Pertama Kali, Angka Kematian Harian Covid-19 di New York Turun di Bawah 100

Kompas.com - 24/05/2020, 10:35 WIB
Seorang tenaga kesehatan melihat melalui pagar ke arah warga yang menunggu berbaris di luar pusat kesehatan NYC Health + Hospitals/Gotham Health Morrisania, salah satu pusat tes walk-in Covid-19 baru di New York City, saat penyebaran penyakit virus corona (Covid-19) di Bronx, New York, Amerika Serikat, Senin (20/4/2020). Berdasarkan data Johns Hopkins University, hingga Selasa (21/4/2020), AS masih menjadi negara dengan kasus Covid-19 tertinggi dunia mencapai 787.794 dengan korban meninggal 42.362. ANTARA FOTO/REUTERS/MIKE SEGARSeorang tenaga kesehatan melihat melalui pagar ke arah warga yang menunggu berbaris di luar pusat kesehatan NYC Health + Hospitals/Gotham Health Morrisania, salah satu pusat tes walk-in Covid-19 baru di New York City, saat penyebaran penyakit virus corona (Covid-19) di Bronx, New York, Amerika Serikat, Senin (20/4/2020). Berdasarkan data Johns Hopkins University, hingga Selasa (21/4/2020), AS masih menjadi negara dengan kasus Covid-19 tertinggi dunia mencapai 787.794 dengan korban meninggal 42.362.

NEW YORK, KOMPAS.com - Untuk pertama kalinya, Negara Bagian New York, AS, mencatatkan angka kematian harian Covid-19 di bawah 100 sejak akhir Maret.

Dalam konferensi pers, Gubernur Andrew Cuomo menyatakan dalam 24 jam, total ada 84 orang yang meninggal karena virus corona.

Sementara jika dibandingkan dengan data 24 jam sebelumnya, atau Jumat (22/5/2020), Cuomo mencatatkan 109 angka kematian harian karena Covid-19.

Baca juga: Sinar Ultraviolet Efektif Bunuh Virus Corona, New York Sterilisasi Kereta Bawah Tanah

Saat puncak wabah, otoritas kesehatan setempat mencatatkan lebih dari 1.000 kematian setiap hari di New York, negara bagian yang paling parah terdampak wabah.

"Di kepala saya, saya selalu memikirkan bagaimana bisa berada di bawah 100," jelas Gubernur Cuomo dilansir BBC Sabtu (23/5/2020).

Dia mengaku angka 84 itu juga sebenarnya tidak bagus, karena dia tak bisa memikirkan seperti apa perasaan keluarga yang kehilangan kerabat mereka.

Namun, gubernur yang berasal dari Partai Demokrat itu menyatakan, penurunan angka kematian itu merupakan sebuah progres yang nyata.

Pada Jumat, Cuomo mengumumkan kelompok lebih dari 10 orang bisa berkumpul "jika alasannya masuk akal" di lokasi mana pun, termasuk New York City.

"Namun, jika Anda tidak harus menggelar pertemuan dengan jumlah anggota 10 orang, jangan coba-coba memaksakannya," ujar dia.

Negara Bagian New York sempat menjadi episentrum virus corona di AS, dengan lebih dari 28.000 korban meninggal, menurut data Universitas Johns Hopkins.

Sementara Negeri "Uncle Sam" adalah negara yang paling terdampak patogen bernama resmi SARS-Cov-2 itu, dengan 1,6 juta terinfeksi dan hampir 100.000 orang tewas.

Sebagian negara bagian sudah mulai dibuka setelah hanya mencatatkan sedikit kasus. Tapi, lockdown masih berlangsung untuk New York City.

Kawasan pantai kota juga masih ditutup selama akhir pekan memperingati Memorial Day, yang secara tradisional menandai musim panas di AS.

Namun di kawasan negara bagian lain, pantai sudah mulai dibuka. Meski begitu, pengunjung tetap harus memerhatikan jarak mereka, dilaporkan AFP.

Baca juga: Papan Iklan di New York Bertuliskan Jam Kematian Trump

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber BBC
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Upacara Memorial George Floyd Berjalan Damai, KJRI Chicago Pastikan WNI Aman

Upacara Memorial George Floyd Berjalan Damai, KJRI Chicago Pastikan WNI Aman

Global
Tanggapi Demo Black Lives Matters, Amerika Bersatu Serukan Persatuan Indonesia

Tanggapi Demo Black Lives Matters, Amerika Bersatu Serukan Persatuan Indonesia

Global
Intip Lebih dari 800 Rok Wanita, Pelaku 'Upskirting' Singapura Dipenjara

Intip Lebih dari 800 Rok Wanita, Pelaku "Upskirting" Singapura Dipenjara

Global
Curahan Hati Pekerja Seks di Tengah Pandemi Covid-19: Banyak Konsumen Melupakan Saya

Curahan Hati Pekerja Seks di Tengah Pandemi Covid-19: Banyak Konsumen Melupakan Saya

Global
Rasis, Remaja Kulit Hitam Di-bully Remaja Kulit Putih untuk Cium Sepatunya

Rasis, Remaja Kulit Hitam Di-bully Remaja Kulit Putih untuk Cium Sepatunya

Global
Usai Dipukuli dan Diusir Anaknya, Nenek Ini Diadopsi Pengusaha India

Usai Dipukuli dan Diusir Anaknya, Nenek Ini Diadopsi Pengusaha India

Global
Pemerintah Australia Siapkan Bantuan Tunai Rp 250 Juta untuk Warganya yang Ingin Renovasi Rumah

Pemerintah Australia Siapkan Bantuan Tunai Rp 250 Juta untuk Warganya yang Ingin Renovasi Rumah

Global
Pembunuh Berdarah Dingin Ini Santai Nikmati Kopi dan Rokok Usai Bantai Korbannya

Pembunuh Berdarah Dingin Ini Santai Nikmati Kopi dan Rokok Usai Bantai Korbannya

Global
Sampah Masker Berserakan di Pantai Hong Kong, Beberapa Hanyut ke Laut

Sampah Masker Berserakan di Pantai Hong Kong, Beberapa Hanyut ke Laut

Global
Merkel Tegaskan Tak Akan Maju untuk Kali Kelima

Merkel Tegaskan Tak Akan Maju untuk Kali Kelima

Global
Tak Kebagian Kursi di Kereta Api, Pria Ini Langsung Beli Mobil untuk Mudik

Tak Kebagian Kursi di Kereta Api, Pria Ini Langsung Beli Mobil untuk Mudik

Global
Diancam Kim Yo Jong, Korsel Janji Larang Propaganda Pembelot

Diancam Kim Yo Jong, Korsel Janji Larang Propaganda Pembelot

Global
Pria Ini Jual Istrinya, gara-gara Mahar Sepeda Motor Tidak Dipenuhi

Pria Ini Jual Istrinya, gara-gara Mahar Sepeda Motor Tidak Dipenuhi

Global
Meghan Markle Ungkap Kesedihannya atas Perpecahan Ras di AS

Meghan Markle Ungkap Kesedihannya atas Perpecahan Ras di AS

Global
Skandal 1MDB, Eks PM Malaysia Najib Razak Terancam Dipenjara 20 Tahun Lebih

Skandal 1MDB, Eks PM Malaysia Najib Razak Terancam Dipenjara 20 Tahun Lebih

Global
komentar
Close Ads X