Kompas.com - 22/01/2022, 19:36 WIB

KOMPAS.com - Usaha toko roti akhir-akhir ini banyak digandrungi para pengusaha. Berbagai jenis roti diproduksi semenarik mungkin guna menarik perhatian pembeli.

Di Jakarta, ada sebuah toko roti yang keberadaannya cukup dikenal karena mengusung roti tradisional Indonesia, namanya Moro Bake Shop.

Hadirnya Moro Bake Sop di Jakarta mendapat banyak respon positif dari para peminat roti, khususnya roti jadul khas Indonesia. 

Mengetahui lebih lanjut mengenai usaha toko roti Moro Bake Shop, Kompas.com berkesempatan untuk berkunjung dan berbincang langsung dengan salah satu pemilik sekaligus pengelola Moro Bake Shop Dicky Pramono.

Baca juga: Mengenal Usaha Roti The Wheat, Toko Roti Jadul Indonesia dan Mancanegara

Bermula dari Muntilan sejak 1967

Roti bluder  khas Moro Bake ShopDok. Instagram @Morobakeshop Roti bluder khas Moro Bake Shop

Dicky menceritakan Moro Bake Shop yang ada di Jakarta saat ini merupakan perkembangan dari toko roti Moro yang sudah ada sebelumnya di daeah Muntilan, Jawa Tengah sejak 1967.

Toko roti Moro yang ada di Muntilan bernama Moro Seneng, toko tersebut dulunya merupakan usaha dari sang nenek yang dilanjutkan secara turun temurun hingga generasi ketiga.

" Generasi pertama toko roti Moro itu oma saya, kemudian diturunkan ke generasi kedua yaitu ibu saya, dan lanjut ke saya sebagai generasi ketiga, " kata Dicky saat ditemui di toko roti Moro Bake Shop cabang De Park, Green Terrace TMII pada Selasa (18/1/2022).

Toko roti Moro Seneng di Muntilan berdiri pada 1967, pasarnya saat itu didominasi oleh ibu-ibu dan masyarakat usia 40 tahun ke atas. 

Seiring berjalannnya waktu Moro Seneng tidak hanya dianggap sebagai toko roti biasa, namun sudah dijadikan sebagai toko oleh-oleh ketika berkunjung ke Muntilan. 

Produk Moro Seneng yang menjadi andalan saat itu yaitu roti bluder, roti sobek, roti semir, dan berbagai olahan roti jadul lainnya.

Baca juga:

Tampil dengan wajah baru di Jakarta

Roti Moro yang dikemas dengan tampilan baruDok. Instagram @Morobakeshop Roti Moro yang dikemas dengan tampilan baru

Melihat pasar Moro yang meluas di Muntilan, Dicky bersama sang kakak Willianto Arief Pramono mulai mencoba memasarkan produk Moro di Jakarta pada 2019.

Roti Moro yang dibawa dari Muntilan ke Jakarta kemudian dikemas dengan tampilan yang lebih kekinian, sehingga bisa diterima di pasar Jakarta.

Tidak hanya kemasan, namun Dicky juga merubah nama Moro Seneng menjadi Moro Bake Shop sebagai produk yang khusus dipasarkan di daerah Jakarta.

"Awalnya hanya iseng membawa Moro Seneng ke Jakarta. Kita mengubah nama Moro Seneng menjadi Moro Bake Shop dengan wajah yang lebih modern, segar, dan tidak hanya menyasar ibu-ibu saja, tetapi juga mengincar anak muda," katanya.

Selain mengubah nama menjadi Moro Bake Shop, Dicky juga mengubah kemasan roti Moro yang awalnya menggunakan kemasan biasa menjadi lebih menarik. 

Tidak hanya itu, Dicky juga menghadirkan menu kopi kekinian supaya lebih bisa menggaet pasar anak muda. 

Baca juga:

Didatangkan dari Muntilan

Proses produksi roti Moro Bake ShopDok. Instagram @Morobakeshop Proses produksi roti Moro Bake Shop

Pada awal pemasaran roti Moro di Jakarta, Dicky masih mendatangkan produk dari Muntilan. Hal ini ia lakukan karena di Jakarta belum punya dapur produksi sendiri.

" Tahun 2019 itu  mulai dari sebuah rumah kecil di dalam kompleks. Saat itu roti Moro langsung didatangkan dari Muntilan karena belum bisa produksi sendiri, jadi setiap pagi sekitar pukul lima dan enam  kita sudah ke terminal mengambil roti yang dikirim dari Muntilan pada malam hari menggunakan bus," katanya. 

Melihat pasar roti Moro dan permintaan yang semakin banyak, Dicky memutuskan untuk mulai membuka dapur produksi Moro di Jakarta. 

Supaya rasa roti Moro yang dibuat di Jakarta sama dengan yang diproduksi di Muntilan, Dicky mendatangkan langsung ke Jakarta orang yang membuat roti Moro di Muntilan.

Baca juga: Apa Bedanya Roti Bluder dan Roti Biasanya?

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.