Jepang Setujui Remdesivir Dipakai sebagai Obat Virus Corona

Kompas.com - 07/05/2020, 22:42 WIB
Satu ampul obat Ebola remdesivir ditunjukkan dalam konferensi pers di Rumah Sakit Universitas Eppendorf (UKE) di Hamburg, Jerman, 8 April 2020. Remdesivir kini sedang diuji coba untuk pengobatan Covid-19. POOL/REUTERSSatu ampul obat Ebola remdesivir ditunjukkan dalam konferensi pers di Rumah Sakit Universitas Eppendorf (UKE) di Hamburg, Jerman, 8 April 2020. Remdesivir kini sedang diuji coba untuk pengobatan Covid-19.

TOKYO, KOMPAS.com - Pemerintah Jepang menyetujui penggunaan obat remdesivir untuk mengobati pasien virus corona, dengan obat lain, Avigan, direncanakan disetujui Mei ini.

Pengumuman itu membuat Negeri "Sakura" menjadi negara kedua setelah AS pada Jumat (1/5/2020), menyepakatinya sebagai penggunaan darurat atas kasus Covid-19 yang parah.

" Remdesivir sudah mendapat persetujuan berdasarkan tindakan tertentu," demikian keterangan dari Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang.

Baca juga: Fauci Sebut Remdesivir Produksi Gilead Sciences Terbukti Signifikan Melawan Virus Corona

Berdasarkan keterangan juru bicaranya dikutip AFP Kamis (7/5/2020), ini adalah pendekatan pertama mereka akan obat tertentu dalam mengobati pasien virus corona.

Pekan lalu, Perdana Menteri Shinzo Abe menyatakan pemerintahannya siap untuk memberi lampu hijau untuk uji coba obat yang dikembangkan Gilead Sciences itu.

Washington memutuskan lanjut terus setelah dalam uji klinis, remdesivir, yang lazim digunakan untuk Ebola, mempersingkat waktu penyembuhan hingga sepertiganya.

Kemudian perbedaan dalam rata-rata kematian secara statistik tidak signifikan, berdasarkan percobaan yang dilakukan di AS.

Obat yang dimasukkan melalui injeksi (suntikan) itu dilaporkan sudah tersedia untuk sejumlah pasien yang masuk dalam uji klinis di seluruh dunia.

Sementara Avigan, yang dikembangkan perusahaan Fujifilm Toyama Chemical, juga direncanakan untuk disetujui pada bulan ini.

Baca juga: China: Obat Flu Jepang Avigan Efektif Obati Virus Corona

Juru bicara pemerintah Yoshihide Suga meneragkan, persetujuan itu akan diberikan setelah uji klinis meliputi 100 pasien terbukti efektif.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang

Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hagia Sophia Jadi Masjid, Yunani Ancam Jadikan Rumah Mustafa Kemal Ataturk Museum Genosida

Hagia Sophia Jadi Masjid, Yunani Ancam Jadikan Rumah Mustafa Kemal Ataturk Museum Genosida

Global
Kim Yo Jong Perkuat Posisinya sebagai 'Orang Nomor 2' di Korea Utara

Kim Yo Jong Perkuat Posisinya sebagai "Orang Nomor 2" di Korea Utara

Global
3 Generasi Kena Covid-19, Rumah Keluarga Bachchan Masuk 'Zona dalam Pengawasan'

3 Generasi Kena Covid-19, Rumah Keluarga Bachchan Masuk "Zona dalam Pengawasan"

Global
Hampir Seminggu Ditahan, Profesor yang Kritik Xi Jinping Kejam Kini Bebas

Hampir Seminggu Ditahan, Profesor yang Kritik Xi Jinping Kejam Kini Bebas

Global
Sudan Cabut Syariat Islam, Non-Muslim Boleh Minum Miras, Hukum Cambuk Ditiadakan

Sudan Cabut Syariat Islam, Non-Muslim Boleh Minum Miras, Hukum Cambuk Ditiadakan

Global
Kim Jong Un Beri Izin Kim Yo Jong Tonton Perayaan HUT AS dari DVD

Kim Jong Un Beri Izin Kim Yo Jong Tonton Perayaan HUT AS dari DVD

Global
Pelaku Penembakan Masjid Selandia Baru Pecat Pengacaranya

Pelaku Penembakan Masjid Selandia Baru Pecat Pengacaranya

Global
Patriark Theodore II: Turki Telah Menaruh Duri Besar dalam Kehidupan Antar Umat Beragama

Patriark Theodore II: Turki Telah Menaruh Duri Besar dalam Kehidupan Antar Umat Beragama

Global
Kapal Perang AS Meledak Misterius, 21 Orang Luka-luka

Kapal Perang AS Meledak Misterius, 21 Orang Luka-luka

Global
Pakar Virologi Ini Tuding China Sengaja Menutupi Wabah Virus Corona

Pakar Virologi Ini Tuding China Sengaja Menutupi Wabah Virus Corona

Global
Turki Siapkan 2 Imam dan 4 Muazin untuk 'Masjid' Hagia Sophia

Turki Siapkan 2 Imam dan 4 Muazin untuk 'Masjid' Hagia Sophia

Global
Tak Hanya Hagia Sophia, Beberapa Situs Ini Juga Alami Banyak Perubahan Fungsi

Tak Hanya Hagia Sophia, Beberapa Situs Ini Juga Alami Banyak Perubahan Fungsi

Global
Trump Pakai Masker di Muka Umum, 3 Bulan Setelah Diimbau Pakar Kesehatan

Trump Pakai Masker di Muka Umum, 3 Bulan Setelah Diimbau Pakar Kesehatan

Global
Melbourne Lockdown 2 Kali, Pertanda Kembali Normal Tak Bisa Buru-buru

Melbourne Lockdown 2 Kali, Pertanda Kembali Normal Tak Bisa Buru-buru

Global
Melbourne Lockdown Lagi, tapi Kenapa Harus 6 Minggu?

Melbourne Lockdown Lagi, tapi Kenapa Harus 6 Minggu?

Global
komentar
Close Ads X