Penyakit Misterius Landa India, Diduga karena Keracunan Logam Berat

Kompas.com - 10/12/2020, 07:02 WIB
Seorang pasien dibantu lainnya turun dari ambulans ke rumah sakit pemerintah Eluru, Andhra Pradesh, India, pada 8 Desember 2020. Pejabat dan pakar kesehatan masih berjuang mengungkap penyakit misterius yang membuat lebih dari 500 orang dirawat, dan satu orang meninggal. AP PHOTO/-Seorang pasien dibantu lainnya turun dari ambulans ke rumah sakit pemerintah Eluru, Andhra Pradesh, India, pada 8 Desember 2020. Pejabat dan pakar kesehatan masih berjuang mengungkap penyakit misterius yang membuat lebih dari 500 orang dirawat, dan satu orang meninggal.

NEW DELHI, KOMPAS.com - Keracunan logam berat diduga sebagai penyebab penyakit misterius yang kini melanda India, dengan ratusan orang dirawat.

Kasus pertama dari penyakit aneh itu dilaporkan terjadi di kota Eluru, Negara Bagian Andhra Pradesh, pada akhir pekan lalu.

Dalam pemeriksaan, pasien menunjukkan gejala seperti mulai, mengalami kecemasan, kejang-kejang, hingga kehilangan kesadaran. Namun, mereka negatif Covid-19.

Baca juga: Timah dan Nikel Ditemukan Dalam Darah Warga India yang Sakit Misterius

Berdasarkan laporan media India, jejak logam berat, seperti timbal dan nikel, ditemukan pada sampel darah setidaknya 10 pasien.

Pengawas Rumah Sakit Eluru, Dr AV Mohan kepada The Indian Express berkata, mereka mengirim sampel itu ke Institut Sains Kesehatan All India di Delhi (AIIMS).

"Sampel yang kami kirim jumlahnya kecil. Tetapi laporan mereka mengindikasikan adanya logam seperti timbal dan nikel di darah pasien," kata dia.

Dr Mohan menerangkan, mereka akan mengirim sampel lebih banyak. Sementara itu, dia berujar 84 orang yang masih dirawat bakal segera dipulangkan.

Katamameni Bhaskar, komisaris kesehatan Andhra Pradesh mengatakan, secara tentatif telah mengidentifikasi penyebab utama dari penyakit misterius itu.

"Tetapi, kami masih belum jelas menemukan sumbernya, serta bagaimana dan mengapa bisa terjadi," kata Bhaskar dikutip Sky News Rabu (9/12/2020).

Bhaskar menjelaskan, berdasar pemeriksaan kandungan kimia ditemukan pada tubuh pasien. Namun, kandungan itu tak ditemukan di makanan atau air.

Karena itu, produser Sky News India Neville Lazarus berkata, tes lanjutan tengah dihelat oleh institut teknologi kimia dan lembaga sejenis lainnya.

Staf rumah sakit mengungkapkan, total ada 555 orang yang dirawat sejak penyakit itu merebak pada Sabtu. Pria beruai 45 tahun menjadi korban meninggal.

Fenomena aneh itu terjadi di tengah kondisi mengkhawatirkan sistem kesehatan "Negeri Bollywood", karena meningkatnya kasus virus corona.

Data dari Universitas Johns Hopkins menerangkan, India melaporkan 9,7 juta penularan Covid-19 dengan 140.500 di antaranya meninggal.

Baca juga: Korban Penyakit Misterius di India Semakin Bertambah, 1 Orang Tewas


Sumber Sky News
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Balas Dendam, Ukraina Usir Diplomat Rusia dari Kiev

Balas Dendam, Ukraina Usir Diplomat Rusia dari Kiev

Global
Pangeran Harry Jalani Karantina Covid-19 dan Diperkirakan Segera Pulang ke California

Pangeran Harry Jalani Karantina Covid-19 dan Diperkirakan Segera Pulang ke California

Global
NASA Berhasil Terbangkan Drone dari Mars untuk Pertama Kalinya di Dunia

NASA Berhasil Terbangkan Drone dari Mars untuk Pertama Kalinya di Dunia

Global
PM Inggris Berjanji Bakal Gagalkan Peluncuran European Super League

PM Inggris Berjanji Bakal Gagalkan Peluncuran European Super League

Global
ISIS Eksekusi Penganut Kristen Koptik Mesir sebagai Peringatan agar Tak Dukung Militer

ISIS Eksekusi Penganut Kristen Koptik Mesir sebagai Peringatan agar Tak Dukung Militer

Global
Mobilisasi Pasukan Rusia di Perbatasan Ukraina Terbesar sejak 2014

Mobilisasi Pasukan Rusia di Perbatasan Ukraina Terbesar sejak 2014

Global
Hakim Kasus Kematian George Floyd Pastikan Hukuman untuk Derek Chauvin 'Benar-benar Adil'

Hakim Kasus Kematian George Floyd Pastikan Hukuman untuk Derek Chauvin "Benar-benar Adil"

Global
Publik Inggris Ingin Pangeran William Jadi Raja setelah Ratu Elizabeth II

Publik Inggris Ingin Pangeran William Jadi Raja setelah Ratu Elizabeth II

Global
[POPULER GLOBAL] Video Guru Dikejutkan di Kelas Virtual | Gelandangan 4 Tahun Makan Sekali Sehari

[POPULER GLOBAL] Video Guru Dikejutkan di Kelas Virtual | Gelandangan 4 Tahun Makan Sekali Sehari

Global
Beli Apel di Toko Online, Pria Ini Kaget yang Datang Apple iPhone

Beli Apel di Toko Online, Pria Ini Kaget yang Datang Apple iPhone

Global
[Biografi Tokoh Dunia] Ernesto Che Guevara, Simbol Pemberontakan Tanpa Akhir dari Amerika Latin

[Biografi Tokoh Dunia] Ernesto Che Guevara, Simbol Pemberontakan Tanpa Akhir dari Amerika Latin

Global
China Akan Umumkan Nama Wahana Penjelajah Mars Pertamanya

China Akan Umumkan Nama Wahana Penjelajah Mars Pertamanya

Global
Australia Akan Bangun Teleskop Radio Terbesar di Dunia

Australia Akan Bangun Teleskop Radio Terbesar di Dunia

Global
Kebun Ganja Terbesar Segera Dibuka di Australia, Bermodal Rp 4,5 Triliun

Kebun Ganja Terbesar Segera Dibuka di Australia, Bermodal Rp 4,5 Triliun

Global
Pakistan Rusuh, Partai Islam Bentrok dengan Kepolisian dan Lumpuhkan Negara

Pakistan Rusuh, Partai Islam Bentrok dengan Kepolisian dan Lumpuhkan Negara

Global
komentar
Close Ads X