Ketua DPR AS dan Jenderal Pentagon Bahas Cara Mencegah Trump Melakukan "Aksi Militer"

Kompas.com - 10/01/2021, 17:20 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) dan Ketua DPR AS dari Partai Demokrat Nancy Pelosi. AFP/MANDEL NGAN, SAUL LOEBPresiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) dan Ketua DPR AS dari Partai Demokrat Nancy Pelosi.

WASHINGTON DC, KOMPAS,com - Di tengah kekhawatiran yang berkembang tentang apa yang mungkin dilakukan oleh Presiden AS Donald Trump selama hari-hari terakhirnya menjabat, Ketua DPR Nancy Pelosi mengungkapkan pada Jumat (8/1/2021) bahwa dia telah bertanya kepada Jenderal tertinggi Pentagon tentang langkah-langkah apa yang bisa diambil untuk mencegah presiden meluncurkan serangan senjata nuklir.

Kemungkinan aksi militer Trump itu, meski tampaknya kecil, mungkin akan menjadi bahan pertimbangan dalam upaya Pelosi dan beberapa pemimpin nasional lainnya untuk memecat Trump dari jabatannya, bahkan sebelum masa jabatannya berakhir pada 20 Januari nanti.

Baca juga: Trump Berniat Kerahkan Tentara untuk Lindungi Pendukung Saat Demo di Capitol

“Pagi ini, saya berbicara dengan Ketua Kepala Staf Gabungan (Jenderal) Mark Milley untuk membahas tindakan pencegahan yang ada untuk mencegah presiden yang tidak stabil memulai permusuhan militer atau mengakses kode peluncuran dan memerintahkan serangan nuklir,” tulis Pelosi dalam sebuah surat kepada rekan-rekannya dari Partai Demokrat di DPR.

Ketika diminta untuk mengonfirmasi pembicaraan itu, juru bicara Jenderal Milley mengatakan kepada VOA, “Dia menjawab pertanyaannya mengenai proses otoritas kode nuklir.”

Namun, juru bicara tersebut tidak merinci apa yang dikatakan dalam pembicaraan telepon itu.

Presiden AS memiliki kewenangan tunggal untuk memerintahkan peluncuran senjata nuklir dan tidak memerlukan persetujuan Kongres maupun penasihat militernya.

Tetapi jika seorang komandan militer AS memutuskan, atas nasihat para pengacaranya, bahwa perintah Presiden semacam itu ilegal, maka perintah itu dapat ditolak.

Para pemimpin Pentagon dulu dan sekarang juga mengatakan mereka tidak akan mematuhi perintah ilegal dari Presiden.

Baca juga: Beda dengan Trump, Wapres AS Mike Pence Bakal Hadir di Pelantikan Biden


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kali Ini, AS-China Sepakat Perangi Perubahan Iklim

Kali Ini, AS-China Sepakat Perangi Perubahan Iklim

Global
Setelah Pemakaman Pangeran Philip, Harry dan William Terlihat sedang Mengobrol

Setelah Pemakaman Pangeran Philip, Harry dan William Terlihat sedang Mengobrol

Global
Diminta Foto untuk Bukti Terima Paket, Orang Filipina Berpose Aneh-aneh

Diminta Foto untuk Bukti Terima Paket, Orang Filipina Berpose Aneh-aneh

Global
Pria Ini Nikahi Istrinya 4 Kali dalam 37 Hari, demi Cuti Maksimal dari Kantor

Pria Ini Nikahi Istrinya 4 Kali dalam 37 Hari, demi Cuti Maksimal dari Kantor

Global
Tangkapan Terbesar, 200 Ton Cangkang Kerang Raksasa Langka Disita

Tangkapan Terbesar, 200 Ton Cangkang Kerang Raksasa Langka Disita

Global
Rakyat Inggris Berbondong-bondong Beri Pangeran Philip Penghormatan

Rakyat Inggris Berbondong-bondong Beri Pangeran Philip Penghormatan

Global
Kondisi Alexei Navalny Kritis di Penjara Rusia, Terancam Meninggal

Kondisi Alexei Navalny Kritis di Penjara Rusia, Terancam Meninggal

Global
Kisah Jess, Model yang Foto Telanjangnya Beredar di Internet, Mengusut Penyebarnya

Kisah Jess, Model yang Foto Telanjangnya Beredar di Internet, Mengusut Penyebarnya

Global
8 Tokoh Dunia Punya Cara Unik untuk Bekerja, Apa Sajakah Itu?

8 Tokoh Dunia Punya Cara Unik untuk Bekerja, Apa Sajakah Itu?

Internasional
Militer Myanmar Akan Bebaskan 23.000 Tahanan Jelang Tahun Baru Buddha

Militer Myanmar Akan Bebaskan 23.000 Tahanan Jelang Tahun Baru Buddha

Global
Ayah dari Remaja dengan AK-47 di Times Square, Tewas dalam Baku Tembak dengan Polisi Bulan Lalu

Ayah dari Remaja dengan AK-47 di Times Square, Tewas dalam Baku Tembak dengan Polisi Bulan Lalu

Global
Remaja 18 Tahun Ditangkap dengan AK-47 di Stasiun Kereta Bawah Times Square

Remaja 18 Tahun Ditangkap dengan AK-47 di Stasiun Kereta Bawah Times Square

Global
“Senang Dilihat,” Reuni William dan Harry Jadi Obat bagi Pendukung Monarki Inggris

“Senang Dilihat,” Reuni William dan Harry Jadi Obat bagi Pendukung Monarki Inggris

Global
[UNIK GLOBAL] Jam Berusia 1 Abad Berdetak Lagi Setelah Gempa | Budidaya Melon Jepang dengan Pinjat dan Musik

[UNIK GLOBAL] Jam Berusia 1 Abad Berdetak Lagi Setelah Gempa | Budidaya Melon Jepang dengan Pinjat dan Musik

Global
Para Junior Pangeran Philip di Sekolah Gordonstoun Beri Penghormatan di Tengah Laut

Para Junior Pangeran Philip di Sekolah Gordonstoun Beri Penghormatan di Tengah Laut

Global
komentar
Close Ads X