Azerbaijan-Armenia Sudah Gencatan Senjata, Ledakan Masih Melanda Nagorno-Karabakh

Kompas.com - 11/10/2020, 11:41 WIB
Foto yang diambil dari video rilisan Kementerian Pertahanan Azerbaijan pada Sabtu (10/10/2020) menunjukkan pasukan Azerbaijan menyerang kendaraan militer Armenia di wilayah Nagorno-Karabakh. KEMENTERIAN PERTAHANAN AZERBAIJAN via APFoto yang diambil dari video rilisan Kementerian Pertahanan Azerbaijan pada Sabtu (10/10/2020) menunjukkan pasukan Azerbaijan menyerang kendaraan militer Armenia di wilayah Nagorno-Karabakh.

STEPANAKERT, KOMPAS.com - Ledakan baru mengguncang ibu kota wilayah Nagorno-Karabakh pada Sabtu malam (10/10/2020), meski Armenia dan Azerbaijan sudah menyetujui gencatan senjata.

Ledakan itu dilaporkan oleh seorang jurnalis AFP di lokasi, dan dikatakan ada tujuh ledakan keras yang mengguncang Stepanakert sekitar pukul 23.30 malam waktu setempat.

Sirene pun langsung berbunyi untuk memperingatkan warga agar berlindung di ruang bawah tanah dan tempat-tempat aman.

Baca juga: Perang Armenia-Azebaijan Ancam Keamanan Perbatasan, Rusia Tidak Bisa Mundur dari Konflik

Sebelumnya adu tembak juga terjadi hanya lima menit setelah gencatan senjata berlaku efektif, yang disepakati mulai pukul 12.00 siang waktu setempat.

Juru Bicara Kementerian Pertahanan Armenia Shushan Stepanyan mengatakan, "mengabaikan gencatan senjata yang diumumkan sebelumnya", pasukan Azerbaijan melancarkan serangan di garis depan pukul 12.05 waktu setempat.

Sementara itu Kementerian Pertahanan Azerbaijan mengatakan, pasukan Armenia juga melakukan serangan di garis depan dan menembaki dua daerah berpenduduk.

Baca juga: Baru 5 Menit Gencatan Senjata Sudah Baku Tembak Lagi, Azerbaijan-Armenia Saling Tuduh

"Armenia terang-terangan melanggar gencatan senjata," kata kementerian itu dalam pernyataan yang dikutip kantor berita AFP.

Kedua pihak juga saling tuduh melakukan serangan sebelum batas waktu gencatan senjata.

Ombudsman Karabakh Artak Beglaryan mengatakan, rudal-rudal ditembakkan ke Stepanakert ibu kota Nagorno-Karabakh, sedangkan Azerbaijan menyebut setidaknya lima distrik berpenduduk diberondong tembakan hebat.

Baca juga: Rudal Azerbaijan Hantam Ibu Kota Karabakh Sesaat Jelang Gencatan Senjata

Armenia dan Azerbaijan menyetujui gencatan senjata setelah 11 jam berunding di Moskwa, Rusia, tetapi keduanya saling tuduh melanggar perjanjian dengan adu tembak yang masih terjadi.

Meski begitu situasi kini dilaporkan lebih tenang dari biasanya. Kemarin sore banyak warga Stepanakert yang keluar rumah selama jeda penembakan dan serangan rudal.

Baca juga: Usai Berunding 11 Jam, Azerbaijan-Armenia Sepakat Gencatan Senjata


Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Putin Tidak Bisa Disuntik Vaksin Terbaru Rusia karena Belum Ada Sertifikasinya

Putin Tidak Bisa Disuntik Vaksin Terbaru Rusia karena Belum Ada Sertifikasinya

Global
Dubes Baru Indonesia untuk Singapura Suryopratomo Resmi Bertugas

Dubes Baru Indonesia untuk Singapura Suryopratomo Resmi Bertugas

Global
Kabinet Joe Biden, Klaim Siap Jadi Pemimpin Dunia Lagi

Kabinet Joe Biden, Klaim Siap Jadi Pemimpin Dunia Lagi

Global
Dewan Keamanan PBB Batalkan Pembahasan Konflik Etiopia-Tigray

Dewan Keamanan PBB Batalkan Pembahasan Konflik Etiopia-Tigray

Global
Pengacara Wanita Eks ISIS: Shamima Begum Harus Pulang ke Inggris

Pengacara Wanita Eks ISIS: Shamima Begum Harus Pulang ke Inggris

Global
India Larang 43 Lebih Aplikasi dari China termasuk Alibaba, Buntut Insiden Ladakh

India Larang 43 Lebih Aplikasi dari China termasuk Alibaba, Buntut Insiden Ladakh

Global
Hilang Sejak 2001, Buku Catatan Charles Darwin, Perintis Teori Evolusi Masih Belum Ditemukan

Hilang Sejak 2001, Buku Catatan Charles Darwin, Perintis Teori Evolusi Masih Belum Ditemukan

Global
Setelah Netanyahu Dikabarkan Bertemu MBS, Arab Saudi Masuk 'Daftar Hijau' Covid-19 Israel

Setelah Netanyahu Dikabarkan Bertemu MBS, Arab Saudi Masuk "Daftar Hijau" Covid-19 Israel

Global
Serangan Houthi Membuat Lubang Besar di Tangki Minyak Saudi Aramco

Serangan Houthi Membuat Lubang Besar di Tangki Minyak Saudi Aramco

Global
Kawan-kawannya Meninggal Dunia, Curhat Mahathir: Saya Sendiri Sekarang

Kawan-kawannya Meninggal Dunia, Curhat Mahathir: Saya Sendiri Sekarang

Global
[POPULER GLOBAL] Biden Umumkan Kabinet Baru | Temuan Rumah Masa Kecil Yesus

[POPULER GLOBAL] Biden Umumkan Kabinet Baru | Temuan Rumah Masa Kecil Yesus

Global
Angkatan Laut Rusia Kejar Kapal Perang AS di Wilayah Pasifik, Mengapa?

Angkatan Laut Rusia Kejar Kapal Perang AS di Wilayah Pasifik, Mengapa?

Global
Sebelum Dibunuh, Jamal Khashoggi Sempat Diancam oleh Oknum Pejabat Arab Saudi

Sebelum Dibunuh, Jamal Khashoggi Sempat Diancam oleh Oknum Pejabat Arab Saudi

Global
Setelah Pfizer, Vaksin Covid-19 Sputnik V Milik Rusia Diklaim Efektif 95 Persen

Setelah Pfizer, Vaksin Covid-19 Sputnik V Milik Rusia Diklaim Efektif 95 Persen

Global
Habitatnya Tergerus, Platipus Spesies Asli Australia Terancam Punah

Habitatnya Tergerus, Platipus Spesies Asli Australia Terancam Punah

Global
komentar
Close Ads X