Menlu AS: Hong Kong Tak Lagi Otonom dari China

Kompas.com - 28/05/2020, 13:15 WIB
Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo. AFP / WIN MCNAMEE / GETTY IMAGES NORTH AMERICAMenteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo mengatakan pada Kongres bahwa Hong Kong tidak lagi menjadi daerah otonom di daratan utama China.

Pernyataan itu mengancam status perdagangan Hong Kong dan membuat pemerintah Beijing naik pitam karena selama ini Hong Kong adalah perantara untuk perdagangan secara universal.

"Hari ini, saya laporkan kepada Kongres bahwa Hong Kong bukan lagi daerah otonomi China, mengingat fakta-fakta di lapangan. Amerika Serikat bersama rakyat Hong Kong," ujar Pompeo di akun Twitter-nya pada Rabu (27/5/2020).

Baca juga: Polisi Tembakkan Peluru Merica dalam Demonstrasi di Hong Kong

Langkah itu dilakukan ketika Kongres Rakyat Nasional di Beijing membahas RUU yang akan memungkinkan langkah-langkah yang lebih keras terhadap dorongan Hong Kong untuk kemerdekaan mereka dari seluruh China, yang diperintah oleh Partai Komunis.

Bekas koloni Inggris itu dikembalikan ke China lebih dari dua dekade lalu dan ditempatkan di bawah kekuasaan daratan utama China sebagai bagian dari "satu negara, dua sistem" yang menunjuk Hong Kong sebagai wilayah administratif khusus.

Pemerintahan independen yang terbatas ini memungkinkan Washington mempertahankan status khusus bagi perusahan-perusahaan AS dalam melakukan bisnis dengan entitas di Hong Kong yang tidak dialami ketika berada di daratan utama China.

Baca juga: Jelang Pembahasan RUU Lagu Kebangsaan, Hong Kong Tingkatkan Jumlah Polisi di Jalan

Ketika para kritikus menyatakan bahwa Beijing telah terus memperluas pengaruhnya atas Hong Kong dalam beberapa tahun terakhir, pencabutan status khusus ini dapat memiliki implikasi serius bagi status Hong Kong sebagai pusat utama keuangan internasional.

Pada November, Presiden AS Donald Trump menandatangani Undang-Undang Hak Asasi Manusia dan Demokrasi Hong Kong yang mensyaratkan hubungan dagang yang menguntungkan dan harus bergantung pada penilaian tahunan dari Departemen Luar Negeri tentang status politik Hong Kong.

Dalam sebuah pernyataan lengkap yang dirilis Rabu malam, Pompeo menggambarkan RUU Beijing sebagai "bencana" dan menegaskan, "Tidak ada orang yang punya akal sehat, yang dapat menyatakan pada hari ini bahwa Hong Kong mempertahankan otonominya dari China, melihat fakta di lapangan."

Baca juga: Trump akan Beri Respons Soal Tensi Hong Kong-China dalam Waktu Dekat

Sehari sebelumnya, Sekretaris Pers Gedung Putih Kayleigh McEnany membawa pesan dari Trump yang mengatakan, "Dia tidak senang dengan upaya China dan sulit untuk melihat bagaimana Hong Kong bisa tetap menjadi pusat keuangan jika China mengambil alih."

Halaman:

Sumber Newsweek
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X