Kompas.com - 24/12/2020, 19:04 WIB
Tangkapan layar dari video Twitter Presiden Perancis Emmanuel Macron, saat menjalani karantina untuk pemulihan dari Covid-19 pada Jumat (18/12/2020). TWITTER @EMMANUELMACRON via APTangkapan layar dari video Twitter Presiden Perancis Emmanuel Macron, saat menjalani karantina untuk pemulihan dari Covid-19 pada Jumat (18/12/2020).

PARIS, KOMPAS.com - Presiden Perancis Emmanuel Macron dinyatakan sudah bebas gejala Covid-19, menurut pernyataan kantornya pada Kamis (24/12/2020).

Pengumuman ini datang setelah seminggu Macron positif virus corona.

Istana Elysee menambahkan, presiden yang kini dalam isolasi di kediaman resmi dekat Paris tempat dia menggelar pertemuan virtual, tidak perlu lagi dikarantina.

Baca juga: Para Pemimpin Uni Eropa Cepat-cepat Tes Covid-19 Setelah Macron Positif Terinfeksi

"Macron tidak menunjukkan gejala dalam tahap ini, dan isolasi presiden bisa berakhir setelah tujuh hari," demikian bunyi pernyataan tersebut dikutip dari AFP.

Lebih lanjut dikatakan juga bahwa presiden berusia 43 tahun itu tetap menangani masalah-masalah negara selama isolasi, dan akan terus melakukannya dalam beberapa jam serta hari mendatang.

Macron dites positif virus corona pada Kamis pekan lalu (17/12/2020). Ia menunjukkan gejala kelelahan, batuk, dan nyeri otot, lalu berjanji akan menyampaikan kondisinya setiap hari.

Baca juga: Selain Macron, Ini Deretan Kepala Negara yang Terinfeksi Covid-19

Kantornya melaporkan tanda-tanda kemajuan untuk pertama kalinya pada Rabu (23/12/2020), setelah dalam pernyataan sebelumnya menyebut suami Brigitte Macron itu kondisinya stabil.

Sementara itu pihak berwenang "Negeri Eiffel" khawatir periode liburan Natal dapat berdampak pada lonjakan kasus Covid-19, setelah total kematian akibat virus corona di Perancis mencapai hampir 62.000 minggu ini.

Pada Rabu malam (23/12/2020) otoritas Perancis mengumumkan hampir 15.000 kasus baru dalam 24 jam terakhir disertai 278 kematian.

Vaksinasi akan dimulai pada Minggu (27/12/2020), yang diprioritaskan untuk tenaga kesehatan (nakes) dan para lansia.

Uni Eropa memberikan lampu hijau untuk penggunaan vaksin Pfizer-BioNTech pada Senin (21/12/2020), yang membuka jalan bagi penyuntikan pertama di 27 negara Benua Biru setelah Natal.

Baca juga: Presiden Perancis Macron Konfirmasi Positif Covid-19, Tambah Daftar Pejabat Negara Terinfeksi

Baca tentang

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

21 Pekerja Terjebak di Tambang Banjir di Xinjiang China

21 Pekerja Terjebak di Tambang Banjir di Xinjiang China

Global
St Vincent Bersiap Hadapi Letusan Gunung La Soufriere Lagi

St Vincent Bersiap Hadapi Letusan Gunung La Soufriere Lagi

Global
Ada Efek Samping Vaksin AstraZeneca, Australia Atur Ulang Vaksinasi Covid-19

Ada Efek Samping Vaksin AstraZeneca, Australia Atur Ulang Vaksinasi Covid-19

Global
Kisah Peter Whitford, Musisi Australia yang Cinta Indonesia dan Mengidolai The Rollies

Kisah Peter Whitford, Musisi Australia yang Cinta Indonesia dan Mengidolai The Rollies

Global
Dua Tahun Tak Bertemu, Pangeran William dan Harry Akan Ambil Bagian dalam Prosesi Pemakaman Pangeran Philip

Dua Tahun Tak Bertemu, Pangeran William dan Harry Akan Ambil Bagian dalam Prosesi Pemakaman Pangeran Philip

Global
Video Viral Kucing BAB Saat Majikannya Lamaran lalu Kabur dan Hilang

Video Viral Kucing BAB Saat Majikannya Lamaran lalu Kabur dan Hilang

Global
Kecelakaan Kereta Mesir, KA Ternyata Melaju Tanpa Masinis dan Asisten

Kecelakaan Kereta Mesir, KA Ternyata Melaju Tanpa Masinis dan Asisten

Global
Pasukan Garuda di Bangui Afrika Obati Kerinduan pada Tanah Air dengan Siraman Rohani

Pasukan Garuda di Bangui Afrika Obati Kerinduan pada Tanah Air dengan Siraman Rohani

Global
Intip Kisah Cinta Pangeran Philip dan Ratu Elizabeth II yang Bersemi dari Remaja

Intip Kisah Cinta Pangeran Philip dan Ratu Elizabeth II yang Bersemi dari Remaja

Internasional
Rusia Tegaskan Tak Akan Perang dengan Ukraina, tapi...

Rusia Tegaskan Tak Akan Perang dengan Ukraina, tapi...

Global
[TRIVIA] Ramadhan 2021, Ini Negara-negara dengan Waktu Puasa Tercepat dan Terlama di Dunia

[TRIVIA] Ramadhan 2021, Ini Negara-negara dengan Waktu Puasa Tercepat dan Terlama di Dunia

Internasional
Diaspora Indonesia Luncurkan Program Mengajar dengan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Diaspora Indonesia Luncurkan Program Mengajar dengan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Global
Pemuda Myanmar Sebar “Molotov” Lawan Pemutusan Internet Junta

Pemuda Myanmar Sebar “Molotov” Lawan Pemutusan Internet Junta

Global
[Biografi Tokoh Dunia] Narciso Ramos, Sang Diplomat Pendiri ASEAN

[Biografi Tokoh Dunia] Narciso Ramos, Sang Diplomat Pendiri ASEAN

Internasional
Terjadi Kecelakaan di Fasilitas Nuklir Iran, Kedua Kalinya di Natanz sejak 2020

Terjadi Kecelakaan di Fasilitas Nuklir Iran, Kedua Kalinya di Natanz sejak 2020

Global
komentar
Close Ads X