Trump Akan Jual Ventilator ke Negara Berkembang, Termasuk Indonesia

Kompas.com - 25/04/2020, 09:45 WIB
WASHINGTON, DC - 21 MARET: Presiden AS Donald Trump berbicara selama pengarahan di Ruang Sidang Singkat James Brady di Gedung Putih pada 21 Maret 2020 di Washington, DC. Dengan kematian yang disebabkan oleh koronavirus yang meningkat dan kekacauan ekonomi yang dapat diperkirakan, Senat bekerja pada undang-undang untuk paket bantuan $ 1 triliun untuk menangani pandemi COVID-19. T AFP/TASOS KATOPODISWASHINGTON, DC - 21 MARET: Presiden AS Donald Trump berbicara selama pengarahan di Ruang Sidang Singkat James Brady di Gedung Putih pada 21 Maret 2020 di Washington, DC. Dengan kematian yang disebabkan oleh koronavirus yang meningkat dan kekacauan ekonomi yang dapat diperkirakan, Senat bekerja pada undang-undang untuk paket bantuan $ 1 triliun untuk menangani pandemi COVID-19. T

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Pemerintahan Presiden Donald Trump pada Jumat (24/4/2020) mengatakan akan menjual ventilator ke setidaknya empat negara berkembang untuk membantu mengatasi Covid-19

Dilansir dari AFP, Sabtu (25/4/2020), stoknya kini sedang dipenuhi Amerika Serikat (AS) untuk dikirim ke empat negara berkembang tersebut yang sedang berjuang menangani virus corona.

Trump berujar, ia berbicara via telepon kepada Presiden Indonesia, Ekuador, El Salvador, dan Honduras. Ia berjanji AS kirim ventilator yang merupakan peralatan medis vital.

Baca juga: Usai Bicara dengan Jokowi, Trump: AS Akan Kirim Bantuan Ventilator ke Indonesia

"Kami akan mengirimkan mereka ventilator yang sangat dibutuhkan, yang baru-baru ini kami produksi banyak, dan membantu mereka dengan cara lain," tulis Trump di Twitter tentang teleponnya ke Presiden Ekuador Lenin Moreno.

Michael Kozak, diplomat top AS untuk Amerika Latin, membenarkan bahwa AS menjual ventilator.

"Kami melihat kebutuhan kami terpenuhi; kami bisa menjadi eksportir lagi," kata Kozak kepada wartawan.

Baca juga: Trump Usul Obati Covid-19 dengan Suntik Disinfektan, Ini Tanggapan Para Pakar

"Saya pikir dalam banyak kasus ini negara-negara hanya ingin membelinya. Mereka tidak meminta kami dalam pembiayaan," lanjutnya dikutip dari AFP.

Namun, Kozak mengatakan, beberapa negara dapat menggunakan bantuan dari AS untuk melakukan pembelian.

Gubernur New York Andrew Cuomo mengatakan, mereka sempat kekurangan ventilator pada awal pandemi dan menyalahkan pemerintah federal.

Baca juga: Tepis Kabar Kim Jong Un Sakit, Trump: Mereka Pakai Dokumen Lama

Namun, pekan lalu Cuomo berucap, New York akan mengirim ventilator ke Michigan dan Maryland karena situasinya telah stabil di negara bagiannya sendiri.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Joe Biden Kerahkan Intelijen Nasional hingga FBI untuk Tinjau Ekstremis Domestik

Joe Biden Kerahkan Intelijen Nasional hingga FBI untuk Tinjau Ekstremis Domestik

Global
Boris Johnson: Varian Baru Virus Corona di Inggris Mungkin Lebih Mematikan

Boris Johnson: Varian Baru Virus Corona di Inggris Mungkin Lebih Mematikan

Global
Tenaga Kesehatan Tuntut Penyediaan Masker Bermutu Tinggi karena Varian Baru Virus Corona

Tenaga Kesehatan Tuntut Penyediaan Masker Bermutu Tinggi karena Varian Baru Virus Corona

Global
[UNIK GLOBAL] Suami Bekukan Jenazah Istri | Meme Bernie Sanders Viral

[UNIK GLOBAL] Suami Bekukan Jenazah Istri | Meme Bernie Sanders Viral

Global
Sembunyi Lebih Dari 3 Tahun, Imigran Ini Akhirnya Pulang ke Rumah karena Biden

Sembunyi Lebih Dari 3 Tahun, Imigran Ini Akhirnya Pulang ke Rumah karena Biden

Global
[Biografi Tokoh Dunia] Alexei Navalny, Musuh Bebuyutan Putin yang Tak Tumbang meski Dipenjara dan Diracun

[Biografi Tokoh Dunia] Alexei Navalny, Musuh Bebuyutan Putin yang Tak Tumbang meski Dipenjara dan Diracun

Global
Rusia Tuduh Kedutaan AS di Moskwa Terbitkan Rute Protes Pendukung Navalny

Rusia Tuduh Kedutaan AS di Moskwa Terbitkan Rute Protes Pendukung Navalny

Global
Dua Pemimpin Suku Asli Amazon Tuntut Presiden Brasil Jair Bolsonaro

Dua Pemimpin Suku Asli Amazon Tuntut Presiden Brasil Jair Bolsonaro

Global
Wuhan Sudah Kembali Normal Saat Dunia Masih Berjuang Melawan Pandemi

Wuhan Sudah Kembali Normal Saat Dunia Masih Berjuang Melawan Pandemi

Global
7 Pulau-pulau Horor di Dunia dari Penjara Tua sampai Situs Uji Senjata Biologis

7 Pulau-pulau Horor di Dunia dari Penjara Tua sampai Situs Uji Senjata Biologis

Global
Biden Gonta-ganti Pena Setiap Tanda Tangani Dokumen, Ternyata Ini Alasannya

Biden Gonta-ganti Pena Setiap Tanda Tangani Dokumen, Ternyata Ini Alasannya

Global
Ribuan Pendukung Navalny Demo di Moskwa, Olok-olok Putin dan Bentrok dengan Polisi

Ribuan Pendukung Navalny Demo di Moskwa, Olok-olok Putin dan Bentrok dengan Polisi

Global
Cegah Penularan Covid-19, Dokter di Perancis: Jangan Bicara di Transportasi Umum

Cegah Penularan Covid-19, Dokter di Perancis: Jangan Bicara di Transportasi Umum

Global
Bagaimana Nasib “Tembok Trump” di Era Biden?

Bagaimana Nasib “Tembok Trump” di Era Biden?

Global
[VIDEO] Lebih dari 100 Ekor Monyet 'Gerebek' Sebuah Ladang Desa di Thailand karena Kelaparan

[VIDEO] Lebih dari 100 Ekor Monyet "Gerebek" Sebuah Ladang Desa di Thailand karena Kelaparan

Global
komentar
Close Ads X