Pasien Covid-19 Spanyol Jalani Perawatan di Hotel Bintang Lima

Kompas.com - 04/04/2020, 12:33 WIB
Ilustrasi hotel. shutterstock.com/Pattier_StockIlustrasi hotel.

BARCELONA, KOMPAS.com - Sebanyak 3 pasien virus corona di Barcelona dipindahkan dari rumah sakit ke hotel bintang lima.

Seorang pengemudi ambulans terlihat mengenakan baju hazmat warna putih memasuki hotel untuk mengantar ketiga pasien tersebut.

"Selamat pagi! Bagaimana kabarmu? Namaku Enrique Aranda dan aku mungkin pekerja non-kesehatan pertama yang kalian lihat dalam beberapa hari," kata direktur hotel bintang lima Melia Sarria, kepada 3 pasien tersebut.

Baca juga: Pria 29 Tahun di Spanyol Ceritakan Detik-detik Kesembuhannya dari Covid-19

Hanya perlu 3 hari untuk mengubah hotel yang menampilkan dekorasi kontemporer dan kamar mandi yang berhias marmer, menjadi sebuah klinik.

"Beberapa pasien tiba dengan berpikir bahwa mereka dibawa keluar dari rumah sakit untuk dibiarkan mati, banyak orang ketakutan."

"Saya mencoba membuat mereka melupakan semua itu," kata Aranda yang mengenakan masker dan sarung tangan, ke jurnalis AFP.

Baca juga: Korban Meninggal Covid-19 di Spanyol Capai 9.000 Orang, tapi Puncak Wabah Mulai Lewat

"Saya tidak membiarkan mereka keluar dari ambulans sampai melihat mereka tersenyum."

"Saya ingin mereka masuk dengan cara lain, bahwa mereka tidak melihatnya sebagai rumah sakit lagi. Ini adalah hotel," lanjut Aranda.

Tamu hotel ini tidak seperti tamu-tamu biasanya yang membawa koper. Mereka hanya membawa tas berisi beberapa barang pribadi dan laporan medis mereka.

Baca juga: Sebanyak 12.298 Tenaga Medis di Spanyol Terinfeksi Virus Corona

Mereka juga tidak disambut oleh bellhops, tetapi oleh tim perawat yang memakai baju hazmat hijau atau biru, sarung tangan, dan masker.

Segera setelah pasien masuk, perawat langsung mengukur suhu tubuh mereka dan mengecek laporan medis.

Perawat juga bertanya apakah mereka perlu menghubungi anggota keluarga, sementara itu karyawan hotel mengantar pasien ke kamar.

Baca juga: Lahir di Tengah Wabah Flu Spanyol, Kakek 101 Tahun Selamat dari Virus Corona

Garis pertahanan

Pemerintah Negeri "Matador" memerintahkan semua hotel tutup untuk memerangi wabah virus corona, yang sejauh ini telah merenggut 10.935 nyawa di Spanyol.

Hotel di seluruh negeri telah diubah menjadi pusat perawatan medis, untuk mengurangi beban rumah sakit yang dibanjiri pasien Covid-19.

Madrid, wilayah dengan dampak terparah di Spanyol, adalah yang pertama melakukan perawatan pasien virus corona di hotel.

Baca juga: Catatkan 838 Angka Kematian Harian, Korban Meninggal Covid-19 di Spanyol Capai 6.528 Orang

Sekarang ada lebih dari 700 pasien yang dikarantina di hotel-hotel ibu kota Spanyol tersebut.

Kemudian di Barcelona para pelaku bisnis perhotelan telah menyediakan 2.500 tempat tidur.

Melia Sarria dibuka untuk pasien mulai 29 Maret, dan saat ini memiliki 107 tamu.

Mereka siap menampung tambahan 50 pasien setiap harinya, hingga 307 kamar terisi penuh.

Baca juga: Putri Kerajaan Spanyol Meninggal Setelah Terinfeksi Virus Corona

"Mereka adalah pasien yang sudah membaik, yang sudah dirawat di rumah sakit dan dalam tahap akhir pemulihan di sini, di hotel," kata Gemma Fanlo seorang perawat di fasilitas itu.

Staf di klinik kesehatan terdekat bekerja sepanjang hari untuk memantau pasien Covid-19 yang pulih di hotel atau di rumah, baik secara langsung atau virtual.

Di saat yang bersamaan mereka masih merawat pasien penyakit lainnya.

Baca juga: Polisi Spanyol Bekuk 6 Pelaku Pesta Seks yang Langgar Aturan Lockdown

"Tenaga kesehatan profesional bekerja lebih lama, dan bahkan sampai bekerja ke rumah pasien, untuk memastikan tidak ada orang yang tidak dirawat."

"Kami bekerja dalam jangkauan penuh," kata Belen Enfedaque, direktur perawatan jaringan klinik perawatan kesehatan Barcelona.

Menteri Kesehatan Catalonia Alba Verges mengatakan para pekerja ini adalah "garis pertahanan" yang mencegah masuknya pasien ke rumah sakit yang sudah kelebihan beban.

Baca juga: Virus Corona, Spanyol Beli APD dari China Senilai Rp 7,6 Triliun

"Sangat mengharukan"

Di dalam hotel, kontak orang-orang dijaga tetap minimum. Ada lift untuk staf dan satu khusus pasien. Lorong-lorong sangat sepi.

Pasien mendapat 4 kali makan sehari yang ditaruh di luar kamar mereka. Staf mengetuk pintu dan pasien harus menghitung sampai lima sebelum membukanya.

Kerabat pasien tidak boleh memasuki hotel, dan barang-barang yang diminta pasien seperti pakaian, majalah, laptop, dan peralatan lain harus dititipkan ke staf di luar.

Baca juga: Langgar Lockdown Virus Corona agar Bisa Berkencan, Wanita di Spanyol Ditangkap

"Aku membawa tas ini untuk bibi istriku, yang dirawat di rumah sakit karena pneumonia dan mereka telah memindahkannya ke sini sekarang," kata seorang pria paruh baya yang menolak disebut namanya.

"Dia baik-baik saja, tapi putrinya tidak begitu baik. Dia berada di ICU tetapi ibunya masih belum tahu."

Perubahan hotel menjadi fasilitas kesehatan, telah membuat staf hotel yang sempat kehilangan pekerjaan kini terdorong lagi untuk bekerja.

Baca juga: Madrid Ubah Pusat Konferensi Jadi Rumah Sakit Darurat, Terbesar di Eropa

"Ini sangat mengharukan," kata Marga Carballo yang sekarang bertanggung jawab atas penerimaan pasien di hotel Melia Sarria.

"Di rumah aku merasa tidak enak menonton semua ini tanpa bisa membantu," ungkapnya.

Baca tentang

Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Istana Bersejarah Berusia 160 Tahun Rusak Parah akibat Ledakan Beirut, Lebanon

Istana Bersejarah Berusia 160 Tahun Rusak Parah akibat Ledakan Beirut, Lebanon

Global
Pejabat Keamanan Lebanon telah Memperingatkan Presiden soal Potensi Ledakan di Beirut

Pejabat Keamanan Lebanon telah Memperingatkan Presiden soal Potensi Ledakan di Beirut

Global
Skandal Seks Mantan Bos McDonald's dengan Karyawati, Diklaim atas Dasar Suka Sama Suka

Skandal Seks Mantan Bos McDonald's dengan Karyawati, Diklaim atas Dasar Suka Sama Suka

Global
Eksodus Kabinet Lebanon, 5 Menteri dan PM Mundur akibat Ledakan Beirut dan Krisis Ekonomi

Eksodus Kabinet Lebanon, 5 Menteri dan PM Mundur akibat Ledakan Beirut dan Krisis Ekonomi

Global
Ikon Perlawanan Palestina Peringatkan Bahaya di Sekeliling Masjid Al Aqsa Yerusalem

Ikon Perlawanan Palestina Peringatkan Bahaya di Sekeliling Masjid Al Aqsa Yerusalem

Global
Jaksa Terakhir sejak Sidang Pembunuhan Terbesar dalam Sejarah Kini Berusia 100 Tahun

Jaksa Terakhir sejak Sidang Pembunuhan Terbesar dalam Sejarah Kini Berusia 100 Tahun

Global
Ada Penembakan di Luar Gedung Putih, Trump Diungsikan saat Briefing

Ada Penembakan di Luar Gedung Putih, Trump Diungsikan saat Briefing

Global
Bos Besar Media Hong Kong Ditangkap, HAM PBB Serukan Peninjauan Ulang

Bos Besar Media Hong Kong Ditangkap, HAM PBB Serukan Peninjauan Ulang

Global
Resmi, PM Lebanon Hassan Diab Mundur Buntut dari Ledakan Beirut

Resmi, PM Lebanon Hassan Diab Mundur Buntut dari Ledakan Beirut

Global
[POPULER GLOBAL] Adu Kuat China Vs Taiwan, Seperti Apa Perbandingan Militer 2 Negara? | Misteri Besar Melonjaknya Kasus Virus Corona di Vietnam

[POPULER GLOBAL] Adu Kuat China Vs Taiwan, Seperti Apa Perbandingan Militer 2 Negara? | Misteri Besar Melonjaknya Kasus Virus Corona di Vietnam

Global
Krisis Politik Setelah Ledakan di Beirut, Pemerintah Lebanon Berniat Mundur

Krisis Politik Setelah Ledakan di Beirut, Pemerintah Lebanon Berniat Mundur

Global
WHO Prediksi Kasus Covid-19 di Dunia Bakal Tembus 20 Juta Pekan Ini

WHO Prediksi Kasus Covid-19 di Dunia Bakal Tembus 20 Juta Pekan Ini

Global
Akurat sejak 1984, Profesor Sejarah Ini Prediksi Trump Bakal Kalah di Pilpres AS

Akurat sejak 1984, Profesor Sejarah Ini Prediksi Trump Bakal Kalah di Pilpres AS

Global
Beri Pesan kepada Israel, Hamas Tembakkan Roket ke Laut

Beri Pesan kepada Israel, Hamas Tembakkan Roket ke Laut

Global
Korban Tewas Ledakan di Beirut, Lebanon, Diyakini Capai 200 Orang

Korban Tewas Ledakan di Beirut, Lebanon, Diyakini Capai 200 Orang

Global
komentar
Close Ads X