Raja Salman dan Pangeran Mohammed bin Salman Beri Selamat ke Biden

Kompas.com - 09/11/2020, 08:17 WIB
Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (kiri) berbicara dengan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz di Istana Diriya di Riyadh selama KTT Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), Minggu (9/12/2018). (AFP/SPA/Bandar Al-Jaloud) Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (kiri) berbicara dengan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz di Istana Diriya di Riyadh selama KTT Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), Minggu (9/12/2018). (AFP/SPA/Bandar Al-Jaloud)

RIYADH, KOMPAS.com - Raja Arab Saudi dan Putra Mahkotanya pada Minggu (8/11/2020) memberi ucapan selamat kepada presiden Amerika Serikat (AS) terpilih Joe Biden menurut media pemerintah Saudi.

Saudi Press Agency melaporkan bahwa kedua penguasa Saudi itu mengucapkan selamat kepada Joe Biden dan wakil presiden terpilih Kamala Harris satu hari setelah pengumuman di AS.

Melansir AFP, Raja Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud menekankan hubungan sejarah yang erat antar kedua negara dan berharap hubungan itu dapat diperkuat untuk pengembangan lebih lanjut di semua sektor.

Baca juga: Presiden AS Terpilih Joe Biden Mulai Lakukan Transisi Pemerintahan

Negara Saudi, eksportir utama minyak kepada AS adalah negara Teluk terakhir yang mengucapkan selamat kepada Biden setelah Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Oman dan Qatar pada Sabtu malam.

Pada tahun 2017, Arab Saudi menjamu kunjungan resmi presiden AS Donald Trump. Presiden AS itu menjalin hubungan erat khususnya dengan putra mahkota Mohammed bin Salman ( MBS).

Banyak kebijakan Trump yang berjalan baik di Saudi dan sebagian besar wilayah Teluk lain. Terutama soal penarikan sepihaknya dari kesepakatan nuklir Iran tahun 2015 dan pemberlakuan sanksi kembali ke republik Islam Iran.

Baca juga: Joe Biden Menang Pemilu Amerika Serikat, Apa yang Perlu Kamu Ketahui?

Hubungan hangat Trump itu kontras dengan era Barack Obama dengan Biden saat itu menjadi wakil presiden AS.

Dengan pengalaman Biden sebagai wapres di masa Obama, para analis mengatakan bahwa Arab Saudi khawatir sanksi terhadap Iran akan dimundurkan.

Meski ada kasus pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi pada 2018, dan keterlibatan Saudi dalam perang Yaman, Trump menolak resolusi anti-Saudi di Kongres AS.

Sementara itu kampanye Biden-Harris sebelumnya mengatakan pada peringatan kedua pembunuhan Khashoggi tahun ini bahwa pemerintahan mereka kelak akan menilai kembali hubungan antara AS dengan kerajaan Saudi.

Pemerintahan Biden juga akan mengakhiri dukungan AS terhadap Saudi dalam perang di Yaman namun memastikan bahwa AS tidak akan meninggalkan aktivitas penjualan senjata maupun pembelian minyak dari Saudi.

Baca juga: Ucapkan Selamat Kepada Biden, Presiden Palestina Minta AS Perkuat Hubungan dengan Negaranya


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X