Wapres AS Sudah Disuntik Vaksin Pfizer, Presiden Terpilih Joe Biden Senin Besok

Kompas.com - 20/12/2020, 09:12 WIB
Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence ketika menerima dosis vaksin Covid-19 pada Jumat (18/12/2020). AP via VOA IndonesiaWakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence ketika menerima dosis vaksin Covid-19 pada Jumat (18/12/2020).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence menerima suntikan vaksin Covid-19 yang disiarkan secara langsung di televisi pada Jumat (18/12/2020).

Melansir AFP, sementara Pence divaksinasi, presiden terpilih AS, Joe Biden dijadwalkan menerima vaksin pada Senin besok.

"Membangun kepercayaan pada vaksin itulah yang membawa kita ke sini pagi ini," kata Pence setelah disuntik, dia bergurau, "Saya tidak merasakan apa-apa."

Baca juga: Disiarkan Langsung di TV, Wapres AS Mike Pence Terima Vaksin Covid-19

Istrinya, Karen Pence dan pejabat kesehatan masyarakat terkemuka di AS serta Ahli Bedah Umum Jerome Adams juga divaksinasi dengan vaksin Pfizer-BioNTech itu di paviliun Gedung Putih.

Karena pentingnya acara tersebut, pejabat tinggi dan Direktur CDC Anthony Fauci dan Robert Redfield juga hadir.

Satu-satunya pejabat tinggi Negeri "Uncle Sam" yang tidak menghadiri proses vaksinasi justru Donald Trump, sang presiden AS.

Baca juga: Pemerintah AS Jadikan Moderna sebagai Vaksin Covid-19 Kedua Setelah Pfizer

Trump telah menjelaskan sebelumnya bahwa dia tidak berencana untuk divaksinasi dalam waktu dekat, dengan alasan keyakinan bahwa kesembuhannya dari serangan Covid yang singkat tetapi parah telah memberinya kekebalan.

"Dia akan menerima vaksin segera setelah tim medisnya menentukan yang terbaik. Tetapi prioritasnya adalah pekerja garis depan, mereka yang berada di fasilitas perawatan jangka panjang," kata Sekretaris Pers Gedung Putih, Kayleigh McEnany.

Sementara itu, Ketua DPR Nancy Pelosi, Demokrat tertinggi di Kongres, dan Pemimpin Mayoritas Senat Republik Mitch McConnell juga divaksinasi pada Jumat.

Baca juga: Kepala Operasional Vaksin Trump Akui Kesalahannya Soal Distribusi

Pelosi mengutip "kepercayaan pada sains" saat menerima suntikan di US Capitol, menambahkan bahwa pemakaian masker dan jarak sosial harus dilanjutkan saat vaksin didistribusikan.

Sementara itu, McConnell berkata, "Vaksin adalah cara kami mengalahkan virus ini."

 


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Duka Cita Banjiri Upacara Pemakaman Kyal Sin, Remaja Myanmar yang Ditembak Junta Militer

Duka Cita Banjiri Upacara Pemakaman Kyal Sin, Remaja Myanmar yang Ditembak Junta Militer

Global
Presiden Brasil Minta Rakyatnya Jangan Merengek soal Covid-19

Presiden Brasil Minta Rakyatnya Jangan Merengek soal Covid-19

Global
Perjalanan Bersejarah Paus Fransiskus ke Irak sebagai 'Peziarah Perdamaian'

Perjalanan Bersejarah Paus Fransiskus ke Irak sebagai "Peziarah Perdamaian"

Global
3 Gempa Guncang Pasifik, Peringatan Tsunami Muncul di Selandia Baru

3 Gempa Guncang Pasifik, Peringatan Tsunami Muncul di Selandia Baru

Global
[POPULER GLOBAL] Protes Kudeta Membesar Ingatkan Tragedi Indonesia 1998 | Ancaman Kematian Junta Militer di TikTok

[POPULER GLOBAL] Protes Kudeta Membesar Ingatkan Tragedi Indonesia 1998 | Ancaman Kematian Junta Militer di TikTok

Global
Kisah Misteri: Empat Bangkai Kapal Legendaris Terbesar yang Belum Ditemukan

Kisah Misteri: Empat Bangkai Kapal Legendaris Terbesar yang Belum Ditemukan

Internasional
20 Migran Tewas Dilempar ke Laut oleh Kelompok Penyelundup Manusia

20 Migran Tewas Dilempar ke Laut oleh Kelompok Penyelundup Manusia

Global
7 Orang Etnis Minoritas Hazara Diikat Lalu Ditembak Brutal di Afghanistan

7 Orang Etnis Minoritas Hazara Diikat Lalu Ditembak Brutal di Afghanistan

Global
Korban Tewas Demo Myanmar 54 Orang, Begini Respons PBB

Korban Tewas Demo Myanmar 54 Orang, Begini Respons PBB

Global
Pengadilan Turki Menolak Menambahkan Laporan AS dalam Persidangan Khashoggi

Pengadilan Turki Menolak Menambahkan Laporan AS dalam Persidangan Khashoggi

Global
Puluhan Garda Nasional AS di Gedung Capitol Jatuh Sakit Gara-gara Daging Mentah yang Disajikan

Puluhan Garda Nasional AS di Gedung Capitol Jatuh Sakit Gara-gara Daging Mentah yang Disajikan

Global
Ambergris Bisa Menguntungkan dan Legal? Ini Kumpulan Faktanya

Ambergris Bisa Menguntungkan dan Legal? Ini Kumpulan Faktanya

Internasional
Peringatan NATO: Uni Eropa Tak Bisa Bertahan jika Sendirian

Peringatan NATO: Uni Eropa Tak Bisa Bertahan jika Sendirian

Global
Bagaimana jika Tak Ada Perbedaan Waktu di Dunia? 2 Ilmuwan Ini Beberkan Penjelasannya

Bagaimana jika Tak Ada Perbedaan Waktu di Dunia? 2 Ilmuwan Ini Beberkan Penjelasannya

Internasional
China Wajibkan Pelancong Asing Tes Covid-19 dengan Swab Anal

China Wajibkan Pelancong Asing Tes Covid-19 dengan Swab Anal

Global
komentar
Close Ads X