Covid-19, Hong Kong dan Singapura Tangguhkan Rencana Travel Bubble

Kompas.com - 01/12/2020, 18:47 WIB
Ilustrasi travel bubble ShutterstockIlustrasi travel bubble

SINGAPURA, KOMPAS.com – Hong Kong dan Singapura memutuskan menunda rencana travel bubble dalam tenggat waktu yang tidak dapat ditentukan.

Keputusan ini menjadi pukulan baru bagi industri pariwisata dan penerbangan kedua negara yang terpukul keras semenjak merebaknya virus corona.

Pengaturan yang memungkinkan orang untuk bepergian tanpa karantina antara dua pusat keuangan dunia itu semula akan diluncurkan pada 22 November 2020.

Namun, rencana ini ditunda selama dua pekan karena Hong Kong melihat lonjakan kasus Covid-19 yang tiba-tiba.

Penundaan itu bukan hanya pukulan bagi kota-kota tersebut, tetapi juga negara-negara lain yang berharap skema tersebut dapat menjadi model untuk ditiru selama pandemi.

Baca juga: Indonesia Lobbying Japan to Agree on Bilateral Travel Bubble

Pada hari Selasa (01/12/2020), kedua kota mengumumkan bahwa travel bubble tersebut akan ditangguhkan lebih lanjut hingga tanggal yang tidak ditentukan setelah tahun 2020.

“Keputusan itu diambil mengingat parahnya situasi epidemi di Hong Kong dengan jumlah kasus lokal yang tidak diketahui sumbernya meningkat pesat," kata pemerintah Hong Kong dalam sebuah pernyataan melansir AFP.

Menurut Dewan Pariwisata Hong Kong, Singapura merupakan pasar utama industri pariwisata Hong Kong. Tercatat ada lebih dari 450.000 kedatangan dari negara kota tersebut pada 2019.

Sementara data resmi menunjukkan, Hong Kong termasuk di antara 15 sumber pengunjung teratas untuk Singapura tahun lalu, dengan hampir setengah juta kedatangan.

Baca juga: Travel Bubble Hong Kong dan Singapura Dimulai Akhir November 2020

Hong Kong pada hari Senin (30/11/2020) memberlakukan kembali langkah-langkah pembatasan sosial.

Pembatasan sosial saat ini termasuk sebagai penerapan yang paling ketat sejak dimulainya pandemi virus corona, karena kasus harian meningkat tajam.

Pembatasan pertemuan publik diperketat dengan maksimal dua orang yang diizinkan untuk bertemu, turun dari empat, sementara pegawai negeri yang tidak penting diminta bekerja dari rumah.

Baca tentang

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Varian Baru Covid-19 Ditemukan di Bavaria, Jerman

Varian Baru Covid-19 Ditemukan di Bavaria, Jerman

Global
Berkenalan dengan Pemuda 22 Tahun Lewat Tinder, Wanita 50 Tahun Ini Mantap Menikah

Berkenalan dengan Pemuda 22 Tahun Lewat Tinder, Wanita 50 Tahun Ini Mantap Menikah

Global
Kisah Perang: 6 Meriam Terbesar yang Pernah Dipakai Bertempur

Kisah Perang: 6 Meriam Terbesar yang Pernah Dipakai Bertempur

Global
FBI Turun Tangan Cegah Penyusup Masuk dalam Garda Nasional untuk Pelantikan Biden

FBI Turun Tangan Cegah Penyusup Masuk dalam Garda Nasional untuk Pelantikan Biden

Global
Begini Tanggapan Biden Saat Trump Tiba-tiba Cabut Larangan Perjalanan Covid-19

Begini Tanggapan Biden Saat Trump Tiba-tiba Cabut Larangan Perjalanan Covid-19

Global
Pakai Jam Tangan dari Kertas, Bocah Ini Menangis Saat Dibelikan Jam Sungguhan

Pakai Jam Tangan dari Kertas, Bocah Ini Menangis Saat Dibelikan Jam Sungguhan

Global
3 Fakta Pelantikan Joe Biden-Kamala Harris

3 Fakta Pelantikan Joe Biden-Kamala Harris

Global
Trump Disebut Hanya Duduk Menonton TV Saat Kerusuhan di Capitol AS

Trump Disebut Hanya Duduk Menonton TV Saat Kerusuhan di Capitol AS

Global
Dilantik Jadi Presiden AS, Joe Biden Bakal Hadapi Serangkaian Bencana yang Belum Pernah Terjadi

Dilantik Jadi Presiden AS, Joe Biden Bakal Hadapi Serangkaian Bencana yang Belum Pernah Terjadi

Global
Trump Tiba-tiba Cabut Pembatasan Perjalanan terkait Covid-19 Saat Infeksi Belum Terkendali

Trump Tiba-tiba Cabut Pembatasan Perjalanan terkait Covid-19 Saat Infeksi Belum Terkendali

Global
Takut Ada Covid-19, Pria Ini Bersembunyi di Bandara Selama 3 Bulan

Takut Ada Covid-19, Pria Ini Bersembunyi di Bandara Selama 3 Bulan

Global
China Sebut Menlu AS Mike Pompeo Seperti 'Belalang Sembah'

China Sebut Menlu AS Mike Pompeo Seperti "Belalang Sembah"

Global
Ada Insiden, Aparat Tutup Sementara Gedung Capitol dan Evakuasi Peserta Geladi Bersih Pelantikan Biden

Ada Insiden, Aparat Tutup Sementara Gedung Capitol dan Evakuasi Peserta Geladi Bersih Pelantikan Biden

Global
Upacara Perpisahan Trump Akan Digelar Meriah Saat Pelantikan Joe Biden

Upacara Perpisahan Trump Akan Digelar Meriah Saat Pelantikan Joe Biden

Global
Navalny Desak Masyarakat Rusia Bergerak 'Turun ke Jalan' Melawan Putin

Navalny Desak Masyarakat Rusia Bergerak "Turun ke Jalan" Melawan Putin

Global
komentar
Close Ads X