Rekaman Trump Minta Tambahan Suara Bocor, Obama: Ancaman Demokrasi

Kompas.com - 06/01/2021, 13:38 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pendahulunya, Barack Obama, saat bertemu dan membicarakan mengenai transisi pemerintahan pasca-kemenangan Trump di Gedung Putih, pada 10 November 2016. AFP/JIM WATSONPresiden Amerika Serikat Donald Trump dan pendahulunya, Barack Obama, saat bertemu dan membicarakan mengenai transisi pemerintahan pasca-kemenangan Trump di Gedung Putih, pada 10 November 2016.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com – Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mengomentari rekaman percakapan telepon di mana Presiden AS Donald Trump meminta suara tambahan di Georgia.

Dilansir dari The Hill, Obama menyebut rekaman percakapan itu sebagai ancaman bagi prinsip-prinsip yang fundamental untuk demokrasi.

“Besok adalah Hari Pemilu di Georgia dan taruhannya sangat tinggi,” tulis Obama memulai serangkaian twit panjang di akun Twitter-nya, Selasa (5/1/2021).

“Kita melihat seberapa jauh beberapa orang akan mempertahankan kekuasaan dan mengancam prinsip-prinsip fundamental demokrasi kita," imbuh Obama.

Baca juga: Trump Akan Berbicara dengan Massa Pendukung di Sekitar Gedung Putih, saat Kongres Bahas Hasil Pilpres

Dia menambahkan bahwa demokrasi bukanlah digunakan untuk memperoleh kekuasaan tertentu, tapi untuk melegitimasi kekuasaan rakyat.

Dia juga mendesak warga Georgia untuk menggunakan hak pilihnya mereka pada Selasa sebagai senjata paling kuat sebagai rakyat AS.

Kendati demikian, Obama tidak menyebut Trump dalam serangkaian unggahannya di Twitter tersebut.

Komentar Obama muncul saat Trump menghadapi banjir kritik karena meminta Sekretaris Negara Bagian Georgia Brad Raffensperger bahwa Trump menginginkan 11.780 suara tambahan.

Baca juga: Pejabat Pemilihan Georgia Menyatakan Pemungutan Suara Berjalan Lancar, Terlepas dari Klaim Trump

Rekaman percakapan telepon tersebut berlangsung sekitar 1,5 jam dan dipublikasikan oleh The Washington Post pada Minggu (4/1/2021).

Politikus Don Bacon, merupakan salah satu politikus dari Partai Republik yang mengkritik Trump atas percakapan telepon tersebut.

Halaman:

Sumber The Hill
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Covid-19 Makin Buruk di Brasil, Pasien Diikat dan Diintubasi Tanpa Ditenangkan

Covid-19 Makin Buruk di Brasil, Pasien Diikat dan Diintubasi Tanpa Ditenangkan

Global
Rusia Ancam Balas Sanksi yang 'Tak Bisa Dihindari' AS

Rusia Ancam Balas Sanksi yang "Tak Bisa Dihindari" AS

Global
Kim Jong Un Rayakan Ulang Tahun Pendiri Korea Utara

Kim Jong Un Rayakan Ulang Tahun Pendiri Korea Utara

Global
[POPULER GLOBAL] Ratusan Orang Positif Covid-19 Setelah Ikut Ritual | Ratu Elizabeth II Beri Pantangan di Makam Pangeran Philip

[POPULER GLOBAL] Ratusan Orang Positif Covid-19 Setelah Ikut Ritual | Ratu Elizabeth II Beri Pantangan di Makam Pangeran Philip

Global
[Biografi Tokoh Dunia] Jack the Ripper, Sosok Pembunuh Misterius Abad ke-19

[Biografi Tokoh Dunia] Jack the Ripper, Sosok Pembunuh Misterius Abad ke-19

Internasional
Warga Heboh Ada Makhluk Aneh di Pohon sampai Telepon Polisi, Ternyata...

Warga Heboh Ada Makhluk Aneh di Pohon sampai Telepon Polisi, Ternyata...

Global
Warga Korea Utara Rayakan Ulang Tahun Kakek Kim Jong Un

Warga Korea Utara Rayakan Ulang Tahun Kakek Kim Jong Un

Global
Tegang dengan Ukraina, Rusia Tank Catnya dengan 'Garis Invasi'

Tegang dengan Ukraina, Rusia Tank Catnya dengan "Garis Invasi"

Global
1.000 Orang Mandi Massal di Sungai Gangga Positif Covid-19, Panitia: Kami Percaya 'Ibu' Akan Menyelamatkan

1.000 Orang Mandi Massal di Sungai Gangga Positif Covid-19, Panitia: Kami Percaya "Ibu" Akan Menyelamatkan

Global
Entesar Al-Hammadi Ditahan Houthi, Pemerintah Yaman Serukan PBB Turun Tangan

Entesar Al-Hammadi Ditahan Houthi, Pemerintah Yaman Serukan PBB Turun Tangan

Global
Olimpiade Tokyo Tanpa Ragu-ragu Harus Dibatalkan jika Covid-19 Jepang Semakin Parah

Olimpiade Tokyo Tanpa Ragu-ragu Harus Dibatalkan jika Covid-19 Jepang Semakin Parah

Global
Digigit Ular Beludak Afrika Tanpa Penawar, Ini Gejala yang Bisa Dialami Petugas San Diego Zoo

Digigit Ular Beludak Afrika Tanpa Penawar, Ini Gejala yang Bisa Dialami Petugas San Diego Zoo

Global
Entesar Al-Hammadi Diculik dan Dituduh Melakukan Tindakan Kriminal oleh Houthi

Entesar Al-Hammadi Diculik dan Dituduh Melakukan Tindakan Kriminal oleh Houthi

Global
AS Tarik Pasukan dari Afghanistan, Taliban: Kami Menang Perang

AS Tarik Pasukan dari Afghanistan, Taliban: Kami Menang Perang

Global
Kirim Pesan Cabul ke Anak Buahnya, Bos Ini Dipukul Kain Pel

Kirim Pesan Cabul ke Anak Buahnya, Bos Ini Dipukul Kain Pel

Global
komentar
Close Ads X