Pakar Nilai Klaim Putin soal Vaksin Corona "Sembrono dan Tidak Etis"

Kompas.com - 12/08/2020, 07:55 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri upacara penyerahan medali Bintang Emas kepada para pahlawan pekerja, di tengah peringatan Hari Rusia di Moskwa, 12 Juni 2020. AP Photo/Pool Sputnik Kremlin/Mikhail KlimentyevPresiden Rusia Vladimir Putin menghadiri upacara penyerahan medali Bintang Emas kepada para pahlawan pekerja, di tengah peringatan Hari Rusia di Moskwa, 12 Juni 2020.

KOMPAS.com - Presiden Rusia, Vladimir Putin dikritik oleh beberapa pakar Selasa kemarin (11/8/2020) atas klaimnya soal vaksin virus corona yang dinilai 'sembrono, bodoh dan tidak etis' sebagaimana dikutip Daily Mail, Selasa (11/8/2020).

Putin sebelumnya mengatakan bahwa Rusia telah mengembangkan vaksin virus corona pertama yang efektif di dunia.

Menurut presiden yang masih memimpin sampai 16 tahun ke depan itu, vaksin yang dikembangkan Rusia menawarkan 'imunitas yang berkelanjutan' dan mengatakan bahwa putrinya telah diberi 'suntikan vaksin efektif itu'.

Baca juga: Menkes Rusia Sebut Vaksin Corona Sputnik V Mampu Beri Kekebalan Hingga 2 Tahun

Rusia kemudian merencanakan suntikan massal vaksin tersebut pada Oktober mendatang yang menyebabkan kekhawatiran luas karena masih belum lulus uji klinis.

Seorang ilmuwan mengecam langkah Putin yang dianggap 'tidak etis' karena pengujian vaksin yang belum tepat akan memberi dampak bagi kesehaan masyarakat. 

Sementara ilmuwan lainnya memperingatkan bahwa 'tidak ada data' untuk bisa mengklaim bahwa vaksin yang dikeluarkan Rusia adalah efektif.

Baca juga: 20 Negara Sudah Meminta Rusia Produksi 1 Miliar Vaksin Covid-19, Sputnik-V


Pakar lainnya memperingatkan bahwa 'kerusakan dari peluncuran vaksin yang kurang aman hanya akan memperburuk masalah yang saat ini sudah tidak dapat diatasi'.

Meski beberapa pengujian mampu menunjukkan apakah suatu vaksin bisa dikatakan aman, pengujian fase III yang biasanya berlangsung selama berbulan-bulan untuk mengukur efektivitas masih belum dilakukan.

Dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga belum memberikan izin untuk penyuntikan vaksin tersebut.

Baca juga: Klaim Rusia Ciptakan Vaksin Corona: Dikecam Ilmuwan, Dipertanyakan WHO

Walau begitu, Rusia mengklaim bahwa sebanyak 20 negara telah memesan satu miliar dosis vaksin, yang telah diberi nama Sputnik V seperti nama satelit luar angkasa di era Soviet.

Halaman:

Sumber Daily Mail
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemunduran Palestina Sejak Intifada Kedua pada Tahun 2000

Kemunduran Palestina Sejak Intifada Kedua pada Tahun 2000

Global
Ketagihan Pornografi Sejak Umur 10 Tahun, Remaja Ini Berusaha Keras Menghilangkannya

Ketagihan Pornografi Sejak Umur 10 Tahun, Remaja Ini Berusaha Keras Menghilangkannya

Global
Makna Dibalik 'Background' Pemimpin Dunia yang Pidato saat Sidang Umum PBB

Makna Dibalik "Background" Pemimpin Dunia yang Pidato saat Sidang Umum PBB

Global
Indonesia dalam Sidang Umum PBB: Vanuatu Jangan Ikut Campur Urusan Papua

Indonesia dalam Sidang Umum PBB: Vanuatu Jangan Ikut Campur Urusan Papua

Global
Ribuan Orang Gelar Doa Bersama dan Beri Dukungan pada Trump

Ribuan Orang Gelar Doa Bersama dan Beri Dukungan pada Trump

Global
Mahathir Tak Ingin Mencalonkan Diri karena Dia Bakal Berumur 98 Tahun di Pemilu Malaysia Selanjutnya

Mahathir Tak Ingin Mencalonkan Diri karena Dia Bakal Berumur 98 Tahun di Pemilu Malaysia Selanjutnya

Global
Michael Jackson Diyakini Pernah Bertemu Almarhum Presiden Zimbabwe Robert Mugabe pada 1998

Michael Jackson Diyakini Pernah Bertemu Almarhum Presiden Zimbabwe Robert Mugabe pada 1998

Global
Kecelakaan Tambang Batu Bara di China Tewaskan 16 Orang

Kecelakaan Tambang Batu Bara di China Tewaskan 16 Orang

Global
Azerbaijan dan Armenia Bentrok, Turki: Yerevan Hambatan bagi Perdamaian

Azerbaijan dan Armenia Bentrok, Turki: Yerevan Hambatan bagi Perdamaian

Global
Pembunuh 20 Orang di India Suap Polisi Rp 10 Miliar agar Dibebaskan

Pembunuh 20 Orang di India Suap Polisi Rp 10 Miliar agar Dibebaskan

Global
Korea Utara Lakukan Pencarian Terpisah dengan Selatan untuk Temukan Jenazah Pejabat yang Ditembak Tentaranya

Korea Utara Lakukan Pencarian Terpisah dengan Selatan untuk Temukan Jenazah Pejabat yang Ditembak Tentaranya

Global
Survei Sebut Warga AS Nilai Kinerja Pemerintahnya dalam Atasi Pandemi Covid-19 Buruk

Survei Sebut Warga AS Nilai Kinerja Pemerintahnya dalam Atasi Pandemi Covid-19 Buruk

Global
Makin Memanas dengan Azerbaijan, Karabakh dan Armenia Umumkan Pengerahan Militer

Makin Memanas dengan Azerbaijan, Karabakh dan Armenia Umumkan Pengerahan Militer

Global
Guru di Sekolah untuk Anak dengan Kesulitan Emosi Ini Mengaku Berhubungan Seks dengan Muridnya

Guru di Sekolah untuk Anak dengan Kesulitan Emosi Ini Mengaku Berhubungan Seks dengan Muridnya

Global
Vaksin Covid-19 Berbahan Hati Hiu, Ahli Konservasi: Bencana Bagi Hiu dan Manusia

Vaksin Covid-19 Berbahan Hati Hiu, Ahli Konservasi: Bencana Bagi Hiu dan Manusia

Global
komentar
Close Ads X