Kompas.com - 10/08/2022, 17:02 WIB

KOMPAS.com - Konflik China dan Taiwan saat ini menjadi tengah menjadi sorotan. Hubungan antara China dan Taiwan kembali memanas usai kunjungan Ketua DPR Amerika Serikat Nancy Pelosi ke Taiwan beberapa waktu lalu.

Akibat kunjungan itu, meningkatkan kewaspadaan China terkait dukungan AS kepada Taiwan yang diklaim sebagai bagian dari wilayahnya.

China mengecam keras kunjungan Nancy Pelosi dan memulai empat hari latihan militer pada enam zona di sekitar Taiwan.

China menunjukkan rasa marahnya dengan melakukan sejumlah aktivitas militer di dekat perairan Taiwan hingga memblokade ruang udara dan laut Taiwan.

Baca juga: PT Transcosmos Indonesia Buka Lowongan Kerja bagi D3/S1 Fresh Graduate

Pendapat dosen Unpas terkait konflik China dan Taiwan

Menanggapi konflik China-Taiwan ini, Dosen Hubungan Internasional sekaligus Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Universitas Pasundan (Unpas) Dr. Kunkunrat memberikan pendapatnya.

Dia menilai, salah satu misi lawatan ini menyusul kekhawatiran Amerika Serikat (AS) terhadap kemungkinan bersatunya kekuatan Rusia dan China untuk mengambil alih dominasi barat.

Menurutnya, perang Rusia dan Ukraina berdampak besar bagi situasi politik internasional, khususnya dominasi barat.

Dia menilai, invasi Rusia ke Ukraina disebut-sebut bakal menggeser dominasi barat ketika China berstatus sebagai negara adidaya di samping Rusia dan AS.

"Taiwan di-protect oleh AS sebagai satelit untuk mengontrol China," kata Dr. Kunkunrat seperti dikutip dari laman Unpas, Rabu (10/8/2022).

Dia menjelaskan, ketika Taiwan dianggap equal atau setara dengan negara lain, tentu China marah. Karena China selalu mengatakan dalam diplomasinya bahwa Taiwan adalah bagian dari wilayahnya.

Baca juga: Intip 8 Jurusan Kuliah Paling Banyak Dicari Perusahaan

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.