Presiden Palestina Bertemu Presiden Kongres Yahudi Dunia, Apakah Normalisasi dengan Israel Jadi Bahasan?

Kompas.com - 11/10/2020, 08:01 WIB
Seorang perempuan warga Palestina memegang bendera negaranya saat terjadi bentrokan dengan pasukan Israel di dekat perbatasan antara jalur Gaza dan Israel, di sebelah timur Kota Gaza, Senin (14/5/2018). Otoritas Palestina menyebut pasukan Israel telah menewaskan 55 orang dan melukai 2.700 orang dalam aksi protes dan bentrokan menentang pembukaan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Yerusalem. AFP PHOTO/MAHMUD HAMSSeorang perempuan warga Palestina memegang bendera negaranya saat terjadi bentrokan dengan pasukan Israel di dekat perbatasan antara jalur Gaza dan Israel, di sebelah timur Kota Gaza, Senin (14/5/2018). Otoritas Palestina menyebut pasukan Israel telah menewaskan 55 orang dan melukai 2.700 orang dalam aksi protes dan bentrokan menentang pembukaan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Yerusalem.

RAMALLAH, KOMPAS.com - Presiden Palestina Mahmoud Abbas bertemu dengan Presiden Kongres Yahudi Dunia Ronald Lauder di Tepi Barat pada Sabtu (10/10/2020). Ada kemungkinan membicarakan tentang normalisasi hubungan dengan Israel.

Kabar pertemuan itu disampaikan oleh seorang menteri Palestina. Sementara, pertemuan itu terjadi menyusul seruan Lauder untuk warga Palestina dapat menghidupkan kembali pembicaraan damai dengan Israel.

Baca juga: Kritik Palestina, Apakah Arab Saudi Akan Berdamai dengan Israel?

Menteri Urusan Sipil Palestina Hussein al-Sheikh mengungkapkan pertemuan itu dalam sebuah posting Twitter, tetapi tidak memberikan rincian tentang pertemuan itu.

Lauder, seorang pengusaha AS yang juga bertemu Abbas setahun lalu di New York, dalam upacara penandatanganan perjanjian normalisasi di Gedung Putih pada 15 September, antara Israel, Uni Emirat Arab serta Bahrain untuk menjalin hubungan formal.

Baca juga: Israel Menambah Kapal Rudal untuk Amankan Industri Gas dari Ancaman Hezbollah

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Melansir Reuters pada Minggu (11/10/2020), Lauder mengatakan kepada surat kabar Arab Saudi, Arab News, pada 16 September bahwa dia berharap kesepakatan itu akan membawa Palestina dan Israel kembali ke pembicaraan damai, yang pernah dibangun tapi gagal pada 2014.

Kongres Yahudi Dunia mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Lauder bertemu dengan pemimpin Palestina pada Sabtu "untuk kunjungan pribadi atas undangan Abbas, untuk membahas berbagai masalah tentang Palestina dan Timur Tengah."

Baca juga: PBB: Israel Hancurkan Lebih dari 500 Bangunan Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza pada 2020

Di Washington, seseorang yang mengetahui masalah tersebut mengatakan bahwa kunjungan Lauder tidak dikoordinasikan dengan atau atas nama pemerintahan Trump, tetapi dalam kapasitas yang sangat pribadi.

Sementara ini, Gedung Putih belum menanggapi permintaan komentar tentang pertemuan Lauder dengan Abbas.

Palestina telah memutuskan hubungan diplomatik dengan pemerintahan Trump, yang telah lama mereka tuduh sebagai bias pro-Israel, dan menolak langkah diplomatik negara-negara Teluk dengan Israel.

Baca juga: Liga Arab Yakinkan Normalisasi UEA-Israel Pasti Hentikan Aneksasi Tepi Barat

Seorang pejabat Palestina mengatakan kepada Reuters dengan syarat anonim bahwa dalam pertemuan pada Sabtu kemarin, Lauder tidak membawa pesan dari Gedung Putih.

Sumber kedua Palestina mengatakan Abbas membahas seruan yang dia buat di PBB bulan lalu untuk konferensi perdamaian yang dipimpin PBB awal tahun depan.

Baca juga: Kemunduran Palestina Sejak Intifada Kedua pada Tahun 2000

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.