Derek Chauvin Bebas dengan Jaminan Senilai Rp 14,7 Miliar, tapi Ada Syaratnya

Kompas.com - 08/10/2020, 11:45 WIB
Dalam foto yang dirilis Penjara Hennepin County pada 31 Mei 2020, nampak Derek Chauvin ketika diambil tampak depan dan samping. Mantan polisi Minneapolis itu dituding membunuh George Floyd, setelah videonya menindih leher pria kulit hitam berusia 46 tahun selama hampir sembilan menit viral di media sosial. AFP PHOTO/Hennepin County Jail/HANDOUTDalam foto yang dirilis Penjara Hennepin County pada 31 Mei 2020, nampak Derek Chauvin ketika diambil tampak depan dan samping. Mantan polisi Minneapolis itu dituding membunuh George Floyd, setelah videonya menindih leher pria kulit hitam berusia 46 tahun selama hampir sembilan menit viral di media sosial.

MINNEAPOLIS, KOMPAS.com - Eks petugas polisi Minneapolis yang dituduh melakukan pembunuhan atas kematian George Floyd membayar jaminannya pada Rabu (7/10/2020) dan dibebaskan dengan syarat.

Melansir Associated Press (AP) pembebasan eks polisi bernama Derek Chauvin dari penjara dikawal oleh Garda Nasional Amerika Serikat (AS) untuk berjaga-jaga jika suatu waktu terjadi protes massa.

Menurut catatan pengadilan, Derek Chauvin membayar uang jaminannya sebesar 1 juta dollar AS alias sekitar Rp 14,7 Miliar.

Catatan penjara distrik Hennepin menunjukkan Chauvin dibebaskan sebelum pukul 11:30 pagi waktu setempat.

Chauvin ditahan setelah dia memborgol dan menahan pria keturunan Afro-Amerika, George Floyd pada 25 Mei 2020 lalu.

Baca juga: Derek Chauvin, Pembunuh George Floyd, Diduga Kemplang Pajak

Chauvin menahan Floyd dengan menekan lututnya di leher pria itu dan terekam dalam video yang beredar luas di media sosial.

Akibatnya, tindakan Chauvin itu dikecam oleh masyarakat internasional. Protes massa pun pecah di AS dan berakhir dengan kerusuhan juga penjarahan.

Chauvin dan tiga petugas polisi lain yang terlibat dipecat. Chauvin didakwa dengan pembunuhan tingkat dua dan pembunuhan tingkat tiga.

Sementara petugas polisi lainnya, Thomas Lane, J. Kueng dan Tou Thao dituduh membantu dan bersekongkol baik dalam pembunuhan tersebut.

Setelah Chauvin dibebaskan, Gubernur Tim Walz mengaktifkan Garda Nasional untuk membantu penegak hukum setempat.

Baca juga: Sebelum Tewas, George Floyd Sempat Diminta Berhenti Berteriak oleh Derek Chauvin

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kota Tertua di Benua Amerika Terancam Musnah akibat Virus Corona

Kota Tertua di Benua Amerika Terancam Musnah akibat Virus Corona

Global
Seorang Salesman Dituding sebagai “Superspreader”, Sebabkan 102 Infeksi Baru di China

Seorang Salesman Dituding sebagai “Superspreader”, Sebabkan 102 Infeksi Baru di China

Global
Truk Oleng Tabrak 15 Orang Tidur di Pinggir Jalan, Semua Tewas

Truk Oleng Tabrak 15 Orang Tidur di Pinggir Jalan, Semua Tewas

Global
Fenomena Salju Efek Laut Melanda Asia, Timbulkan Cuaca Ekstrem hingga Makan Korban di Jepang

Fenomena Salju Efek Laut Melanda Asia, Timbulkan Cuaca Ekstrem hingga Makan Korban di Jepang

Global
Tabrakan Beruntun 134 Mobil di Tol Jepang, Angin Kencang 100 Km Per Jam dan Salju Lebat

Tabrakan Beruntun 134 Mobil di Tol Jepang, Angin Kencang 100 Km Per Jam dan Salju Lebat

Global
200 Orang dan 134 Mobil Kecelakaan Beruntun di Jepang, 1 Tewas

200 Orang dan 134 Mobil Kecelakaan Beruntun di Jepang, 1 Tewas

Global
Kecelakaan Fatal Terjadi di Jepang 130 Kendaraan Saling Bertabrakan

Kecelakaan Fatal Terjadi di Jepang 130 Kendaraan Saling Bertabrakan

Global
Singapura Mulai Vaksinasi Massal Pekerja Sektor Penerbangan dan Maritim

Singapura Mulai Vaksinasi Massal Pekerja Sektor Penerbangan dan Maritim

Global
Deretan Kebijakan Trump yang Membuat AS Penuh Gejolak Selama 4 Tahun

Deretan Kebijakan Trump yang Membuat AS Penuh Gejolak Selama 4 Tahun

Global
Pelantikan Joe Biden Dinanti Ibu Timur Tengah untuk Dapat Bertemu Keluarga di AS

Pelantikan Joe Biden Dinanti Ibu Timur Tengah untuk Dapat Bertemu Keluarga di AS

Global
Ilmuwan Minta Kuda Nil Peliharaan Bandar Narkoba Pablo Escobar Dibunuh, Ini Alasannya...

Ilmuwan Minta Kuda Nil Peliharaan Bandar Narkoba Pablo Escobar Dibunuh, Ini Alasannya...

Global
Jelang Pelantikan Biden, Toko Senjata di AS Diserbu Pembeli

Jelang Pelantikan Biden, Toko Senjata di AS Diserbu Pembeli

Global
Biden Usulkan Jalur Tercepat Imigran Peroleh Kewarganegaraan AS

Biden Usulkan Jalur Tercepat Imigran Peroleh Kewarganegaraan AS

Global
7 Drama Pelantikan Presiden AS: Ada yang Boikot, Meninggal, dan Salah Sumpah

7 Drama Pelantikan Presiden AS: Ada yang Boikot, Meninggal, dan Salah Sumpah

Global
Klaim Revisi Hukumnya, Eksekusi Mati di Arab Saudi Turun 85 Persen pada 2020

Klaim Revisi Hukumnya, Eksekusi Mati di Arab Saudi Turun 85 Persen pada 2020

Global
komentar
Close Ads X