Ratusan Pengunjuk Rasa di London Sebut Masker sebagai "Pengontrol Pikiran"

Kompas.com - 21/07/2020, 16:26 WIB
Orang-orang berkumpul untuk mendengarkan pembicara di sebuah protes yang diselenggarakan oleh Keep Britain Free di London pada 19 Juli 2020, sebagai tanggapan atas keputusan pemerintah untuk mengenakan masker yang dikenakan pada pembeli toko sebagai tindakan pencegahan terhadap penularan virus corona. Para pengunjuk rasa bereaksi terhadap peraturan pengentasan kebebasan pemerintah Inggris dan undang-undang yang diberlakukan saat lockdown. JUSTIN TALLIS / AFPOrang-orang berkumpul untuk mendengarkan pembicara di sebuah protes yang diselenggarakan oleh Keep Britain Free di London pada 19 Juli 2020, sebagai tanggapan atas keputusan pemerintah untuk mengenakan masker yang dikenakan pada pembeli toko sebagai tindakan pencegahan terhadap penularan virus corona. Para pengunjuk rasa bereaksi terhadap peraturan pengentasan kebebasan pemerintah Inggris dan undang-undang yang diberlakukan saat lockdown.

Perdana menteri Inggris ini baru-baru saja terlihat menggunakan masker untuk pertama kalinya, setelah sekian lama pemerintahannya tidak menghiraukan penanganan efektif terhadap pandemi virus corona.

Banyak negara telah menetapkan penggunaan masker sebagai aturan, dan ada denda bagi yang menolak mematuhi aturan penggunaan masker di tempat-tempat umum.

Baca juga: Bubarkan Kerusuhan Pesta Corona di Jerman, Polisi Malah Dilempari Botol

Negara-negara di Eropa yang sudah menerapkan aturan tersebut, di antaranya Perancis yang dimulai pada Senin (20/7/2020), dan aturan serupa telah berlaku berminggu-minggu di Jerman, Spanyol, serta negara lainnya.

Sementara, aturan wajib menggunakan masker di angkutan umum di Inggris sudah berlangsung lebih dahulu.

Inggris telah secara signifikan melonggarkan penerapan lockdown dalam beberapa pekan terkahir, dengan semua pub, restoran, dan salon rambut mulai buka kembali pada Juli.

Kemudian, Johnson menyampaikan bahwa pada 1 Agustus pengusaha dapat melanjutkan bisnisnya dengan menentukan apakah karyawan yang dapat bekerja dari kantor atau bekerja dari rumah.

Baca juga: WHO Catatkan Kenaikan Terbesar Kasus Harian Virus Corona di Dunia

Pertunjukkan langsung di dalam ruangan dapat juga dilanjutkan, jika uji coba awal telah berhasil dalam menghadapi virus corona.

Sementara itu, sekolah, perguruan tinggi, dan taman kanak-kanak, kata Johnson akan bukan kembali pada September.

Bersamaan dengan usaha pemerintah untuk melonggarkan lockdown dan membuka kembali aktivitas ekonomi, masih ada kota Leicester di Inggris yang kembali menerapkan lockdown selama 2 minggu sejak 2 Juli lalu, setelah terjadi lonjakan kasus.

Baca juga: Usai Dihantam Virus Corona, Wuhan Diterjang Banjir Besar

 

Halaman:

Sumber CNN
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[UNIK GLOBAL] Kebiasaan Pria Nikah di Tiap Tempat Kunjungannya | Anjing Tempuh 26 Hari Perjalanan Demi Menuju Rumah Majikan

[UNIK GLOBAL] Kebiasaan Pria Nikah di Tiap Tempat Kunjungannya | Anjing Tempuh 26 Hari Perjalanan Demi Menuju Rumah Majikan

Global
Kisah Joe Biden yang Terus Maju Meski Dihantam Berbagai Tragedi

Kisah Joe Biden yang Terus Maju Meski Dihantam Berbagai Tragedi

Global
Teman Selama 30 Tahun Ini Ceritakan soal Korban Serangan di Gereja Perancis

Teman Selama 30 Tahun Ini Ceritakan soal Korban Serangan di Gereja Perancis

Global
Kepemimpinan Trump Mengubah Gaya Kebijakan Luar Negeri Global

Kepemimpinan Trump Mengubah Gaya Kebijakan Luar Negeri Global

Global
Cerita Pria dengan 120 Istri dan 28 Anak, Menikah di Tiap Tempat yang Dikunjungi

Cerita Pria dengan 120 Istri dan 28 Anak, Menikah di Tiap Tempat yang Dikunjungi

Global
Dubai Bakal Tambah 12 Pantai Buatan, Klaim Tingkatkan Kualitas Hidup Warga

Dubai Bakal Tambah 12 Pantai Buatan, Klaim Tingkatkan Kualitas Hidup Warga

Global
Suami Sibuk Kerja, Istri Kesepian dan Selingkuh dengan 300 Pria Selama 2 Tahun

Suami Sibuk Kerja, Istri Kesepian dan Selingkuh dengan 300 Pria Selama 2 Tahun

Global
Serba-serbi Bandara Berlin yang Penuh Skandal, Pembukaannya Tertunda 9 Tahun

Serba-serbi Bandara Berlin yang Penuh Skandal, Pembukaannya Tertunda 9 Tahun

Global
Jelang Pemilu Myanmar, Aung San Suu Kyi Klaim Covid-19 Terkendali di Yangon

Jelang Pemilu Myanmar, Aung San Suu Kyi Klaim Covid-19 Terkendali di Yangon

Global
Update Gempa Turki-Yunani, 28 Orang Tewas, 831 Orang Luka-luka

Update Gempa Turki-Yunani, 28 Orang Tewas, 831 Orang Luka-luka

Global
3 Tersangka Serangan Gereja Perancis Ditahan, Polisi Usut Kaitan dengan Pelaku

3 Tersangka Serangan Gereja Perancis Ditahan, Polisi Usut Kaitan dengan Pelaku

Global
Pilpres AS 2020: Beberapa Negara Asia Dambakan Trump Kembali jadi Presiden

Pilpres AS 2020: Beberapa Negara Asia Dambakan Trump Kembali jadi Presiden

Global
Rusia Berjanji Bantu Armenia Perang Lawan Azerbaijan jika Terjadi Hal Ini

Rusia Berjanji Bantu Armenia Perang Lawan Azerbaijan jika Terjadi Hal Ini

Global
Rambut Ras Kuda Ini Menjadi Keriting saat Musim Dingin

Rambut Ras Kuda Ini Menjadi Keriting saat Musim Dingin

Global
Curi dan Jual Penguin dari Kebun Binatang di Facebook, Pria Ini Ditangkap Polisi

Curi dan Jual Penguin dari Kebun Binatang di Facebook, Pria Ini Ditangkap Polisi

Global
komentar
Close Ads X