Brasil Larang Doctors Without Borders Tangani Covid-19 di Pedalaman

Kompas.com - 21/08/2020, 07:22 WIB
Kurangnya perawatan terhadap pasien virus corona dari Manaus mendorong Pedro dos Santos untuk minum teh yang terbuat dari akar sawi putih, bawang putih dan jeruk nipis untuk memerangi demam tinggi yang berlangsung 10 hari. AP/Felipe DanaKurangnya perawatan terhadap pasien virus corona dari Manaus mendorong Pedro dos Santos untuk minum teh yang terbuat dari akar sawi putih, bawang putih dan jeruk nipis untuk memerangi demam tinggi yang berlangsung 10 hari.

BRASILIA, KOMPAS.com - Pemerintah Brasil tidak mengizinkan organisasi dokter tanpa batas alias Doctors Without Borders ( MSF) untuk memberikan bantuan pencegahan dan pendeteksian Covid-19 terhadap suku pedalaman Brasil.

MSF menyatakan pemerintah Brasil belum mengizinkan mereka menjangkau ke tujuh desa tempat suku asli Terena bermukim di Brasil selatan.

Rencananya, MSF akan membantu tujuh desa tersebut yang berpopulasi sekitar 5.000 jiwa sebagaimana dilansir dari Reuters, Kamis (20/8/2020).

MSF juga menyatakan bawa mereka diundang oleh para pemimpin suku untuk menjangkau ketujuh desa itu.

Sebaliknya, Sekretarian Khusus Brasil untuk Suku Adat (Sesai) memberi wewenang kepada dokternya sendiri untuk membantu desa lain yang memiliki 1.000 penduduk.

Sesai menyatakan bahwa rencana MSF untuk membantu komunitas Terena tidak diizinkan karena gagal menyebutkan komunitas dan sumber daya yang akan digunakan.

Baca juga: Ngotot Amazon Tidak Kebakaran, Wapres Brasil Tantang Leonardo DiCaprio Masuk Hutan

Organisasi hak-hak adat mengeluh bahwa pemerintah mengizinkan misionaris Kristen untuk bekerja dengan suku-suku terpencil meski ada risiko penularan oleh orang luar.

Pandemi virus corona telah membahayakan masyarakat adat yang tidak memiliki akses untuk perawatan kesehatan.

Di pelosok Hutan Amazon dan bagian lain Brasil, kehidupan komunalnya berada di bawah tempat tinggal yang besar.

Hal itu membuat penerapan penjagaan jarak atau physical distancing menjadi tidak mungkin.

Halaman:
Baca tentang

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X