16 Fakta Garam Himalaya Mulai dari Asal hingga Manfaatnya

Kompas.com - 24/01/2021, 10:08 WIB
Ilustrasi garam himalaya halus. PEXELS/ KAROLINA GRABWSKAIlustrasi garam himalaya halus.
Penulis Lea Lyliana
|

KOMPAS.com -  Garam himalaya adalah garam berwarna merah muda dan berasal dari pegunungan Himalaya Pakistan.

Konon garam ini disebut lebih sehat daripada garam meja biasa. Apakah benar demikian?

Yuk simak ulasan lengkap mengenai garam himalaya dalam artikel berikut. 

Baca juga: Apa Itu Garam Himalaya? Konon Lebih Sehat dari Garam Biasa

1. Asal garam himalaya

Garam himalaya diekstraksi dari tambang garam Khewra yang berada di dekat Pegunungan Himalaya di Pakistan. 

Tambang tersebut merupakan salah satu tambang garam tertua dan terbesar di dunia. Disebutkan juga bahwa garam himalaya diekstraksi secara alami supaya bebas dari zat aditif.

2. Warna dan bentuk garam himalaya 

Ilustrasi garam himalayaPIXABAY/ MONICORE Ilustrasi garam himalaya

Berbeda dengan garam meja pada umumnya yang berwarna putih, garam himalaya justru berwarna merah muda.

Konon warna ini berasal dari kandungan mineral alami dalam garam himalaya yang lebih banyak daripada garam meja biasa.

Dari segi ukuran, kristal garam himalaya juga agak lebih besar dari garam meja. 

3. Nutrisi garam himalaya

Secara kimia sebetulnya garam himalaya sama dengan garam meja. Kandungan natrium klorida di dalamnya berkisar antara 98 persen, seperti melansir laman Medical News Today.  

Namun bedanya garam himalaya memiliki kandungan mineral lain yang lebih kaya, seperti kalium magnesium, dan kalsium. 

Mineral-mineral inilah yang konon dapat membuat garam himalaya jadi berwarna merah muda.

Baca juga: Beda Garam Himalaya dengan Garam Dapur Biasa

3. Garam himalaya tidak beryodium

ilustrasi garam HimalayaShutterstock ilustrasi garam Himalaya

Berbeda dengan garam meja yang umumnya difortifikasi dengan yodium garam himalaya justru tidak begitu. 

Sebetulnya inilah hal mencolok yang membedakan garam himalaya dengan garam dapur. Konon karena tak mengandung yodium inilah makanya garam himalaya disebut lebih sehat. 

Namun perlu diketahui juga bahwa tubuh sebenarnya membutuh yodium untuk menjaga kesehatan tulang. Terlebih jika masih di usia pertumbuhan.

Maka, jika memang ingin mengonsumsi garam himalaya baiknya cukupi kebutuhan yodium dengan makan makanan yang mengandung yodium tinggi misalnya susu dan telur. 

4. Beda garam himalaya dengan garam meja 

Selain dari segi tampilan baik warna dan ukuran, nutrisi garam himalaya dan garam meja juga berbeda. 

Melansir laman Very Well Fit, secara ringkas, garam meja memiliki kandungan natrium yang lebih tinggi sedang garam himalaya lebih tinggi kandungan mineral lainnya.

Lebih mudahnya, dalam satu gram garam meja terkandung kurang lebih 381 miligram natrium dan 0,01 miligram zat besi.

Sementara dalam satu gram garam himalaya terkandung 368 miligram natrium dan 0,03 miligram zat besi.

Berikut perbandingan nutrisi garam himalaya dan garam meja secara lebih rinci:

  • Garam dapur: kalsium 0,03 persen, potasium 0,09 persen, magnesium 0,01 persen, zat besi 0,01 persen, dan sodium 39, 1 persen.
  • Garam himalaya mengandungan kalsium 0,16 persen, potasium 0,28 persen, magnesium 0,1 persen, zat besi 0,0004 persen, dan sodium 36,8 persen.

5. Hati-hati dengan produk garam himalaya palsu 

Ilustrasi garam himalaya halus. PEXELS/ POLINA TANKILEVITCH Ilustrasi garam himalaya halus.

Berhati-hatilah saat membeli garam himalaya, karena di pasaran kerap ditemukan produk garam himalaya palsu. 

Jika diamati sekilas agak sulit membedakan mana garam himalaya asli dan mana yang palsu. Namun, setelah dilakukan uji coba sederhana kamu akan bisa membedakannya. 

Baca juga: 4 Cara Bedakan Garam Himalaya Asli dan Palsu

6. Garam himalaya asli mudah mencair 

Salah satu trik untuk menguji keaslinya garam himalaya ialah dengan meletakkan di lantai atau tempat lembab. 

Garam himalaya asli memiliki kandungan mineral alami dan air yang sedikit lebih tinggi. Sehingga, jika diletakkan di atas lantai yang lembap garam himalaya akan mudah mencair. 

Saat dipegang garam himalaya asli juga akan terasa lebih lengket dan kesat. Namun, ketika dilarutkan dalam air, garam himalaya asli tetap menyisakan butiran halus.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X