap jaringan sosial yang mengedepankan 'Kebebasan Berbicara' itu.

Melansir Stuff, Parler sebelumnya dirumorkan menjadi media sosial yang akan menjadi 'sarang' Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump setelah Twitter memblokir akunnya.

CEO Parler John Matze mengatakan bahwa perusahaan media sosialnya telah dihentikan oleh hampir semua aliansi bisnisnya setelah Amazon, Apple dan Google mengakhiri perjanjian dengan Parler.

Baca juga: Diblokir Media Sosial? Tidak Masalah, Trump Sebut Akan Bikin Platform Sendiri...

Sebelumnya, Trump diperkirakan akan beralih ke Parler, menjadikan media itu corong provakatifnya seperti dia menggunakan Twitter beberapa waktu yang lalu.

Trump telah men-twit serangkaian tulisan kepada pengikutnya sehingga memunculkan banyak kabar hoaks mulai dari awal pemilihan sampai kerusuhan yang terjadi di Capitol Hill Rabu 6 Januari lalu.

Sebelumnya diwartakan Kompas.com bahwa Twitter memblokir akun Trump untuk selamanya setelah berdiri hampir 12 tahun pada Jumat (8/1/2021).

Baca juga: Selamat Jalan, Akun Twitter Donald Trump...

Sementara Facebook dan Instagram menangguhkan akun presiden AS itu sampai setidaknya sampai Hari Pelantikan Presiden terpilih Joe Biden.

Twit terakhir Trump kepada 89 juta pengikutnya adalah dia tidak akan menghadiri pelantikan presiden terpilih Joe Biden pada 20 Januari mendatang dan memberi izin kepada pendukung anarkisnya untuk berkumpul di Washington sekali lagi.

Para pakar bertaruh bahwa Trump akan muncul di Parler, platform yang sudah dipakai 2 tahun terakhir ini oleh pendukung anarkisnya, Proud Boys.

Baca juga: Ini Twit Terakhir Trump Sebelum Akunnya Ditutup Permanen oleh Twitter

Namun, ada kemunginan bahwa Trump juga akan membuat platform media sosialnya sendiri walau tidak akan muncul dalam waktu sekejap.

Trump mengatakan, "Kami telah bernegosiasi dengan berbagai situs lain, dan akan segera mengumumkan secara besar-besaran, sementara kami juga melihat kemungkinan membangun platform kami sendiri dalam waktu dekat."

Adapun tentang Parler yang kini tidak mendapatkan banyak dukungan sehingga situs web-nya raib dari peredaran, karena CEO Parler John Matze mendukung kebebasan berbicara, termasuk untuk Trump yang jelas-jelas sudah memprovokasi massa.

Baca juga: Twitter Ancam Blokir Trump Selamanya karena Dianggap Terus Menyulut Kerusuhan

 

“Standar yang tidak berlaku untuk Twitter, Facebook atau bahkan Apple sendiri, berlaku untuk Parler," ujarnya dalam intonasi yang mendukung kepada Trump.

Dia berkata bahwa dia "tidak akan menyerah pada perusahaan yang bermotivasi politik dan pihak berwenang yang membenci kebebasan berbicara."

Baca juga: Twitter Juga Blokir Twit Trump dari Akun @POTUS


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X