Kompas.com - 03/07/2022, 14:07 WIB

KOMPAS.com - Terdapat beberapa alasan orang menerapkan pola makan plant-base salah satunya kesehatan. Ada juga yang mencoba makanan plant-based karena tidak mau ketinggalan dengan tren.

Hal tersebut disampaikan oleh Senior Marketing perusahaan bahan makanan Kerry Indonesia Rizki Adriyan.

"Alasannya karena FOMO (fear of missing out), exsposure tren makanan sehat seperti plant-based ini cukup kencang. Jadi yang dicari konsumen bukan makanan sehat, tapi experience dari makanannya," kata Rizki saat ditemui oleh Kompas.com di Almond Zucchini Cooking Studio pada Rabu (29/6/2022).

Pengalaman yang dicari oleh konsumen biasanya tidak lepas dari rasa penasaran dengan cita rasa makanan dan visualisasi makanan plant-based. 

Tidak menutup kemungkinan tren plant-based hanya terjadi saat momen tertentu. Peluang tren ini terjadi secara berkelanjutan akan kecil bila pengalaman yang diberikan tidak sesuai dengan ekspektasi konsumen.

Lalu, apa upaya yang bisa dilakukan supaya tren makanan plant-based terus berlanjut? Simak penjelasan Rizki berikut ini.

Baca juga:

1. Adopsi makanan yang dekat dengan konsumen

Hal pertama yang bisa dilakukan yaitu mengadopsi jenis makanan yang cukup dekat dengan konsumen dalam kehidupan sehari-hari.

Rizki mengambil contoh makanan yang bisa diadopsi yaitu rendang. Rendang merupakan salah satu makanan khas Indonesia yang cukup familier bagi masyarakat Indonesia.

Sehingga apabila rendang diadopsi ke bentuk plant-based, masyarakat masih bisa menerimanya karena sudah mengetahui rasa rendang.

Alasan mengadopsi makanan yang dekat dengan konsumen ini bukan hanya cita rasa yang sudah dikenali melainkan juga faktor kenyangnya perut.

Menurut Rizki, masyarakat Indonesia mengedepankan harga terjangkau dan mengeyangkan saat memilih makanan. Hal ini, dapat diterapkan pula saat membuat makanan plant-based.

Baca juga:

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.