Kompas.com - 19/08/2021, 13:59 WIB

KOMPAS.com - Kuskus adalah sumber karbohidrat yang terbuat dari semolina dan tepung terigu.

Semolina atau tepung semolina dikenal sebagai bahan utama pasta dan roti. Tepung semolina memiliki tekstur berbutir dan kasar. Bentuk kuskus pun berbutir dan seperti bola-bola kecil.

Kuskus terbilang belum familier di Indonesia tetapi bagi penggemar MasterChef Indonesia mungkin lumayan sering mendengar nama makanan ini.

Peserta MasterChef Indonesia kerap menjadikan kuskus sebagai komponen karbohidrat dalam hidangan mereka.

Melansir dari The SpruceEats, kuskus adalah makanan pokok Afrika Utara. Kuskus biasanya disajikan bersama dengan buah-buahan, sayuran, dan daging.

Baca juga:

ilustrasi kuskus. SHUTTERSTOCK/Moving Moment ilustrasi kuskus.

Sekilas sejarah kuskus

Melansir The Washington Post, sejarawan makanan Charles Perry mengungkapkan bahwa sejak 1940-an, ada buku masakan Arab abad ke-13 dan ke-14 yang berisi resep kuskus.

Namun, ada kemungkinan kuskus telah ditemukan atau digunakan antara abad ke-11 dan abad ke-13.

Pasalnya kala itu orang Berber yang tinggal di wilayah Aljazair utara dan Maroko diketahui mengonsumsi "kuskusu".

Para peneliti kemudian menemukan peralatan yang digunakan untuk membuat kuskus di makam penguasa Berber abad ke-3, Raja Masinissa.

 

Ilustasi ayam kuskus pedasDok. Freepik/timolina Ilustasi ayam kuskus pedas

 

Kuskus dapat gantikan nasi

Kuskus dapat dijadikan makanan pengganti, khususnya yang tinggi karbohidrat seperti nasi.

Kuskus dapat digunakan sebagai laut, bagian dari salad, atau ditambahkan ke sup.

Selain itu, kuskus ini juga bisa sebagai komponen makanan pembuka ketika dikombinasikan dengan makanan hangat lainnya.

Ketika dicicipi, rasa yang dihadirkan oleh kuskus sebenarnya tidak banyak memiliki rasa.

Kuskus yang terbuat dari gandum durum dan tepung terigu tidak memiliki banyak rasa. Rasa yang dihadirkan mirip seperti pasta.

Baca juga:

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Foodplace (@my.foodplace)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.