Beda Penanganan Polisi di Kerusuhan Capitol Hill dan Demo BLM Jadi Sorotan

Kompas.com - 07/01/2021, 18:22 WIB

WASHINGTON DC, KOMPAS.com – Ketika ratusan pendukung Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyerbu Capitol Hill pada Rabu (6/1/2021), sejumlah politikus menarik perbandingan antara tanggapan polisi dengan protes Black Lives Matter tahun lalu.

Pada Mei 2020, seorang pria kulit hitam, George Floyd, tewas setelah seorang petugas polisi Minneapolis menekan leher Floyd dengan lututnya.

Kematian Floyd merupakan manifestasi yang memuncak atas perlakuan rasialisme di AS sehingga memicu aksi protes yang menjalar di seluruh penjuru negeri, termasuk di Ibu Kota AS, Washington DC.

Ketika aksi protes menentang rasialisme tersebut merebak, polisi menemui pengunjuk rasa dengan gas air mata, kekerasan, dan penangkapan.

Baca juga: Bush Sebut Kerusuhan Capitol Hill sebagai Banana Republic, Ini Artinya...

Di sisi lain, beberapa pihak yang mengatakan bahwa polisi menanggapi penyerbuan di Capitol Hill dengan cara yang berbeda sebagaimana dilansir dari CNN.

Gerakan Black Lives Matter Global Network, salah satu organisasi terkenal yang berjuang untuk kesejahteraan orang kulit hitam, menggambarkan penyerbuan Capitol Hill sebagai "kudeta".

Kelompok itu mengatakan tanggapan atas aksi tersebut adalah satu lagi contoh hipokrisi mengenai tanggapan aparat penegakan hukum di AS terhadap aksi protes.

Dilansir dari CNN, berikut sekilas perbedaan antara penyerbuan Capitol Hill dengan demo Black Lives Matter (BLM) 2020 di AS.

Baca juga: Penyerbuan Capitol Hill, 4 Eks Presiden AS Kompak Serang Trump

Demonstran berjalan menuju Lake Shore Drive untuk melakukan unjuk rasa di kawasan Uptown, menuntut keadilan atas kematian pria kulit hitam George Floyd, yang tewas karena lehernya ditindih lutut polisi pada Senin (25/5/2020). Foto diambil di Chicago pada Senin (1/6/2020).SIPA USA via REUTERS/CHRISTOPHER DILTS Demonstran berjalan menuju Lake Shore Drive untuk melakukan unjuk rasa di kawasan Uptown, menuntut keadilan atas kematian pria kulit hitam George Floyd, yang tewas karena lehernya ditindih lutut polisi pada Senin (25/5/2020). Foto diambil di Chicago pada Senin (1/6/2020).

1 Juni 2020

Sebelum Trump membuat pernyataannya di Rose Garden, Gedung Putih, pada Juni 2020, polisi di dekat Gedung Putih melepaskan gas air mata dan menembakkan peluru karet ke pengunjuk rasa.

Aksi tersebut merupakan upaya membubarkan kerumunan untuk kunjungan yang direncanakan Trump ke Gereja Episkopal St. John.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER GLOBAL] Naira Ashraf Dibunuh di Depan Umum | Majikan Adelina Lisao Dibebaskan

[POPULER GLOBAL] Naira Ashraf Dibunuh di Depan Umum | Majikan Adelina Lisao Dibebaskan

Global
Legalkah Warga Asing Ikut Berperang Membela Ukraina?

Legalkah Warga Asing Ikut Berperang Membela Ukraina?

Global
Uniknya Hotel Bintang Nol di Swiss, Tak Ada Tembok, Beratapkan Langit

Uniknya Hotel Bintang Nol di Swiss, Tak Ada Tembok, Beratapkan Langit

Global
Tes Flamingo yang Viral: Memprediksi Kematian Seseorang 7 Tahun ke Depan

Tes Flamingo yang Viral: Memprediksi Kematian Seseorang 7 Tahun ke Depan

Global
Di Balik Runtuhnya Ekonomi Lebanon dan Sri Lanka, Salah Siapa?

Di Balik Runtuhnya Ekonomi Lebanon dan Sri Lanka, Salah Siapa?

Global
Pejabat yang Ditunjuk Rusia di Ukraina Tewas karena Ledakan

Pejabat yang Ditunjuk Rusia di Ukraina Tewas karena Ledakan

Global
Kunjungan ke Ukraina, Jokowi Disarankan Pakai Pendekatan Ekonomi

Kunjungan ke Ukraina, Jokowi Disarankan Pakai Pendekatan Ekonomi

Global
Kasus Kematian ART Indonesia di Malaysia Adelina Lisao: Majikan Dibebaskan, Picu Kontroversi

Kasus Kematian ART Indonesia di Malaysia Adelina Lisao: Majikan Dibebaskan, Picu Kontroversi

Global
Tanpa Gas Rusia, Jerman Hanya Bisa Bertahan 2,5 Bulan

Tanpa Gas Rusia, Jerman Hanya Bisa Bertahan 2,5 Bulan

Global
Profil Naira Ashraf, Wanita Mesir yang Ditikam karena Menolak Menikah

Profil Naira Ashraf, Wanita Mesir yang Ditikam karena Menolak Menikah

Global
Misteri Restoran Terapung Jumbo Hong Kong: Katanya Tenggelam, tapi...

Misteri Restoran Terapung Jumbo Hong Kong: Katanya Tenggelam, tapi...

Global
Derita Anak-anak Korban Gempa Afghanistan: Kekurangan Makanan, Tak Ada Tempat Berlindung

Derita Anak-anak Korban Gempa Afghanistan: Kekurangan Makanan, Tak Ada Tempat Berlindung

Global
Nama Tersangka Pembunuh Naira Ashraf Diungkap, Ini Pengakuannya

Nama Tersangka Pembunuh Naira Ashraf Diungkap, Ini Pengakuannya

Global
Setahun Meninggal, Jenazah John McAfee Masih di Kamar Mayat karena Kasusnya Belum Selesai

Setahun Meninggal, Jenazah John McAfee Masih di Kamar Mayat karena Kasusnya Belum Selesai

Global
Pertemuan BRICS, Bukti Rusia Masih Punya Sekutu Kuat meski Digempur Sanksi Barat

Pertemuan BRICS, Bukti Rusia Masih Punya Sekutu Kuat meski Digempur Sanksi Barat

Global
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.