Bantah Tuduhan Berikan Pelatihan Teroris, Iran: Itu Skenario Tidak Berharga

Kompas.com - 29/09/2020, 21:40 WIB
Hassan Rohani adalah perunding masalah nuklir Iran di masa pemerintahan Presiden Mohammad Khatami. Rohani terpiliha sebagai presiden Iran pada 14 Juni lalu. AFPHassan Rohani adalah perunding masalah nuklir Iran di masa pemerintahan Presiden Mohammad Khatami. Rohani terpiliha sebagai presiden Iran pada 14 Juni lalu.

TEHERAN, KOMPAS.com - Iran pada Selasa (29/9/2020), membantah tuduhan Arab Saudi, yang menyebutkan mereka memberikan pelatihan pembuatan bahan peledak kepada teroris yang ditangkap oleh otoritas Arab Saudi pada 23 September lalu.

Sehari sebelumnya (28/9/2020), Arab Saudi mengatakan bahwa mereka telah menangkap 10 orang pada awal bulan ini, dan menyita senjata serta bahan peledak dari persembunyian teroris yang telah menerima pelatihan dari Pengawal Revolusi elit Iran.

Laporan itu diungkapkan oleh Seorang Juru Bicara Keamanan Arab Saudi, Senin (28/9/2020), sebagaimana dilansir dari The National.

Baca juga: Gerebek Persembunyian Teroris, Arab Saudi Tuduh Iran Pelatihnya

Sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Presidensi Keamanan Negara menyatakan, 3 dari mereka yang ditahan telah menerima pelatihan di Iran oleh Garda Revolusi Iran pada Oktober 2017 tentang pembuatan bahan peledak.

Presidensi Keamanan Negara diawasi oleh Raja Arab Saudi dan Putra Mahkota.

Pernyataan Presidensi Keamanan Negara tersebut juga menyebutkan bahwa senjata dan bahan peledak telah disita di sebuah rumah dan peternakan.

Baca juga: Pria di Iran Klaim Punya Kemampuan Telekinetik, Semua Benda Bisa Menempel dengan Kekuatan Pikiran

Tempat persembunyian itu dibobol oleh pasukan keamanan pada 23 September. Sejumlah senjata seperti senapan dan pistol disita di dua lokasi, kata badan keamanan itu.

Badan keamanan tidak memberikan lebih banyak detail atau bukti lebih lanjut mengenai tempat persembunyian tersebut, seperti di mana lokasi tempat persembunyian itu.

Baca juga: Jari Remaja Pencuri di Iran Akan Dipotong, Asosiasi Medis Dunia Mengecam

Identitas mereka yang ditahan juga belum terungkap karena penyelidikan masih berlangsung.

"Tuduhan berulang dan tidak berharga dari para penguasa Saudi bukanlah cara bagi Riyadh untuk mencapai tujuannya," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, seperi yang dilansir dari Reuters pada Selasa.

Kemudian, Khatibzadeh melanjutkan dengan berkata, "Rekomendasi kami adalah bahwa Arab Saudi lebih baik memilih jalan kejujuran dan kebijaksanaan daripada skenario yang tidak berharga."

Baca juga: Iran Murka, Sebut AS Biadab atas Sanksi yang Telah Dijatuhkan

Iran dan musuh regional utamanya, Arab Saudi, telah terlibat dalam perang proksi di seluruh wilayah Timur Tengah, dari Suriah hingga Yaman.

Amerika Serikat dan Arab Saudi telah menyalahkan serangkaian serangan terhadap kepentingan minyak di negara Teluk kepada Iran, sejak tahun lalu. Teheran membantah semua tuduhan itu.

Baca juga: Iran dan Rusia Bahas Kerja Sama Produksi Vaksin Corona


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X