Orientasi Seksual Tidak Diterima di Indonesia, WNI Ini Cari Perlindungan di Australia

Kompas.com - 07/11/2020, 15:50 WIB
Menurut penelusuran ABC Indonesia, jumlah aplikasi Protection visa meningkat seiring dengan penolakannya, bila dibandingkan dengan tahun lalu. ABC RN: Simon Leo BrownMenurut penelusuran ABC Indonesia, jumlah aplikasi Protection visa meningkat seiring dengan penolakannya, bila dibandingkan dengan tahun lalu.

KOMPAS.com - Dhytia Surya, WNI yang kini berada di Melbourne, Australia, mengetahui orientasi seksualnya sebagai seorang lesbian tidak diterima di Indonesia.

Karenanya, hampir tiga tahun yang lalu, ia mengajukan protection visa subclass 866 yang diperuntukkan bagi "orang yang sudah sampai di Australia dan mau mencari suaka".

Ada sejumlah alasan untuk bisa mengajukan visa perlindungan di Australia, termasuk apabila pendaftar merasa takut dianiaya karena memiliki orientasi seksual yang tidak bisa diubah.

Itulah alasan yang dipakai Dhytia.

"Saya tidak mau bohong… susah hidup sebagai LGBT dan Indonesia tidak akan pernah bisa... secara tradisi tidak bisa menerima," kata Dhytia.

"Di negara saya [LGBT] tidak legal."

Dhytia pertama kali mendengar visa perlindungan dari seorang teman yang pernah bekerja di Australia.

Kurang lebih satu bulan setelah mengajukan, ia mendapatkan bridging visa, yang menjadi izin tinggalnya hingga saat ini.

Baca juga: Pasal-pasal Kontroversial RUU Ketahanan Keluarga: Atur LGBT, BDSM, hingga Kewajiban Suami-Istri

Satu setengah tahun kemudian, ia memenuhi permintaan pengadilan untuk menindaklanjuti pengajuan visanya, termasuk membuktikan klaim yang diajukannya.

"Saya dapat panggilan [dari pengadilan] karena ada banyak yang pakai alasan pura-pura," kata Dhytia ABC Indonesia.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Siarkan Dirinya Tidur 5 Jam, Gadis Ini Ditonton Puluhan Ribu Orang

Siarkan Dirinya Tidur 5 Jam, Gadis Ini Ditonton Puluhan Ribu Orang

Global
AS Gunakan Bom Presisi 500 Pon dalam Serangan Pertamanya di Suriah

AS Gunakan Bom Presisi 500 Pon dalam Serangan Pertamanya di Suriah

Global
Pria di AS Tewas setelah Polisi Menindih Lehernya dengan Dengkul

Pria di AS Tewas setelah Polisi Menindih Lehernya dengan Dengkul

Global
Maroko Berencana Legalisasi Ganja untuk Keperluan Medis dan Industri

Maroko Berencana Legalisasi Ganja untuk Keperluan Medis dan Industri

Global
Luka Bakar 80 Persen, Pacar Pengemudi Kecelakaan BMW Singapura Keluar dari ICU

Luka Bakar 80 Persen, Pacar Pengemudi Kecelakaan BMW Singapura Keluar dari ICU

Global
Langgar Prokes Covid-19, Singapura Deportasi 4 Warga Inggris

Langgar Prokes Covid-19, Singapura Deportasi 4 Warga Inggris

Global
Gadis Remaja Tewas Usai Selamatkan Adik Laki-lakinya di Danau yang Membeku

Gadis Remaja Tewas Usai Selamatkan Adik Laki-lakinya di Danau yang Membeku

Global
Biden Perintahkan Serangan Udara ke Suriah, 17 Orang Tewas

Biden Perintahkan Serangan Udara ke Suriah, 17 Orang Tewas

Global
Aksi Militer Pertama Biden: Serangan Udara ke Suriah

Aksi Militer Pertama Biden: Serangan Udara ke Suriah

Global
Presiden Biden dan Raja Salman Membahas Diakhirinya Perang Yaman

Presiden Biden dan Raja Salman Membahas Diakhirinya Perang Yaman

Global
Joe Biden Tekankan ke Raja Salman Kerja Sama Bilateral Kuat dan Transparan

Joe Biden Tekankan ke Raja Salman Kerja Sama Bilateral Kuat dan Transparan

Global
Dipindah dari Penjara Moskwa, Dibawa ke Mana Alexei Navalny?

Dipindah dari Penjara Moskwa, Dibawa ke Mana Alexei Navalny?

Global
Gedung Capitol Kembali Terancam Pendukung Trump Ingin Ledakkan dan Bunuh Anggota Kongres

Gedung Capitol Kembali Terancam Pendukung Trump Ingin Ledakkan dan Bunuh Anggota Kongres

Global
Raja Yordania: Selama Covid 19, Terorisme dan Ekstremisme Kian Subur

Raja Yordania: Selama Covid 19, Terorisme dan Ekstremisme Kian Subur

Global
[POPULER GLOBAL] Dokumen 'Sangat Rahasia' Peran Putra Mahkota Arab Saudi dalam Pembunuhan Khashoggi | Seorang Wanita Singapura Siksa dan Bunuh PRT

[POPULER GLOBAL] Dokumen "Sangat Rahasia" Peran Putra Mahkota Arab Saudi dalam Pembunuhan Khashoggi | Seorang Wanita Singapura Siksa dan Bunuh PRT

Global
komentar
Close Ads X