Kesaksian Korban Longsor Tambang Batu Giok: Hanya dalam Semenit, Semua Orang Hilang

Kompas.com - 02/07/2020, 20:55 WIB
Tim penyelamat membawa mayat korban dalam tanah longsor dari daerah penambangan batu giok di Hpakant, negara bagian Kachin, Myanmar utara Kamis, 2 Juli 2020. AP Photo/Myanmar Fire Service Department/HandoutTim penyelamat membawa mayat korban dalam tanah longsor dari daerah penambangan batu giok di Hpakant, negara bagian Kachin, Myanmar utara Kamis, 2 Juli 2020.

NAYPYIDAW, KOMPAS.com - Tanah longsor dan kecelakaan kerja kerap kali terjadi di tambang batu giok Hpakant, Negara Bagian Kachin, Myanmar

Namun bencana yang terjadi lima tahun belakangan ini merupakan kejadian terburuk selama lima tahun belakangan.

Pada 2015, sekitar 100 orang tewas dalam kejadian tanah longsor. Kejadian tersebut memperkuat seruan untuk mengatur regulasi di tambang ini.

Kejadian longsor terbaru terjadi pada Kamis (2/7/2020). Pada saat kejadian, para penambang tengah bekerja mengumpulkan batu giok.

Baca juga: Tambang Batu Giok di Myanmar Longsor, 113 Orang Tewas

Tiba-tiba saja gelombang lumpur menerjang para penambang setelah sebelumnya hujan deras mengguyur wilayah Kachin.

Sebuah rekaman video yang beredar menunjukkan para penambang lari tunggang-langgang ketika gelombang lumpur hitam menerjang mereka.

Sebanyak 113 jenazah berhasil diangkat dari bekas longsoran. Namun jumlah korban yang masih tertimbun longsor diperkirakan masih banyak lagi.

"Sebagian jenazah masih berada di dalam kubangan lumpur. Jumlah korban [yang terangkat] semakin meningkat," ujar seorang pejabat lokal Kementerian Informasi Tar Lin Maung dilansir dari The South China Morning Post, Kamis.

Seorang penambang sekaligus saksi mata tanah longsor Maung Khaing (38) berujar, dia sedang mengambil gambar gundukan tanah bekas tambang yang seakan-akan mau longsor. Saat itu juga dia mendengar suara "lari! lari!"

Baca juga: Longsor di Battang, Warga Menjauh dari Lokasi, Puluhan Kendaraan Terjebak

"Hanya dalam semenit, semua orang yang berada di bawah [gundukan tanah bekas tambang] hilang. Hatiku hampa. Saya merasa merinding. Ada beberapa orang yang terjebak di dalam lumpur yang sempat berteriak meminta tolong. Tapi tidak ada yang bisa dilakukan," ujarnya.

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dituduh Sebabkan Pakatan Harapan Kolaps, Begini Sindiran Mahathir ke UMNO

Dituduh Sebabkan Pakatan Harapan Kolaps, Begini Sindiran Mahathir ke UMNO

Global
Liburan Musim Panas Presiden Perancis di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Liburan Musim Panas Presiden Perancis di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Global
Pilpres Belarus Rusuh, Viral Video Jeritan Demonstran yang Disiksa di Tahanan

Pilpres Belarus Rusuh, Viral Video Jeritan Demonstran yang Disiksa di Tahanan

Global
Kunjungan Delegasi AS ke Taiwan, China: Jangan Main Api!

Kunjungan Delegasi AS ke Taiwan, China: Jangan Main Api!

Global
Kenapa Trump Sebut Cawapres Kamala Harris Wanita Gila? Begini Ceritanya...

Kenapa Trump Sebut Cawapres Kamala Harris Wanita Gila? Begini Ceritanya...

Global
UEA Ambil 'Langkah Berani' Menormalisasi Hubungan dengan Israel

UEA Ambil "Langkah Berani" Menormalisasi Hubungan dengan Israel

Global
[POPULER GLOBAL] Pemerintah Mozambik Berkomentar soal Amonium Nitrat di Lebanon | 500 Jemaah Masjid Hagia Sophia Terdiagnosis Covid-19

[POPULER GLOBAL] Pemerintah Mozambik Berkomentar soal Amonium Nitrat di Lebanon | 500 Jemaah Masjid Hagia Sophia Terdiagnosis Covid-19

Global
Gelar Perjanjian Damai dengan UEA, Israel Setuju Tak Caplok Tepi Barat

Gelar Perjanjian Damai dengan UEA, Israel Setuju Tak Caplok Tepi Barat

Global
Trump Umumkan Perjanjian Damai antara Israel dan Uni Emirat Arab

Trump Umumkan Perjanjian Damai antara Israel dan Uni Emirat Arab

Global
Pejabat Iran Peringatkan Ledakan di Fasilitas Ini Bisa Lebih Besar dari Lebanon

Pejabat Iran Peringatkan Ledakan di Fasilitas Ini Bisa Lebih Besar dari Lebanon

Global
Kena Tekanan Darah Rendah Saat Pidato, Presiden Suriah Minta Duduk 1 Menit

Kena Tekanan Darah Rendah Saat Pidato, Presiden Suriah Minta Duduk 1 Menit

Global
Duterte Bakal Disuntik Vaksin Covid-19 Buatan Rusia pada Mei 2021

Duterte Bakal Disuntik Vaksin Covid-19 Buatan Rusia pada Mei 2021

Global
Trump: Hong Kong Takkan Pernah Sukses di Bawah Kendali China

Trump: Hong Kong Takkan Pernah Sukses di Bawah Kendali China

Global
Veronica Koman Akui Pernah Bayar Sejumlah Uang Pengembalian Beasiswa

Veronica Koman Akui Pernah Bayar Sejumlah Uang Pengembalian Beasiswa

Global
Video Viral: Beruang Liar Piknik Bersama Sebuah Keluarga

Video Viral: Beruang Liar Piknik Bersama Sebuah Keluarga

Global
komentar
Close Ads X