Tensi Meningkat dengan China, India Tinjau Institut Konfusius

Kompas.com - 09/08/2020, 17:42 WIB
Dalam foto yang dirilis 5 Mei 2013, menunjukkan tentara China membentangkan banner bertuliskan Kalian melewati batas, kembalilah di Ladakh, India. Dua negara terlibat konflik pertama dalam 45 tahun terakhir di perbatasan, di mana tentara mereka terlibat pertarungan tangan kosong yang menyebabkan puluhan prajurit tewas dan terluka. AP Photo/FileDalam foto yang dirilis 5 Mei 2013, menunjukkan tentara China membentangkan banner bertuliskan Kalian melewati batas, kembalilah di Ladakh, India. Dua negara terlibat konflik pertama dalam 45 tahun terakhir di perbatasan, di mana tentara mereka terlibat pertarungan tangan kosong yang menyebabkan puluhan prajurit tewas dan terluka.

NEW DELHI, KOMPAS.com - "Bicaralah dalam bahasa Mandarin dengan baik, dengan begitu Anda akan memiliki teman di seluruh dunia," demikian pernyataan People's Daily, media corong pejabat Partai Komunis China dalam simposium di Beijing Agustus tahun lalu.

Dikutip South China Morning Post, simposium itu bertujuan untuk memperdalam pertukaran pendidikan bahasa antara China dan India.

Slogan itu kemudian diterbitkan ulang di situs web Hanban, yang berkantor pusat di Beijing di bawah Kementerian Pendidikan China yang mengawasi Institut Konfusius.

Institut itu berupaya mempromosikan bahasa dan budaya China di seluruh dunia.

Tapi setahun kemudian, slogan itu diam-diam dihapus dari situs web Hanban karena sentimen domestik di India sangat buruk tentang China.

Banyak di antara masyarakat India, frustrasi dengan China tentang pandemi virus corona. Mereka menyerukan pemisahan yang lebih jauh dari China sementara ketegangan kedua negara semakin meningkat selama 3 bulan krisis perbatasan di Ladakh Timur.

Kemarahan masyarakat India pun membuncah atas tragedi bentrok berdarah di Lembah Galwan pada Juni lalu.

Ketegangan itu semakin meninggi sejak India melarang berbagai aplikasi yang berasal dari China hingga meluas ke bidang akademik.

Media India melaporkan pada pekan ini bahwa Kementerian Pendidikan India akan meninjau Institut Konfisius di Universitas India dan perjanjian kerja sama yang ditandatangani antara lembaga India dan China.

Kebijakan pendidikan nasional terbaru India, juga mencabut bahasa Mandarin sebagai salah satu bahasa asing yang ditawarkan kepada siswa sekolah menengah.

Baca juga: Konflik China-India, 2 Negara Berlomba Bangun Infrastruktur di Perbatasan Himalaya yang Jadi Sengketa

Halaman:

Sumber SCMP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X