Kompas.com - 08/08/2022, 19:21 WIB
Penulis Dian Ihsan
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Seorang anak berusia 11 tahun yang berada di bangku Sekolah Dasar (SD) di Singaparna, Tasikmalaya, meninggal setelah mengalami bullying atau perundungan dari beberapa temannya pada pertengahan Juni 2022.

Kasus tersebut menggemparkan masyarakat karena korban mengalami kekerasan secara fisik, psikis, hingga seksual.

Baca juga: Sosok Michael Agung, Lulus Kuliah dari ITB dengan Nilai IPK 3,99

Menanggapi hal itu, Pakar Psikologi Universitas Airlangga Dr. Dewi Retno Suminar angkat suara.

Dia mengungkapkan, korban bullying tersebut mengalami trauma.

Sebab, dampak perbuatan yang dilakukan oleh pelaku tentu tidak akan dilupakan.

"Apalagi bullying yang dilakukan cukup aneh dan tidak wajar," ujar dia melansir laman Unair, Senin (8/8/2022).

Dari bullying tersebut, kata Dewi, dapat berdampak pada rasa tidak percaya diri, trauma, bunuh diri, bahkan sampai celaka fisik sampai meninggal.

Apalagi kondisi korban ketika tidak ada support dari lingkungan dan hanya dipendam sendiri akan menjadi kuat negatifnya.

"Dan, tentu ketika tidak teratasi akan mengganggu fisiknya juga," jelas dia.

Faktor yang pengaruhi bullying

Menurut Dewi, faktor lingkungan terdekat sangat mempengaruhi perilaku bullying anak-anak, karena faktor dalam dirinya yang saling berinteraksi satu sama lain.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.