Begitu Ingin Menyingkirkan Trump, Ketua DPR AS: Dia adalah Ancaman

Kompas.com - 11/01/2021, 11:48 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ketika memberikan pidato kenegaraan (State of the Union) dalam sesi gabungan Kongres AS di DPR, Capitol Hill, Washington, pada 4 Februari 2020. Duduk di belakangnya adalah Wakil Presiden Mike Pence, dan Ketua DPR AS Nancy Pelosi. REUTERS/LEAH MILLISPresiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ketika memberikan pidato kenegaraan (State of the Union) dalam sesi gabungan Kongres AS di DPR, Capitol Hill, Washington, pada 4 Februari 2020. Duduk di belakangnya adalah Wakil Presiden Mike Pence, dan Ketua DPR AS Nancy Pelosi.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Ketua DPR AS Nancy Pelosi menyatakan, Presiden Donald Trump harus secepatnya disingkirkan dari Gedung Putih.

Pelosi menegaskan, Partai Demokrat yang menguasai DPR AS bakal segera menelurkan artikel pemakzulan pada Senin (11/1/2021).

Sementara Demokrat menyiapkannya, Pelosi meminta supaya kabinet sang presiden yang berinisiatif mengaktifkan Amendemen 25.

Baca juga: DPR AS Bersiap Rilis Artikel Pemakzulan Kedua ke Trump

Amendemen itu bisa menempatkan Wakil Presiden Mike Pence sebagai presiden interim, jika dia dan mayoritas kabinet menyatakan Trump tak layak menjabat.

Jika Pence sampai tidak setuju, Ketua DPR AS sejak 2019 itu menegaskan mereka akan segera merumuskan artikel pemakzulan.

Dalam wawancara dalam program CBS 60 Minutes, Nancy Pelosi menyatakan dia melakukannya untuk melindungi konstitusi dan demokrasi AS.

"Presiden saat ini adalah ancaman bagi keduanya. Horor penyerangan yang dia sulut semakin intensif. Kami pun harus bergerak cepat," kata dia.

Dilansir AFP Minggu (10/1/2021), Trump bakal menjadi presiden pertama dalam sejarah AS yang coba dimakzulkan dua kali.

Pemakzulannya terjadi pertama pada Desember 2019, setelah dia dituding menekan Ukraina agar menginvestigasi Joe Biden.

Baca juga: Sang Terminator: Trump adalah Presiden Terburuk Sepanjang Masa

Saat itu dalam sidang yang digelar Januari 2020, Senat yang dikuasai Partai Republik menyelamatkan sang presiden.

Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria Ini Nikahi Istrinya 4 Kali dalam 37 Hari, demi Cuti Maksimal dari Kantor

Pria Ini Nikahi Istrinya 4 Kali dalam 37 Hari, demi Cuti Maksimal dari Kantor

Global
Tangkapan Terbesar, 200 Ton Cangkang Kerang Raksasa Langka Disita

Tangkapan Terbesar, 200 Ton Cangkang Kerang Raksasa Langka Disita

Global
Rakyat Inggris Berbondong-bondong Beri Pangeran Philip Penghormatan

Rakyat Inggris Berbondong-bondong Beri Pangeran Philip Penghormatan

Global
Kondisi Alexei Navalny Kritis di Penjara Rusia, Terancam Meninggal

Kondisi Alexei Navalny Kritis di Penjara Rusia, Terancam Meninggal

Global
Kisah Jess, Model yang Foto Telanjangnya Beredar di Internet, Mengusut Penyebarnya

Kisah Jess, Model yang Foto Telanjangnya Beredar di Internet, Mengusut Penyebarnya

Global
8 Tokoh Dunia Punya Cara Unik untuk Bekerja, Apa Sajakah Itu?

8 Tokoh Dunia Punya Cara Unik untuk Bekerja, Apa Sajakah Itu?

Internasional
Militer Myanmar Akan Bebaskan 23.000 Tahanan Jelang Tahun Baru Buddha

Militer Myanmar Akan Bebaskan 23.000 Tahanan Jelang Tahun Baru Buddha

Global
Ayah dari Remaja dengan AK-47 di Times Square, Tewas dalam Baku Tembak dengan Polisi Bulan Lalu

Ayah dari Remaja dengan AK-47 di Times Square, Tewas dalam Baku Tembak dengan Polisi Bulan Lalu

Global
Remaja 18 Tahun Ditangkap dengan AK-47 di Stasiun Kereta Bawah Times Square

Remaja 18 Tahun Ditangkap dengan AK-47 di Stasiun Kereta Bawah Times Square

Global
“Senang Dilihat,” Reuni William dan Harry Jadi Obat bagi Pendukung Monarki Inggris

“Senang Dilihat,” Reuni William dan Harry Jadi Obat bagi Pendukung Monarki Inggris

Global
[UNIK GLOBAL] Jam Berusia 1 Abad Berdetak Lagi Setelah Gempa | Budidaya Melon Jepang dengan Pinjat dan Musik

[UNIK GLOBAL] Jam Berusia 1 Abad Berdetak Lagi Setelah Gempa | Budidaya Melon Jepang dengan Pinjat dan Musik

Global
Para Junior Pangeran Philip di Sekolah Gordonstoun Beri Penghormatan di Tengah Laut

Para Junior Pangeran Philip di Sekolah Gordonstoun Beri Penghormatan di Tengah Laut

Global
Wanita Telanjang Dada Muncul di Pemakaman Pangeran Philip

Wanita Telanjang Dada Muncul di Pemakaman Pangeran Philip

Global
Ratu Elizabeth II Duduk Sendiri Selama Upacara Pemakaman Pangeran Philip, Kenapa?

Ratu Elizabeth II Duduk Sendiri Selama Upacara Pemakaman Pangeran Philip, Kenapa?

Global
Narsisis, Apa Buruknya?

Narsisis, Apa Buruknya?

Internasional
komentar
Close Ads X