AS Ungkap Bakal Masukkan Lagi Kuba ke Daftar Negara Pendukung Terorisme

Kompas.com - 06/01/2021, 14:10 WIB
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Michael Pompeo mengenakan masker saat hadir dalam dialog dengan GP Ansor di Jakarta, Kamis (29/10/2020). ANTARA FOTO/Galih Pradipta ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAMenteri Luar Negeri Amerika Serikat Michael Pompeo mengenakan masker saat hadir dalam dialog dengan GP Ansor di Jakarta, Kamis (29/10/2020). ANTARA FOTO/Galih Pradipta

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - AS melalui Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengisyaratkan bakal memasukkan lagi Kuba ke daftar negara pendukung terorisme.

Dalam wawancara dengan Bloomberg, Pompeo membenarkan dirinya tengah bersiap memasukkan Havana sebelum jabatannya berakhir 20 Januari.

Pompeo mengatakan, tidak mudah bagi pemerintahan Presiden Donald Trump untuk memasukkan Kuba ke daftar negara pendukung terorisme.

Baca juga: Arab Saudi Senang Garda Revolusi Iran Masuk Daftar Teroris

"Namun dunia tentunya tahu, Kuba itu jahat sekali di banyak tempat," kata Pompeo kepada pembawa acara David Rubenstein.

Menlu AS sejak 2018 itu menyoroti bagaimana Havana memberikan dukungan kepada Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Maduro merupakan pemimpin sayap kiri yang coba digulingkan oleh Washington melalui dukungan kepada pemimpin oposisi, Juan Guaido.

Mantan bos Badan Intelijen Pusat AS (CIA) itu berkata, Kuba sudah memberikan "rasa sakit yang begitu dalam" bagi ekonomi Amerika Latin.

"Karena itu, sangatlah penting bagi kami untuk mempertimbangkan apakah mereka mendukung terorisme," ujar dia dikutip AFP Selasa (5/1/2021).

Jika memang terbukti menyokong, Pompeo menegaskan pihaknya tak ragu memasukkan ke daftar dan memerlakukannya secara tegas.

Baca juga: Orang Kedua Al Qaeda Dibunuh Pasukan Afghanistan, Masuk Daftar Teroris Paling Dicari FBI

Pada 2015, Presiden Barack Obama memutuskan mencabut Havana dari daftar, setelah dia menekankan isolasi AS selama 50 tahun telah gagal.

Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bus di Mesir Terbalik dan Terbakar saat Berusaha Salib Truk, 20 Orang Tewas

Bus di Mesir Terbalik dan Terbakar saat Berusaha Salib Truk, 20 Orang Tewas

Global
Para Caleg India Gunakan Anjing Liar sebagai Papan Iklan Berjalan

Para Caleg India Gunakan Anjing Liar sebagai Papan Iklan Berjalan

Global
Spanyol Akan Membuka Kuburan Massal Berisi 33.000 Korban Perang Saudara

Spanyol Akan Membuka Kuburan Massal Berisi 33.000 Korban Perang Saudara

Global
Ever Given Masih Ditahan, Pemilik Kapal Berusaha Nego Harga Pembebasan dari Terusan Suez

Ever Given Masih Ditahan, Pemilik Kapal Berusaha Nego Harga Pembebasan dari Terusan Suez

Global
Identitas Polisi Penembak Daunte Wright Terungkap Bernama Kimberly Potter

Identitas Polisi Penembak Daunte Wright Terungkap Bernama Kimberly Potter

Global
Jepang: Penolakan Pembuangan Air Limbah PLTN Fukushima ke Laut Tidak Ilmiah

Jepang: Penolakan Pembuangan Air Limbah PLTN Fukushima ke Laut Tidak Ilmiah

Global
Pangeran Philip Meninggal, Meghan Markle Siap 'Maafkan' Kerajaan Inggris

Pangeran Philip Meninggal, Meghan Markle Siap "Maafkan" Kerajaan Inggris

Global
Wanita India Mengaku Bakal Dinikahi Pangeran Harry, Ingin Si Bangsawan Ditahan

Wanita India Mengaku Bakal Dinikahi Pangeran Harry, Ingin Si Bangsawan Ditahan

Global
Dilarang Akses Alquran, Alexei Navalny Bersumpah Tuntut Petugas Penjara

Dilarang Akses Alquran, Alexei Navalny Bersumpah Tuntut Petugas Penjara

Global
Gara-gara Curi 2 Kemeja, Pria Kulit Hitam Dipenjara 20 Tahun

Gara-gara Curi 2 Kemeja, Pria Kulit Hitam Dipenjara 20 Tahun

Global
NATO Minta Rusia Hentikan Eskalasi Militer di Ukraina untuk Cegah Konflik Meluas

NATO Minta Rusia Hentikan Eskalasi Militer di Ukraina untuk Cegah Konflik Meluas

Global
Dukungan Nyata untuk Taiwan, AS Kirim Delegasi Tak Resmi ke Taipei

Dukungan Nyata untuk Taiwan, AS Kirim Delegasi Tak Resmi ke Taipei

Global
China Beri Peringatan AS: Jangan Main Api soal Taiwan

China Beri Peringatan AS: Jangan Main Api soal Taiwan

Global
6 Bukti Netizen Indonesia Tidak Sopan se-Asia Tenggara, Akun Luar pun Diserang

6 Bukti Netizen Indonesia Tidak Sopan se-Asia Tenggara, Akun Luar pun Diserang

Global
Lebih dari 500 Tentara AS Akan Ditempatkan secara Permanen di Jerman

Lebih dari 500 Tentara AS Akan Ditempatkan secara Permanen di Jerman

Global
komentar
Close Ads X