Takut Warganya Pakai Bahasa Gaul Korsel, Kim Jong Un Ancam Masukkan ke Kamp Kerja Paksa

Kompas.com - 07/01/2021, 18:23 WIB
Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un berpose sejenak usai menulis pesan pergantian tahun kepada rakyatnya. Twitter @DPRK_NewsPemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un berpose sejenak usai menulis pesan pergantian tahun kepada rakyatnya.

PYONGYANG, KOMPAS.com - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un disebut mengancam kirim warganya ke kamp kerja paksa, jika mereka ketahuan pakai bahasa gaul khas Korea Selatan ( Korsel).

Karena itu, otoritas negara yang dikenal sangat tertutup itu dilaporkan bakal menginspeksi setiap ponsel warganya.

Baca juga: Kim Jong Un Berjanji Perkuat Pertahanan Korea Utara demi Perdamaian

Penduduk Korut dilarang untuk menggunakan bahasa slang seperti chal-ka (sampai bertemu lagi), atau ty (thank you atau terima kasih).

Pemerintah Korea Utara sebelumnya sudah melarang penduduknya untuk tidak menonton berbagai tayangan dari Korea Selatan.

Penduduk setempat kepada media Jepang menuturkan, mereka bakal dicurigai menonton drama Korsel jika sampai ada bahasa gaul di ponsel mereka.

"Inspektur juga melakukan pemeriksaan untuk pesan teks untuk segala rumor dan komplain terkait kesulitan karena Covid-19," ujar warga itu.

Meski begitu, sumber tersebut mengungkapkan bahwa generasi muda dari negara penganut ideologi Juche itu sangat pintar.

Dilansir The Sun Kamis (7/1/2021), mereka segera menghapusnya tak lama setelah mengirim pesan kepada teman-temannya.

Dalam dokumen yang dilaporkan bocor, Kim Jong Un menyatakan "Negeri Ginseng" merupakan boneka Amerika Serikat (AS).

Bahkan, pemimpin ketiga dari Dinasti Kim itu melarang kata oppa (sebutan kakak dari perempuan untuk laki-laki).

"Ini adalah contoh bagaimana pengucapan sesat yang dilakukan negara boneka itu, yang sudah menyebar di masyarakat kita," ulas Kim.

Baca juga: Kim Jong Un Akui Ada Kesalahan dalam Penanganan Ekonomi Korea Utara


Sumber The Sun
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER GLOBAL] Video Kebrutalan Aparat Myanmar Beredar | Dukacita Banjiri Upacara Pemakaman Kyal Sin

[POPULER GLOBAL] Video Kebrutalan Aparat Myanmar Beredar | Dukacita Banjiri Upacara Pemakaman Kyal Sin

Global
[Biografi Tokoh Dunia] Min Aung Hlaing, Pewaris Junta di Balik Kudeta Berdarah Myanmar

[Biografi Tokoh Dunia] Min Aung Hlaing, Pewaris Junta di Balik Kudeta Berdarah Myanmar

Internasional
Paus Fransiskus ke Irak, Ini Agendanya Selama 4 Hari

Paus Fransiskus ke Irak, Ini Agendanya Selama 4 Hari

Global
Kekerasan Junta Militer Meningkat, KBRI Yangon Siaga II

Kekerasan Junta Militer Meningkat, KBRI Yangon Siaga II

Global
Paus Fransiskus Tiba di Irak, Begini Sambutan Untuknya...

Paus Fransiskus Tiba di Irak, Begini Sambutan Untuknya...

Global
Merasa Masih Ada Ancaman, Garda Nasional Diminta Menjaga Gedung Capitol 2 Bulan Lagi

Merasa Masih Ada Ancaman, Garda Nasional Diminta Menjaga Gedung Capitol 2 Bulan Lagi

Global
Bocah 4 Tahun Cidera Kepala Serius Setelah Jatuh dari Eskalator Mal Rusia

Bocah 4 Tahun Cidera Kepala Serius Setelah Jatuh dari Eskalator Mal Rusia

Internasional
Pria Ini Temukan 2 Bongkahan Besar Muntahan Paus, Diyakini Berharga Rp 4,7 Miliar

Pria Ini Temukan 2 Bongkahan Besar Muntahan Paus, Diyakini Berharga Rp 4,7 Miliar

Global
Berusaha Menangkap Ponsel, Remaja Ini Jatuh dari Lantai 12 dan Tewas

Berusaha Menangkap Ponsel, Remaja Ini Jatuh dari Lantai 12 dan Tewas

Internasional
Lewat TikTok, Tentara Myanmar Ancam Tembak Muka Para Demonstran

Lewat TikTok, Tentara Myanmar Ancam Tembak Muka Para Demonstran

Global
PBB: Belum Ada Bukti Putri Latifa Masih Hidup

PBB: Belum Ada Bukti Putri Latifa Masih Hidup

Global
300.000 Orang Berlomba untuk Temani Miliarder Jepang ke Bulan

300.000 Orang Berlomba untuk Temani Miliarder Jepang ke Bulan

Global
Islandia Diguncang 18.000 Gempa dalam Sepekan, Ahli Cari Tahu Penyebabnya

Islandia Diguncang 18.000 Gempa dalam Sepekan, Ahli Cari Tahu Penyebabnya

Global
Takut Sendirian, Pria Ini Tinggal bersama Jenazah Adik yang Membusuk

Takut Sendirian, Pria Ini Tinggal bersama Jenazah Adik yang Membusuk

Internasional
Helikopter Militer Jatuh Tewaskan 11 Orang, Turki Salahkan Cuaca

Helikopter Militer Jatuh Tewaskan 11 Orang, Turki Salahkan Cuaca

Global
komentar
Close Ads X