Sejumlah Pendukung Trump Ingin Wapres AS Digantung karena Dianggap Berkhianat

Kompas.com - 11/01/2021, 11:11 WIB
Pendukung Presiden Amerika Serikat Donald Trump berkumpul di depan Gedung US Capitol di Washington, Amerika Serikat, Rabu (6/1/2021). Hari pengesahan kemenangan presiden terpilih Joe Biden oleh Kongres di Gedung Capitol diwarnai penyerbuan massa pendukung Donald Trump dalam upaya menggagalkan anggota parlemen dari tugas konstitusional mereka. ANTARA FOTO/REUTERS/STEPHANIE KEPendukung Presiden Amerika Serikat Donald Trump berkumpul di depan Gedung US Capitol di Washington, Amerika Serikat, Rabu (6/1/2021). Hari pengesahan kemenangan presiden terpilih Joe Biden oleh Kongres di Gedung Capitol diwarnai penyerbuan massa pendukung Donald Trump dalam upaya menggagalkan anggota parlemen dari tugas konstitusional mereka.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com – Sejumlah pendukung Presiden Amerika Serikat ( AS) Donald Trump dalam kerusuhan Gedung Capitol berteriak ingin menggantung Wakil Presiden AS Mike Pence.

Adalah fotografer kantor berita Reuters, Jim Bourg, yang mendengar teriakan pendukung Trump yang ingin menemukan Pence dan menggantungnya saat penyerbuan Gedung Capitol pada 6 Januari.

"Itu adalah kalimat yang terus diulangi. Ada banyak juga yang berbicara tentang bagaimana wakil presiden harus dieksekusi,” tulis Bourg di Twitter.

Baca juga: Sang Terminator: Trump adalah Presiden Terburuk Sepanjang Masa

Menurut CNN, Pence dan keluarganya mendengar massa yang marah berteriak "di mana Mike Pence" ketika mereka menyerbu Gedung Capitol.

Kerusuhan tersebut meletus pekan lalu ketika Kongres AS menghitung suara elektoral hasil pemilu AS dan selanjutnya mengesahkan kemenangan Joe Biden dalam pemilu AS.

Massa pendukung Trump melanggar penghalang di Gedung Capitol, masuk ke dalam gedung, dan menggeledah kantor anggota Kongres AS.

Baca juga: DPR AS Bersiap Rilis Artikel Pemakzulan Kedua ke Trump

Aparat keamanan lantas berusahan sekuat tenaga menghalangi para perusuh dan megevakuasi anggota Kongres AS dan Pence sebagaimana dilansir dari Business Insider, Jumat (8/1/2021) pekan lalu.

Situasi dalam kerusuhan tersebut cukup mencekam, sejumlah staf Gedung Putih mencoba berlindung di dalam kantor.

Kerusuhan tersebut mengakibatkan lima orang tewas. Salah satunya adalah seorang wanita yang tewas setelah tertembak.

Baca juga: Joe Biden Justru Senang Trump Tak Hadiri Acara Pelantikannya

Seorang petugas Kepolisian Capitol juga tewas karena dipukul hingga tewas oleh para pendukung presiden, sedangkan tiga orang lainnya meninggal karena keadaan darurat medis.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tepi Barat Direncankan Lockdown 2 Pekan Saat Lonjakan Kasus Covid-19 Capai 180.000

Tepi Barat Direncankan Lockdown 2 Pekan Saat Lonjakan Kasus Covid-19 Capai 180.000

Global
Rusia dan Austria Sepakat Bahas Pengiriman dan Produksi Vaksin Sputnik V

Rusia dan Austria Sepakat Bahas Pengiriman dan Produksi Vaksin Sputnik V

Global
Pengakuan Pangeran Harry: Mundur dari Tugas Kerajaan karena Media Inggris “Toxic”

Pengakuan Pangeran Harry: Mundur dari Tugas Kerajaan karena Media Inggris “Toxic”

Global
Viral Video Orang Shalat di Tengah Jalan, Dijaga Pengendara Motor sampai Selesai

Viral Video Orang Shalat di Tengah Jalan, Dijaga Pengendara Motor sampai Selesai

Global
Berkat Kaleng Minuman Ringan, Kasus Pembunuhan Berusia 40 Tahun Terungkap

Berkat Kaleng Minuman Ringan, Kasus Pembunuhan Berusia 40 Tahun Terungkap

Global
Kepulangan Shamima Begum Gadis Eks ISIS Ditolak MA Inggris

Kepulangan Shamima Begum Gadis Eks ISIS Ditolak MA Inggris

Global
Ratu Inggris Cerita Pengalaman Suntik Vaksin Covid-19 Agar Rakyatnya Tak Ragu Lagi

Ratu Inggris Cerita Pengalaman Suntik Vaksin Covid-19 Agar Rakyatnya Tak Ragu Lagi

Global
Peneliti AS Berhasil 'Memanen' Sinar Matahari dari Luar Angkasa

Peneliti AS Berhasil "Memanen" Sinar Matahari dari Luar Angkasa

Global
Al-Qaeda Punya Pimpinan Baru, Panggilannya 'Pedang Pembalasan'

Al-Qaeda Punya Pimpinan Baru, Panggilannya "Pedang Pembalasan"

Global
Dubes Italia Ditembak Mati di RD Kongo, Istri: Dia Dikhianati

Dubes Italia Ditembak Mati di RD Kongo, Istri: Dia Dikhianati

Global
[Cerita Dunia]: Bos dari Segala Bos, Miguel Angel Felix Gallardo, “Arsitek” Perang Narkoba

[Cerita Dunia]: Bos dari Segala Bos, Miguel Angel Felix Gallardo, “Arsitek” Perang Narkoba

Global
Istri Bandar Narkoba El Chapo Menyerahkan Diri secara Sukarela

Istri Bandar Narkoba El Chapo Menyerahkan Diri secara Sukarela

Global
Usai Divaksin Covid-19, Mantan Presiden AS Jimmy Carter Kembali Aktif di Gereja

Usai Divaksin Covid-19, Mantan Presiden AS Jimmy Carter Kembali Aktif di Gereja

Global
Ini Potongan 2 Bukti Putra Mahkota Arab Saudi Terlibat Pembunuhan Jamal Khashoggi

Ini Potongan 2 Bukti Putra Mahkota Arab Saudi Terlibat Pembunuhan Jamal Khashoggi

Global
Hilang 15 Tahun, Kucing Ini Akhirnya Kembali ke Pelukan Majikannya

Hilang 15 Tahun, Kucing Ini Akhirnya Kembali ke Pelukan Majikannya

Global
komentar
Close Ads X