[POPULER GLOBAL] Nagorno-Karabakh Masuki Babak Baru | Deretan Kasus Menunggu Trump Setelah Tak Lagi Jadi Presiden AS

Kompas.com - 18/11/2020, 05:14 WIB
Seorang pria Azerbaijan mengibarkan bendera Azerbaijan dan bendera Turki setelah Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev mengklaim pasukan Azerbaijan telah merebut Shushi, sebuah kota utama di wilayah Nagorno-Karabakh yang telah di bawah kendali etnis Armenia selama beberapa dekade di Baku, Azerbaijan, Minggu (8/11/2020). AP PhotoSeorang pria Azerbaijan mengibarkan bendera Azerbaijan dan bendera Turki setelah Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev mengklaim pasukan Azerbaijan telah merebut Shushi, sebuah kota utama di wilayah Nagorno-Karabakh yang telah di bawah kendali etnis Armenia selama beberapa dekade di Baku, Azerbaijan, Minggu (8/11/2020).

KOMPAS.com - Kabar terbaru mengenai konflik di Nagorno-Karabakh yang melibatkan Armenia dan Azerbaijan menjadi berita terpopuler di kanal Global.

Di belahan bumi lain, tepatnya di Amerika Serikat (AS), Presiden AS Donald Trump akan dihadapkan dengan sejumlah kasus setelah lengser dari jabatannya.

Berikut kami rangkumkan kabar internasional terpopuler dari kanal Global Kompas.com edisi Selasa (17/11/2020) hingga Rabu (18/11/2020).

Baca juga: [POPULER GLOBAL] Peti Mati Kuno Mesir Dibuka, Begini Bentuk Mumi di Dalamnya | Kalah Perang dari Azerbaijan, Armenia Alami Krisis

1. Armenia Kalah Perang dari Azerbaijan, Nagorno-Karabakh Masuki Babak Baru

Pertempuran telah berakhir di wilayah Nagorno-Karabakh setelah Armenia setuju untuk menandatangani perjanjian damai yang ditengahi Rusia.

Perjanjian damai tersebut juga menandai kekalahannya dari Azerbaijan karena kehilangan sejumlah wilayah di Nargorno-Karabakh yang berhasil mereka duduki sebelumnya dalam pertempuran pada dekade 1990-an.

Penasaran dengan kelanjutan beritanya? Anda bisa melanjutkan membacanya di sini.

Baca juga: Armenia Kalah Perang dari Azerbaijan, Nagorno-Karabakh Masuki Babak Baru

2. Deretan Kasus Menunggu Trump Setelah Tak Lagi Jadi Presiden AS, Salah Satunya Uang Tutup Mulut untuk Bintang Porno

Sebagai Presiden AS, Trump mempunyai hak istimewa antara lain perlindungan dari gugatan hukum baik perdata maupun pidana.

Hak istimewa ini tidak lama lagi akan dicabut menyusul kekalahannya dalam pemilihan presiden 2020. Begitu privilese dicabut, Trump akan menjadi warga negara biasa.

Di luar itu, ada kasus-kasus lain yang menunggu, dan mungkin akan dilanjutkan setelah Trump tak lagi menjabat sebagai presiden.

Apa saja kasus yang menanti Trump? Baca berita selengkapnya di sini.

Baca juga: Deretan Kasus Menunggu Trump Setelah Tak Lagi Jadi Presiden AS, Salah Satunya Uang Tutup Mulut untuk Bintang Porno


Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X