Ibu Ini Bunuh Anaknya karena Terus Bermain Ponsel

Kompas.com - 10/07/2020, 16:19 WIB
Alexandra Dougokenski, seorang ibu asal Brasil yang ditangkap karena membunuh anaknya sendiri, Rafael, karena kesal sang anak bermain ponsel hingga larut malam. CEN/Alexandra Batista via Daily MirrorAlexandra Dougokenski, seorang ibu asal Brasil yang ditangkap karena membunuh anaknya sendiri, Rafael, karena kesal sang anak bermain ponsel hingga larut malam.

BRASILIA, KOMPAS.com - Seorang ibu di Brasil dilaporkan membunuh sang anak yang berusia 11 tahun, karena dia kesal anaknya terus bermain ponsel.

Berdasarkan laporan media setempat, Alexandra Dougokenski menjadi gambaran dari "orangtua sempurna" untuk sang anak, Rafael.

Tetapi pada Kamis pekan lalu (2/7/2020), dia ditangkap oleh polisi setelah mengaku membunuh bocah berusia 11 tahun tersebut.

Baca juga: Kasus Ibu Bunuh Anak di Kediri: Korban Berkebutuhan Khusus, Ibu Alami Gangguan Kejiwaan

Pembunuhan itu terjadi beberapa pekan setelah Rafael merekam sebuah puisi yang ditujukan untuk Alexandra, menunjukkan bagaimana dia menyayanginya.

Dilaporkan Daily Mail, Rafael berterima kasih kepada sang ibu karena sudah merawat dia dan saudaranya. Bagaimana senyum ibunya berarti segalanya untuknya.

Perempuan berusia 33 tahun itu awalnya sempat berkilah bahwa Rafael kabur dari rumah, setelah keduanya bertengkar karena perilaku anaknya.

Polisi kemudian menggelar pencarian dengan mengerahkan anjing pelacak, dan mengantongi keterangan dari keluarga dan teman yang gelisah.

Ketika pencarian gagal menemukan Rafael, baru Alexandra kemudian mengaku dan menjabarkan dia membunuh anaknya karena dilanda kemarahan.

Perempuan itu mengungkapkan, dia "tidak bisa lagi hidup dengan kebohongan, dan dia mengaku perlu "melepaskan beban" pada nuraninya.

Media Brasil memberitakan dilansir Daily Mirror Selasa (7/7/2020), Alexandra membunuh Rafael karena bocah itu terus bermain ponsel hingga larut malam.

Dia kemudian menunjukkaan di mana dia menyembunyikan jenazah Rafael, sekitar 10 hari sejak hilang dalam insiden di Planato, Rio Grande do Sul.

Jenazah itu kemudian ditemukan di sebuah kotak kardus besar yang berlokasi di garasi tetangganya, sekitar lima meter dari rumah.

Jenazah yang sudah membusuk itu dilaporkan dimasukkan ke dalam kardus dan dibungkus selimut, dengan plastik ditaruh di kepala.

Baca juga: Menalar Kasus Ibu Bunuh Anak di Boyolali dari Kacamata Psikologi


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Eksodus Kabinet Lebanon, 5 Menteri dan PM Mundur akibat Ledakan Beirut dan Krisis Ekonomi

Eksodus Kabinet Lebanon, 5 Menteri dan PM Mundur akibat Ledakan Beirut dan Krisis Ekonomi

Global
Ikon Perlawanan Palestina Peringatkan Bahaya di Sekeliling Masjid Al Aqsa Yerusalem

Ikon Perlawanan Palestina Peringatkan Bahaya di Sekeliling Masjid Al Aqsa Yerusalem

Global
Jaksa Terakhir sejak Sidang Pembunuhan Terbesar dalam Sejarah Kini Berusia 100 Tahun

Jaksa Terakhir sejak Sidang Pembunuhan Terbesar dalam Sejarah Kini Berusia 100 Tahun

Global
Ada Penembakan di Luar Gedung Putih, Trump Diungsikan saat Briefing

Ada Penembakan di Luar Gedung Putih, Trump Diungsikan saat Briefing

Global
Bos Besar Media Hong Kong Ditangkap, HAM PBB Serukan Peninjauan Ulang

Bos Besar Media Hong Kong Ditangkap, HAM PBB Serukan Peninjauan Ulang

Global
Resmi, PM Lebanon Hassan Diab Mundur Buntut dari Ledakan Beirut

Resmi, PM Lebanon Hassan Diab Mundur Buntut dari Ledakan Beirut

Global
[POPULER GLOBAL] Adu Kuat China Vs Taiwan, Seperti Apa Perbandingan Militer 2 Negara? | Misteri Besar Melonjaknya Kasus Virus Corona di Vietnam

[POPULER GLOBAL] Adu Kuat China Vs Taiwan, Seperti Apa Perbandingan Militer 2 Negara? | Misteri Besar Melonjaknya Kasus Virus Corona di Vietnam

Global
Krisis Politik Setelah Ledakan di Beirut, Pemerintah Lebanon Berniat Mundur

Krisis Politik Setelah Ledakan di Beirut, Pemerintah Lebanon Berniat Mundur

Global
WHO Prediksi Kasus Covid-19 di Dunia Bakal Tembus 20 Juta Pekan Ini

WHO Prediksi Kasus Covid-19 di Dunia Bakal Tembus 20 Juta Pekan Ini

Global
Akurat sejak 1984, Profesor Sejarah Ini Prediksi Trump Bakal Kalah di Pilpres AS

Akurat sejak 1984, Profesor Sejarah Ini Prediksi Trump Bakal Kalah di Pilpres AS

Global
Beri Pesan kepada Israel, Hamas Tembakkan Roket ke Laut

Beri Pesan kepada Israel, Hamas Tembakkan Roket ke Laut

Global
Korban Tewas Ledakan di Beirut, Lebanon, Diyakini Capai 200 Orang

Korban Tewas Ledakan di Beirut, Lebanon, Diyakini Capai 200 Orang

Global
Mengintip Kekuatan Tersembunyi Militer Taiwan: Jebakan di Pantai dan Dinding Api

Mengintip Kekuatan Tersembunyi Militer Taiwan: Jebakan di Pantai dan Dinding Api

Global
Nekat Gelar Pesta Kala Pandemi Virus Corona, 300 Orang Dibubarkan Polisi

Nekat Gelar Pesta Kala Pandemi Virus Corona, 300 Orang Dibubarkan Polisi

Global
Kunjungi Daerah yang Terdampak Banjir, Kim Jong Un Naik Mobil Mewah

Kunjungi Daerah yang Terdampak Banjir, Kim Jong Un Naik Mobil Mewah

Global
komentar
Close Ads X